Senin, 05 Februari 2018

Aku Kecewa


    Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa aku harus menerima semua ini. Orang-orang yang setiap harinya terlintas di hidupku hanyalah sebuah kamuflase belaka. Mereka nyata, tapi semu. Seolah mereka ada tapi tidak untukku. Mereka tidak pernah memahami kelemahanku. Awalnya aku bahagia bersama mereka, tapi tidak untuk sekarang. Setelah semua nampak satu per-satu, kini ku yakin bahwa semua itu hanya sebuah kamuflase . Yang kalian anggap “bersama” itu hanya untukmu, golonganmu. Sedang aku? tidak pernah. Kalian tetap kalian, sama sepertiku, aku tetaplah aku. Kita begitu berbeda. Tidak seperti kalian yang menyenangkan bagi diri kalian. Sedang aku? terlalu apa adanya, terlalu tertutup, terlalu malu, terlalu membosankan dan begitu rendah di mata kalian. Sejujurnya, aku berusaha dengan keras untuk berbaik hati dengan kalian. Ku lupakan segala hal yang menyakitkan itu, tapi aku tak sanggup. Aku mencoba menjauh dari kalian dengan cara yang menurutku terlalu lemah. Bukan ! bukan karena aku tak suka, tapi aku tidak pernah merasa memiliki kalian. Aku hanya tidak pernah merasa ada “kita”. Tidak pernah merasa aku adalah kalian dan kalian adalah aku. Aku berjalan sendiri tanpa ada kalian, begitu pula kalian. Aku tidak begitu cukup untuk membuka cerita untuk kalian. Aku terlalu naif sebagai bagian dari kalian.
Beruntungnya aku tidak pernah menyadari itu sebelumnya. Kalau tidak, aku tidak sanggup bersama. Beriringan dengan kalian membuatku muak. Manis di muka, tapi memaki di belakang. Senyum di muka tapi mencemooh di belakang. Aku, memang tidak sempurna. Aku orang yang lemah. Aku tidak sebaik diri kalian dalam hal pergaulan, fashion, atau apalah yang kau sebut dengan bungkus “pertemanan”-mu itu.

     Dan kini aku kecewa. Tidak hanya pada kalian. Tapi untukmu, seseorang yang membuatku terasa asing  kembali di hidupmu seolah kita tidak pernah bertemu. Dulu, setiap kali kita bertemu akan selalu ada beribu cerita yang akan siap kita bagi satu sama lain. Dulu, tawa dan canda selalu kita hiasi di sela-sela rumitnya tugas perkuliahan. Dulu, kau menerimaku dengan segala keterbatasanku. Mendukungku di saat nyaliku menciut. Mendorong dan memotivasiku untuk belajar menerima keadaan. Tapi kini, aku tidak mengenalmu seperti dulu. Kau teramat asing bagiku bahkan untuk sekedar melihatku. Senyummu pelit teramat, matamu begitu dingin, suaramu begitu angkuh. Inginku berkata, “Begitu sombongnya dirimu!” Menjauh, merasa asing dan angkuh. Aku tahu, aku tidak sesempurna teman “sepergaulanmu” saat ini. Aku juga tidak cukup untuk membuatmu tertawa dengan bahan konyolku lagi. Semua berubah saat kau mengenal mereka. Satu per-satu langkahmu kian nyata menjauh dariku. Berjalan dan kini berlari menghilang dariku. Kau, sosok yang sudah tidak ku kenal baik seperti dulu. Sebelumnya aku pikir kita bisa berteman. Tapi, kini kau memilih bersama dengan yang lain. Menggandeng, memeluk, tersenyum seolah dulu kau tak tahu siapa aku. Aku dibuatmu asing, tapi kalau itu maumu, aku akan jauh lebih asing dari yang kau pikir, khusus untukmu, mantan temanku.

      Kau kah temanku ? Oh.. Aku tidak suka kepura-puraanmu, kebohonganmu, senyum palsumu itu, dan segala hal bentuk ketidakterimaanmu padaku. Aku kecewa, sangat kecewa. Dulu, seperti tidak pernah lagi terkenang padamu saat kau telah bersama mereka yang ku sebut “kalian”. Melebur, seolah sudah tak tahu lagi di mana bentuk secuil hatimu yang pernah ku sayang dulu. Pertemanan yang kusebut sebagai sebuah penerimaan tak berujung ternyata salah. Sangat salah. Mungkin aku terlalu sempit untuk mendefinisikan arti sebuah pertemanan. Pertemananmu hanyalah berbungkus materi, kecantikan, dan kesenangan. Benar, tidak akan kau temui semua itu di dalam diriku. Kau benar, aku aneh untukmu. Asing, sangat asing. Beda, sangat beda. Aku tidak cukup untuk sekedar berada di dekatmu lagi. Kau tidak peduli lagi denganku. Menyapaku pun enggan. Aku tidak cukup untuk menampung lagi semua ceritamu. Mungkin, kini ceritamu tak sesederhana yang dulu pernah kau ceritakan padaku. Mungkin aku tidak akan pernah bisa lagi bisa memahami alur pikiranmu. Mungkin aku tidak cukup lagi membalas sapamu. Mungkin aku sangat tidak cukup lagi berjuang dan bersama denganmu. Dan kini aku kecewa, mungkin karena aku rindu semua kebersamaan itu. Aku kecewa karena aku begitu kehilangan seseorang sepertimu. Meski itu dulu, tapi aku rindu. Rindu dengan semua tingkah lucumu. Rindu masakanmu. Mungkin, rinduku berbungkus kekecewaan yang mendalam yang tidak akan pernah kau sadari.

Tapi, kini..


       Aku sadar. Dibalik kekecewaanku padamu akan selalu ada orang-orang hebat yang berbungkus pertemanan apa adanya. Berbungkus penerimaan yang tak terujung-yang definisinya tak berbeda denganku. Mungkin, kau kan mengira bahwa dia teman baruku ? oh, kau sangat salah. Mereka juga temanmu. Teman yang juga kau tinggalkan. Teman yang mungkin akan membuatmu bosan dan jenuh. Teman yang tidak cukup lagi sebanding denganmu. Tapi mereka adalah kekuatanku untuk tetap terseyum padamu, mencoba melupakan kesalahanmu, meski ku tahu sangat sulit ku rasakan. Mereka yang sangat baik memaafkanmu dan tidak mendendam denganmu. Mereka yang teramat sejati untukku. Tidak denganmu, palsu! Mereka yang akan begitu senangnya mendengar kekonyolanku yang dulu juga kau tertawa karena itu. Mereka yang apa adanya. Mereka yang tidak pernah mengungkit keterbatasanku. Mereka yang tidak manis di depan tapi busuk di belakang. Mereka yang teramat sulit ku lupakan sebagai teman. Mereka yang tidak gemar memperlihatkan kebersamaan yang hanya sebuah kamuflase belaka. Iya, mereka semua adalah teman-temanku. Mereka-lah yang dengan sabar mendengar keluh kesahku. Mereka-lah yang dengan lembut mengingatkanku dan bukan menjauh seperti yang kau lakukan padaku. Mereka yang tidak peduli dengan perkataan orang lain tentangku. Mereka yang tidak begitu datang lalu pergi begitu saja sepertimu. Mereka yang mengajarkanku kelembutan dan penerimaan. Seperti harus menyapamu dan menganggap semua tidak terjadi apa-apa. Mereka yang membungkus kekecewaanku denga sebuah penerimaan dan senyuman. Mereka adalah kekuatanku. Kekuatan untuk menerima semua kenyataan bahwa tidak semua akan menjadi milik kita. Tidak semua hal sesuai dengan kehendak kita. Dan tidak semua teman berakhir sepertimu.. !

Jumat, 19 Januari 2018

LAPORAN INDIVIDU
PRAKTEK LAPANGAN TERBIMBING (PLT) UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA


LOKASI :
SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
Jalan Nyi Pembayun No.39, Kotagede Yogyakarta
15 September - 15 November 2017
Disusun dan diajukan guna memenuhi Persyaratan dalam menempuh
Mata Kuliah PLT

Dosen Pembimbing Lapangan PLT : Heru Pratomo AL, M.Si


OLEH

SHAALIYAH NOVITA FARADINA
143032414042




PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2017





KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.,
Alhamdulilllahirrobil’alamin, puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, karunia, dan hidayah-Nya, sehingga praktekan dapat menyelesaikan laporan kegiatan Praktek Lapangan Terbimbing (PLT) ini dengan baik dan tepat waktu tanpa hambatan apapun. Laporan ini disusun sebagai tugas akhir dan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan PLT mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang dilaksanakan mulai 15 September 2017 sampai dengan 15 November 2017. Penyusunan laporan ini dilakukan berdasarkan hasil observasi, informasi atau data, dan pelaksanaan kegiatan PLT di SMA Negeri 5 Yogyakarta.
Terselesaikannya pelaksanaan kegiatan PLT ini tentunya tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya bimbingan, pengarahan, dan bantuan- bantuan dari berbagai pihak yang terlibat. Oleh sebab itu, praktekan menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini, tidak lepas dari partisipasi berbagai pihak yang telah memberikan bimbingan, dukungan, bantuan, dan nasihat yang nilainya sangat besar manfaatnya. Maka pada kesempatan ini, dengan kerendahan hati praktekan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan laporan ini kepada:
Bapak Prof. Dr. Sutrisna Wibawa , M.Pd. selaku rektor UNY yang telah memberikan izin dan kesempatan melaksanakan PLT.
Tim LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta yang telah memberi kesempatan melaksanakan PLT.
Bapak Drs. Jumiran, M.Pd.I, selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Yogyakarta yang berkenan memberi kami kesempatan dan fasilitas untuk melaksanakan kegiatan PLT di SMA Negeri 5 Yogyakarta.
Ibu Sri Suyatmi, S.Pd, selaku koordinator PLT sekolah atas kesabaran, pengertian, dan bimbingan yang telah diberikan kepada kami selama berada di SMA Negeri 5 Yogyakarta.
Bapak Heru Pratomo Al, M. Si selaku dosen pembimbing lapangan yang telah memberikan bimbingan kepada kami mulai dari penerjunan sampai penarikan PLT ini.
Bapak Kasimin, S.Pd selaku guru pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan kepada mahasiswa baik dalam hal persiapan, pelaksanaan, maupun evaluasi kegiatan mengajar dikelas.
Segenap keluarga besar SMA Negeri 5 Yogyakarta yang telah menerima, menfasilitasi dan mendukung kami dalam melaksanakan kegiatan PLT.
Teman-teman seperjuangan PLT UNY dan UIN 2017 yang telah bekerja sama melaksanakan program dengan penuh perjuangan dan kesungguhan
Segenap siswa SMA Negeri 5 Yogyakarta yang telah bekerja sama dengan baik.
Bapak Ibu tercinta, keluarga di rumah, atas segala dukungan berupa doa yang tiada hentinya dipanjatkan serta segala dorongan baik moral maupun material.
Kami menyadari bahwa dalam laporan ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan. Semoga laporan PLT ini bermanfaat bagi mahasiswa PLT UNY 2017 pada khususnya dan seluruh pihak-pihak terkait pada umumnya. Semoga hasil laporan ini dapat menjadi sarana penggalian wawasan bagi seluruh masyarakat akademik.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.



Yogyakarta, 16 November 2017
Penyusun




Shaaliyah Novita Faradina





LAPORAN KEGIATAN PLT SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
Oleh Shaaliyah Novita Faradina
NIM 14303241042

ABSTRAK

Praktek Lapangan Terbimbing (PLT) Universitas Negeri Yogyakarta yang salah satunya berlokasi di SMA Negeri 5 Yogyakarta telah dilaksanakan oleh mahasiswa pada tanggal 15 September sampai dengan 15 November 2017. Kelompok PLT terdiri dari 29 mahasiswa dari 13 prodi. Tujuan diadakannya Praktek Lapangan Terbimbing (PLT) adalah untuk memberikan pengalaman bagi mahasiswa tentang dunia pendidikan secara nyata sehingga nantinya diharapkan dapat menjadi tenaga pendidik yang profesional di bidangnya.
Kegiatan PLT yang dilaksanakan dimulai dari proses pembuatan administrasi guru, kemudian diikuti dengan kegiatan mengajar serta evaluasi. Pembuatan administrasi meliputi pembuatan silabus, program tahunan, program semester, analisis jam efektif, silabus, Rencana Proses Pembelajaran (RPP), analisis keterkaitan SKL-KI-dan KD serta pembuatan soal untuk penilaian akhir semester. Pada pelaksanaan kegiatan Praktek Lapangan Terbimbing (PLT) , mahasiswa menggunakan metode yang tersusun secara sistematis yang dimulai dengan observasi kondisi sekolah, pembelajaran di kelas oleh guru pembimbing. Setelah melakukan observasi, mahasiswa berkonsultasi dengan guru pembimbing dan dosen pembimbing lapangan untuk membahas langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mempersiapkan strategi guna melaksanakan kegiatan Praktek Lapangan Terbimbing (PLT). Praktek mengajar dilakukan sebanyak 17 kali pertemuan di kelas X IPA 5 dan XI IPA 2. Adapun materi yang diajarkan pada kelas X yaitu Ikatan Kimia, sedangkan kelas XI yakni laju reaksi dan kesetimbangan kimia.

Kata kunci: PLT, SMA Negeri 5 Yogyakarta, Praktek Mengajar.

BAB I
PENDAHULUAN

Pendidik merupakan ujung tombak pendidikan di sekolah sehingga perlu dipersiapkan dengan sebaik mungkin. Dalam mempersiapkannya, diperlukan berbagai hal, salah satu sarana yang digunakan untuk mempersiapkan para calon guru adalah program Praktik Lapangan Terbimbing (PLT). Program PLT bertujuan untuk mengembangkan kompetensi mengajar mahasiswa sebagai calon guru atau pendidik atau tenaga kependidikan. Kompetensi yang dimaksud mengacu pada empat kompetensi utama yang harus dimiliki seorang guru, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Selain itu, program PLT juga memiliki tujuan lain disamping tujuan utama tersebut, yaitu:
Memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang pembelajaran di sekolah atau lembaga, dalam rangka melatih dan mengembangkan kmpetensi keguruan atau kependidikan.
Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal, mempelajari, dan menghayati permasalahan sekolah atau lembaga yang terkait dengan proses pembelajaran.
Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah dikuasai secara interdisipliner ke dalam pembelajaran di sekolah, klub, atau lembaga pendidikan.
Tempat yang digunakan sebagai lokasi PLT merupakan sekolah atau lembaga pendidikan yang ada di wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Pemilihan tempat lokasi PLT dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian antara mata pelajaran atau materi kegiatan di sekolah atau lembaga pendidikan dengan program studi mahasiswa yang akan melakukan PLT.
Program PLT kemudian dijadikan wadah untuk mempraktikkan berbagai teori yang diperoleh di bangku kuliah. Mahasiswa akan diberikan kesempatan mempraktikkan teori yang pernah diperoleh di bangku kuliah sekaligus melakukan inovasi sehingga mahasiswa akan mampu menerapkan teori yang diperoleh dengan menyesuaikan keadaan yang ada di lapangan, dikarenakan tidak semua teori yang diperoleh dapat dipraktikkan seutuhnya, perlu dilakukan berbagai penyesuaian agar tujuan berbagai pihak dapat dipenuhi, mengingat sekolah dan lembaga pendidikan berhubungan dengan berbagai pihak.
Melalui program PLT, akan banyak pihak yang merasakan manfaatnya. Manfaat program PLT akan dirasakan oleh mahasiswa sebagai peserta PLT, sekolah maupun lembaga sebagai tempat praktik mahasiswa, dan Universitas Negeri Yogyakarta sebagai penyelenggara program PLT. Manfaat program PLT, yaitu:

Bagi Mahasiswa
Menambah pemahaman dan penghayatan mahasiswa tentang proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah atau lembaga.
Memperoleh pengalaman tentang cara berpikir dan bekerja secara interdisipliner, sehingga dapat memahami adanya keterkaitan ilmu dalam mengatasi permasalahan pembelajaran dan pendidikan yang ada di sekolah, klub, atau lembaga.
Memperoleh daya penalaran dalam melakukan penelaahan, perumusan, dan pemecahan masalah pembelajaran dan pendidikan yang ada di sekolah, klub, atau lembaga.
Memperoleh pengalaman dan keterampilan untuk melaksanakan pembelajaran di sekolah, klub, atau lembaga.
Bagi Komunitas Sekolah atau Lembaga
Memperoleh kesempatan untuk dapat andil dalam menyiapkan calon guru atau tenaga kependidikan yang profesional.
Mendapat bantuan pemikiran, tenaga, ilmu, dan teknologi dalam merencanakan serta melaksanakan pengembangan pembelajaran di sekolah, klub, atau lembaga.
Meningkatkan hubungan kemitraan antara UNY dengan Pemerintah Daerah, sekolah, klub, atau lembaga.
Bagi Universitas Negeri Yogyakarta
Memperoleh umpan balik dari sekolah atau lembaga guna pengembangan kurikulum dan IPTEKS yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Memperoleh berbagai sumber belajar dan menemukan berbagai permasalahan untuk mengembangkan inovasi dan kualitas pendidikan.
Terjalin kerjasama yang lebih baik dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk pengembangan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
ANALISIS SITUASI

SMA Negeri 5 Yogyakarta merupakan salah satu sekolah di wilayah Kota Yogyakarta. Sekolah ini berlokasi di Jalan Nyi Pembayun No. 39 Kotagede, Yogyakarta dengan telepon atau faks. (0274) 377400. Sarana dan prasarana yang ada disekolah ini telah memadai, hal ini mendukung kegiatan pembelajaran berjalan secara optimal. Beragamnya sarana dan prasarana pendidikan tersebut dihadirkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran yang kondusif.
Sebelum praktikan diterjunkan ke lapangan, dalam hal ini SMA Negeri 5 Yogyakarta, praktikan beserta Tim PLT UNY 2017 yang terdiri dari 29 mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi ke sekolah. Kegiatan observasi dimaksudkan untuk mengetahui kondisi fisik dan nonfisik sekolah, sarana prasarana, kondisi kegiatan pembelajaran, potensi siswa dan guru sekolah, serta untuk mencari data tentang fasilitas yang telah ada di sekolah tersebut. Berdasarkan hasil observasi maka Tim PLT dapat menentukan hal apa yang perlu diperbaiki atau potensi apa yang sekiranya perlu dioptimalkan selama kegiatan PLT UNY di SMA Negeri 5 Yogyakarta berlangsung.
Berdasarkan hasil observasi sejak 4 Maret 2017 diperoleh informasi mengenai kondisi fisik maupun nonfisik SMA Negeri 5 Yogyakarta, yang dapat dijadikan sebagai konsep awal pelaksanaan kegiatan PLT adalah sebagai berikut:
Visi dan Misi SMA Negeri 5 Yogyakarta
Dalam hal peningkatan kualitas pendidikan maka SMA Negeri 5 Yogyakarta memiliki visi dan misi dalam pencapaiannya yang meliputi:
VISI
SMA Negeri 5 Yogyakarta memiliki Visi “Terwujudnya sekolah yang mampu menghasilkan lulusan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, berbudaya, peduli lingkungan, cinta tanah air serta berwawasan global.”
MISI
Adapun Misi SMA Negeri 5 Yogyakarta:
Melaksanakan pembelajaran berwawasan imtaq;
Mengintensifkan kegiatan keagamaan di sekolah;
Membimbing, melatih, menyiapkan siswa untuk berprestasi dalam berbagai akademik dan non akademik;
Menumbuhkan semangat kewirausahaan melalui kegiatan ekstrakurikuler;
Mencintai lingkungan dengan melaksanakan 7 K (Keamanan, Kebersihan, Ketertiban, Keindahan, Kekeluargaan, Kedamaian dan Kerindangan);
Meningkatkan rasa nasionalisme dengan melaksanakan upacara bendera dan menyayikan lagi Indonesia Raya setiap awal PBM;
Meningkatkan penguasaan berbagai bahasa asing dalam kominikasi; dan
Meningkatkan rasa cinta terhadap budaya
Kondisi Fisik Sekolah
SMA NEGERI 5 Yogyakarta merupakan sekolah dengan akreditasi A beralamat di Jalan Nyi Pembayun 39, Kotagede Yogyakarta. Berdiri di atas lahan seluas area 10.028 m2. Kondisi gedung sekolah terawat dan memenuhi syarat untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran meskipun ada sebagian yang masih dalam tahap renovasi. Gedung sekolah memiliki dua lapangan, yaitu lapangan untuk upacara dan lapangan basket. Kondisi lapangan sudah baik. Terdapat taman yang cukup rapi. Kondisi ruang guru dan ruang kepala sekolah sudah baik. Terdapat ruang multimedia yang cukup memadai dengan sirkulasi udaranya sudah baik pula. SMA Negeri 5 Yogyakarta memiliki 28 kelas. 28 kelas tersebut dibagi menjadi 9 kelas X (7
MIPA, 1 IPS), 10 kelas XI (7 IPA, 3 IPS) dan 9 kelas XII (6 IPA, 3 IPS). Kondisi ruangan sudah cukup terjaga. Selain itu juga dilengkapi dengan laboratorium bahasa, fisika, kimia, dan biologi. Kondisi laboratorium sudah cukup baik dan tertata rapi. Ada juga laboratorium tata boga dan ruang teater yang perlu di tata ulang, ruang tari yang cukup baik. Terdapat ruang OSIS, ruang UKS laki-laki dan perempuan dipisah, dan perpustakaan yang kondisinya cukup baik. Kondisi bangunan SMA Negeri 5 Yogyakarta masih di dominasi oleh bangunan lama. Saat ini SMA Negeri 5 Yogyakarta sedang menyelesaikan pembangunan masjid. Sebelumnya, SMA Negeri
5 Yogyakarta telah menyelesaikan pembangunan sebagian masjid namun belum terselesaikan seluruhnya. Meskipun didominasi bangunan lama, kondisi bangunan SMA Negeri 5 Yogyakarta masih layak untuk ditempati.
Tabel 1: Ruang dan Fasilitas di SMA Negeri 5 Yogyakarta

No Nama Ruang Jumlah Ruang
1 Aula 1
2 Dapur 1
3 Kantin 3
4 Kelas X 9
5 Kelas XI 10
6 Kelas XII 9
7 KM/WC Guru/Karyawan 1
8 KM/WC Siswa 3
9 Koperasi Siswa 1
10 Laboratorium Bahasa 1
11 Laboratorium Biologi 1
12 Laboratorium Fisika 1
13 Laboratorium Kimia 1
14 Masjid 1
15 Parkiran 2
16 Perpustakaan 1
17 Ruang Agama Katolik 1
18 Ruang Agama Kristen 1
19 Ruang Wakasek 1
20 Ruang Pacto-PKIR 1
21 Ruang Bimbingan dan Konseling 1
22 Ruang Guru 1
23 Ruang Kepala Sekolah 1
29 Ruang Membatik 1
24 Ruang Multimedia 1
25 Ruang Osis 1
26 Ruang Penyimpanan Alat Olahraga 1
27 Ruang Koperasi 1
28 Ruang Tata Usaha 1
29 Ruang UKS 1
30 Tempat Sepeda/ Motor Guru 1
31 Pos Satpam 1
32 Ruang seni 1
Jumlah 63
Kondisi Nonfisik Sekolah
Kondisi nonfisik SMA Negeri 5 Yogyakarta yang ikut andil dalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar sebagai berikut.
Potensi Siswa
Siswa mempunyai banyak prestasi dalam berbagai bidang perlombaan di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, nasional dan internasional. Ini tergolong sangat baik karena para siswa banyak yang memperoleh kejuaraan dalam perlombaan.
Tabel 2: Rekapitulasi Jumlah Siswa di SMA Negeri 5 Yogyakarta Tahun 2017/2018
No Kelas L P Jumlah L+P
1. X MIPA 97 129 226
2. X IPS 10 20 30
3. XI IPA 63 119 182
4. XI IPS 25 49 74
5. XII IPA 57 102 159
6. XII IPS 21 47 68
Jumlah 273 466 739

Potensi Guru
Jumlah guru atau tenaga guru di SMA N 5 Yogyakarta adalah sebanyak enam puluh orang / 60 orang . Kompetensi guru sangat baik sesuai dengan bidang ilmunya masing-masing, dengan Strata S1, S2 serta hampir semua guru telah bersertifikasi dan PNS.
Potensi Karyawan
Karyawan SMA N 5 Yogyakarta berjumlah 26 orang, dengan rincian 4 orang karyawan putri dan 22 lainnya lainnya karyawan putra. Pendidikan karyawan sebagian besar berpendidikan S-1, dan beberapa masih D-3 yang masing-masing telah sangat berkompetensi dalam tugas masing-masing. Karyawan yang berstatus PNS menjabat sebagai kepala TU (Tata Usaha) dan bendahara, sedangkan tenaga honorer adalah pada bagian perpustakaan, laboratorium, satpam dan kepegawaian.

Sarana Prasarana
SMA Negeri 5 Yogyakarta merupakan salah satu contoh sekolah model pengembangan Agama. Untuk mendukung hal tersebut, SMAN 5 Yogyakarta dilengkapi dengan tempat ibadah (masjid dan ruang berdoa agama Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha). Pengembangan mutu sekolah juga diterapkan oleh SMA Negeri 5 Yogyakarta untuk mendukung proses pembelajaran. Hal tersebut terbukti dengan begitu lengkapnya fasilitas yang disediakan oleh sekolah. Untuk mendukung kegiatan belajar siswa, setiap kelas sudah terpasang LCD Proyektor. Selain itu, di SMA Negeri 5 Yogyakarta juga sudah terpasang 8 titik wifi guna menunjang proses belajar.
Fasilitas KBM
Fasilitas KBM di SMA Negeri 5 Yogyakarta antara lain sebagai berikut. 1.) LCD dan Komputer
2.) Laboratorium (kimia, fisika, biologi, computer, multimedia, dan bahasa) 3.) Lapangan olah raga (voli, basket, bulu tangkis, lompat jauh dan senam) 4.) Alat-alat olah raga
5.) Ruang multimedia, Ruang IT, dan ruang membatik 6.) Perpustakaan dan ruang baca
7.) Peralatan media pembelajaran seperti peta, video, poster, miniatur, dan CD pembelajaran

Perpustakaan
1.) Kondisi Fisik Perpustakaan
Perpustakaan SMAN 5 Yogyakarta menempati gedung 2 lantai yang terletak di samping ruang guru dan juga dekat dengan pintu masuk utama sekolah. Dari segi tata letak bangunan sudah sangat strategis karena dekat dengan ruang ruang utama di sekolah. Luas bangunannya sendiri adalah 216m2 yang terdiri dari 2 lantai. Seiring berjalannya waktu perpustakaan mengalami perubahan tata ruang perpustakaan. Untuk lantai 1 difungsikan sebagai sumber pustaka elektronik, diskusi dan pembelajaran. Disamping itu juga sebagai ruang layanan sirkulasi dan informasi karena di sana terdapat ruang sirkulasi yang diisi oleh staff perpustakaan yang bertugas di bawah. Di lantai 1 juga terdapat beberapa koleksi referensi yang ditempatkan di almari kaca, koleksi non fiksi yakni buku paket, kumpulan soal ujian, majalah dan surat kabar. Kedepan rencana juga akan dipasang LCD proyektor sebagai media pembelajaran untuk di perpustakaan. Sedangkan untuk lantai 2 berisi buku pelajaran siswa, koleksi- koleksi buku fiksi, non fiksi, CD, referensi dan kumpulan tugas siswa dan mahasiswa PLT yang pernah berada di SMAN 5. Disini juga disediakan ruang baca dan ruang pelayanan sirkulasi peminjaman dan pengembalian buku yang diisi oleh staf perpustakaan yang bertugas. Konsep tata ruang dilantai 2 adalah tata baur, yakni ruang baca digabung dengan ruang koleksi.

2.) Visi dan Misi Perpustakaan SMA Negeri 5 Yogyakarta
a.) Visi :
Menjadikan Perpustakaan SMA Negeri 5 Yogyakarta sebagai media pembelajaran dan penyedia informasi yang lengkap serta memberikan pelayanan prima kepada pemustaka.
b.) Misi :
Menyediakan sumber informasi yang lengkap bagi pemustaka Memberikan pelayanan prima bagi pemustaka
Menumbuhkan minat baca dan budaya gemar membaca di kalangan siswa Menciptakan suasana perpustakaan yang nyaman dan kondusif untu belajar dan sebagai sumber belajar yang memadai.
3.) Struktur Organisasi
4.) Program Kerja Yang Telah Terlaksana
Administrasi
Pendidikan pemakai (user education)
Perbaikan dan Pengadaan Perabot Perpustakaan
Pengadaan bahan pustaka
Pengelolaan Bahan Pustaka
Pelayanan Pembaca
Pemeliharaan koleksi dan Ruang Perpustakaan
Laporan Perpustakaan dan Statistik Kegiatan Perpustakaan

Laboratorium
Terdapat 4 laboratorium yang meliputi LaboratoriuM
Kimia, Laboratorium Fisika, Laboratorium Biologi, dan Laboratorium Multimedia. Laboratorium fisika, kimia, dan biologi memiliki perlatan praktikum yang lengkap. Terdapat alat ukur analog dan digital. Laboratorium biologi, fisika dan kimia dilengkapi bahan-bahan yang digunakan untuk praktikum. Selain itu, Laboratorium juga memiliki alat p3k serta alat pemadam kebakaran, namun akan tetapi belum ada pintu keluar darurat. Laboratorium dikelola oleh asisten laboratorium dan siap digunakaan setiap saat selama KBM. Laboratorium fisika dilengapi dengan fasilitas pendukung seperti wifi dan printer.

Bimbingan Konseling
SMAN 5 Yogyakarta memiliki ruang BK yang cukup luas yang didalamnya terdapat ruang konseling individu yang sudah sesuai dengan standart yakni terdapat pemisah sehingga orang luar tidak dapat mendengar pembicaraan ketika melakukan konseling individu, dalam ruang BK, ruang konseling dengan kantor administrasi terpisah. Di dalam ruang BK juga terdapat papan Bimbingan yang berhubungan dengan administrasi BK, seperti kondisi siswa, alur pembuatan layanan bagi siswa. Juga terdapat berbagai informasi seperti informasi PTN/PTS bagi siswa. Ruangan BK juga dihiasi dengan piala prestasi siswa. Ruangan BK belum memiliki ruangan konseling kelompok namun memiliki ruang komputer sebagai pendukung kegiatan bagi guru BK dan siswa.
Bimbingan konseling di SMA Negeri 5 Yogyakarta terdiri dari bimbingan individu dan bimbingan kelompok. Siswa siswi yang mendapat penghargaan maupun melakukan pelanggaran diberikan bimbingan oleh guru BK, baik bimbingan secara individu maupun kelompok. Guru BK membantu dan memantau perkembangan siswa dari berbagai segi yang mempengaruhinya serta memberikan informasi-informasi penting yang dibutuhkan oleh siswa seperti informasi mengenai pendaftaran di perguruan-perguruan tinggi Indonesia. Jumlah pengajar BK sebanyak tiga orang yaitu Dra. C. Rini Susilowati selaku Koordinator BK, Supardi S.Pd, dan Dra. Siti Muchalimatun. Setiap guru mendapat jatah ampuan 6 kelas.

Ektrakurikuler
Ektrakulikuler merupakan kegiatan di luar jam pelajaran yang ditentukan oleh SMAN 5 Yogyakarta. Pembina Ekskul adalah orang yang ditunjuk oleh Waka Kesiswaan berdasarkan kompetensinya sebagai pelatih pada satu bidang ekstrakulikuler SMAN 5 Yogyakarta atau guru yang diberi tugas untuk membina kegiatan ekskul. Ekskul baru dapat terbentuk jika memenuhi persyaratan, yaitu : usulan dari siswa, jumlah minimal peserta 10 orang, bermanfaat bagi siswa dan sekolah, serta berpotensi untuk mengembangkan prestasi.
Menurut Ibu Fadhiyah, M.Pd.Si selaku wakil kepala bidang kesiswaan yang bertanggungjawab sebagai Pembina ekstrakulikuler, sumberdana untuk kegiatan ektrakulikuler berasal dari BOP (Biaya Operasional Pendidikan). Untuk alokasi pendanaan setiap unit kegiatan ektrakulikuler sudahdiatur oleh pihak sekolah disesuaikan dengan kebutuhan setiap unit. Ektrakurikuler di SMA Negeri 5 Yogyakarta berjumlah 22, semuanya aktif, dibimbing oleh Guru, Alumni dan Siswa serta dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu kecuali Futsal yang dilaksanakan 3 kali dalam 1 minggu.
Tabel 3: Kegiatan Ekstrakulikuler SMA Negeri 5 Yogyakarta

No Nama Kegiatan Jumlah Siswa kelas X Jumlah siswa kelas XI
1. Bahasa Jepang 39 17
2. PMR 26 44
3. Tonti 33 52
4. Paduan Suara 14 7
5. Qiro’ah 8 4
6. Tata Boga 24 27
7. Tekwondo 19 11
8. Robotik 24 10
9. Teater 25 26
10. Puspala 15 22
11. Tahsin 12 8
12. Jurnalistik 14 16
13. Basket 18 10
14. KIR 33 18
15. Seni Tari 6 13
16. Futsal 10 12
17. Bulu Tangkis 9 17
18. Voli 5 7
19. Musik 1 0
20. English Debate 42 9
21. Fotografi 23 26
22. Nasyid 0 1
OSIS
OSIS SMA Negeri 5 Yogyakarta dibimbing oleh 4 guru pembimbing dan diketuai oleh siswa kelas XI. Ketua OSIS dibantu oleh pengurus OSIS lainnya yang dibagi dalam 8 bidang yang setiap bidang dikoordinasi oleh seorang koordinator, sedangkan anggotanya adalah seluruh siswa SMA N 5 Yogyakarta. OSIS sudah memiliki ruangan tersendiri yang sudah cukup memadai. OSIS menyelenggarakan berbagai acara sesuai program kerja yang telah disusun yang tidak hanya ditujukan bagi warga SMA Negeri 5 Yogyakarta tetapi juga pihak luar sekolah. Dari sumber daya siswa yang terlibat di OSIS sudah baik, hal ini terlihat dari proses regenerasi yang lancar dan pencapaian program kerja yang telah disusun sebelumnya.
Fasilitas UKS
Ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SMA Negeri 5 Yogyakarta berada dibagian utara halaman sekolah menghadap ke selatan dan berada disamping ruang Bimbingan Konseling (BK). UKS dikelola oleh Palang Merah Remaja (PMR) dan dikoordinatori oleh ibu Siti Zaeriyah, S.Pd. Di dalamnya terdapat 1 kamar khusus laki-laki, 1 kamar khusus perempuan, serta ruang depan untuk piket. Alat-alat kesehatan yang tersedia di UKS terbilang cukup lengkap, misalnya terdapat timbangan berat badan, pengukur tinggi badan, dan terdapat juga beberapa obat-obatan yang tersedia. Dilihat dari aspek-aspek pelayanan serta peralatan dan perlengkapan yang dimiliki UKS SMA Negeri 5 Yogyakrta sudah memenuhi syarat. Namun masih perlu adanya perhatian khusus dari pihak sekolah dan perbaikan baik dari pelaku (manusia) ataupun kelayakan alat dan fasilitas yang dimiliki.
Koperasi Siswa
Koperasi siswa terdiri dari sebuah koperasi, adanya toko koperasi sekolah yang menyediakan dan menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari siswa seperti misalnya seragam siswa, buku tulis, bolpoin, pensil, dan lain sebagainya. Koperasi ini terletak didekat ruang multimedia dan dikelola oleh siswa dibantu 2 orang guru.
Administrasi
Secara keseluruhan administrasi disekolah sudah terkoordinasi dengan baik dari segi kondisi fisik maupun non fisik. Administrasi terdiri dari administrasi siswa, administrasi personil/karyawan, dan administrasi tata usaha. Administrasi siswa adalah kegiatan pencatatan siswa dari proses penerimaansiswa sampai siswa tersebut tamat belajar dari sekolah yang bersangkutan. Adapun tugas dari administrasi personil, diantaranya mengurus dan mengelola file guru dan pegawai, menyimpan semua dokumen kepegawaian serta hal-hal lain yang terkait dnegan personil/karyawan. Administrasi Tata Usaha memiliki fungsi sebagai fasilitator perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan sekolah, serta mengelola keuangan (pemasukkan dan pengeluaran) dalam kegiatan pembangunan sekolah. Selain itu tata usaha berperan sebagai penyedia perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan oleh sekolah serta kearsipan.
Tempat ibadah
Tempat ibadah bernama Masjid Darussalam Pusanegara, terletak di bagian paling belakang dari gedung sekolah. Tempat wudhu terpisah, tempat wudhu akhwat berada di bagian kanan masjid. Tempat sholat akhwat di lantai 2, dengan tangga bagian kanan karena tangga bagian kiri adalah masuk ke daerah ikhwan. Pada bagian depan masjid terdapat batas suci, tempat meletakkan sepatu. Di depan masjid terdapat papan bulletin. Fasilitas akhwat di lantai dua ialah mukena, sajadah, Al-Qur’an, buku tuntunan shalat, etalase tempat penyimpanan mukena dan sajadah, kipas angin, alat kebersihan (sapu dan kemoceng), serta karpet sajadah yang sudah tergelar di lantai. Masjid digunakan untuk shalat kelas XII, sedangkan kelas X dan XI tempat sholat di sediakan di ruangan dekat ruang tari. Untuk tempat ibadah agama Kristen dan katolik telah disediakan ruangan di dekat kantin
Kesehatan Lingkungan
Secara umum kondisi sekolah bersih, dengan manajemen pemisahan sampah yang baik, dimana tempat sampah dijumpai dalam jumlah yang memadai dan terdapat juga tiga jenis tempat sampah, yaitu tempat sampah untuk plastik, organik dan sampah kertas. Selama perjalanan pengamatan tidak dijumpai adanya sampah yang berserakan. Tanaman dilingkungan sekolah juga cukup banyak sehingga membuat udara terasa sejuk. Kamar mandi di SMAN 5 Yogyakarta juga cukup banyak sehingga mampu mengakomodir kebutuhan siswa dan warga sekolah. Akan tetapi ada beberapa kamar mandi yang kondisinya kurang layak, hal ini terlihat ketika kancing pintu kamar mandi tidak berfungsi sempurna. Menanggapi hal ini perlu adanya standarisasi fasilitas kamar mandi sehingga dapat berfungsi optimal. Terdapat kran air untuk cuci tangan di beberapa tempat, sehingga sumber air bersih sangat berguna bagi warga sekolah. SMA Negeri 5 Yogyakarta juga memiliki 3 kantin yang baik dalam segi kondisi maupun pelayanannya. Kantin yang bersih serta makanan yang sehat membuat siswa juga sehat ketika membeli makanan disana. Pengamat juga menjumpai beberapa ruangan yang tidak digunakan sehingga cenderung seperti gudang dan untuk meletakkan barang-barang yang tidak terpakai. Hal ini sedikit mengganggu pemandangan dan nantinya ditakutkan akan menimbulkan sarang nyamuk sehingga menimbulkan penyakit. Pengamat mempunyai harapan semoga kedepan pihak sekolah khususnya bagian sarana prasarana lebih memperhatikan hal yang demikian. Sehingga tidak hanya prestasi yang baik, karatkter yang mulia juga didukung fasilitas dan sarana prasarana yang baik, sehat serta memadai.
Kantin
Di SMA Negeri 5 Yogyakarta terdapat 3 buah kantin, di mana kantin untuk laki-laki dan perempuan dibuat secara terpisah. Kantin sekolah menyediakan kebutuhan berbagai snack, minuman, dan makanan berat untuk siswa. Kantin sekolah dikelola dan dijaga oleh pemilik kantin itu sendiri. Kebersihan dan kerapian kantin di sekolah ini sudah terjaga cukup baik sehingga memberikan kenyamanan pada siswa yang akan beristirahat di kantin tersebut. Salah satu kantin dahulunya merupakan laboratorium computer, sehingga memberikan ruangan yang luas, bersih, dan rapi untuk digunakan sebagai kantin para siswa.
Kondisi Kedisiplinan
Beberapa hal yang kami peroleh setelah melakukan observasi tentang kondisi dari kedisiplinan siswa dan guru di SMA Negeri 5 Yogyakarta adalah sebagai berikut:
Jam masuk dimulai pukul 07.00 WIB.
Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu indonesia raya dan membaca Al-Qur’an.
Kedisiplinan siswa terlihat cukup baik, hal ini dapat dilihat dari seperti jarangnya siswa terlambat dan sedikitnya siswa melanggarnya aturan sekolah.
Bagi siswa yang melanggar tata tertib akan mendapat sanksi sesuai kesalahan yang dilakukan yaitu berupa skor kesalahan.
Semua siswa tertib dalam berseragam sekolah sesuai aturan yang berlaku di sekolah.
Permasalahan Terkait Proses Belajar Mengajar
Pengamat juga mengadakan observasi kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di dalam kelas. Hal ini diharapkan agar praktikan dapat mengamati secara langsung proses belajar mengajar dan memperoleh informasi mengenai cara guru mengajar serta cara mengelola kelas dengan efektif dan efisien. Selain pengamatan proses pembelajaran, praktikan juga melakukan observasi terhadap perangkat pembelajaran yang dibuat oleh guru sebelum mengajar.
Perangkat pembelajaran tersebut meliputi kurikulum yang digunakan, analisis jam efektiff, program, tahunan, program semester, silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, praktikan mengamati beberapa hal yang dilakukan oleh guru ketika mengajar. Hal-hal tersebut adalah cara membuka pelajaran, menyajikan materi, metode pembelajaran yang digunakan, penggunaan bahasa, penggunaan waktu, gerak, cara memotivasi siswa, teknik bertanya, teknik penguasaan kelas, penggunaan media, bentuk, cara
evaluasi dan cara menutup pelajaran.
Pengamatan yang terakhir adalah terkait perilaku siswa ketika berada di dalam kelas maupun di luar kelas. Setelah melakukan pengamatan terkait administrasi atau perlengkapan sebelum mengajar diperoleh informasi bahwa kurikulum yang digunakan di SMA Negeri 5 Yogyakarta adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Guru juga telah menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan baik dan lengkap. Cara guru dalam melakukan proses pembelajaran pun sudah sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya walaupun tidak sepenuhnya terlaksana karena menyesuaikan kondisi siswa. Pembelajaran yang dilakukan dengan melibatkan kedua pihak yaitu guru dan siswa. Hal ini dibuktikan dengan ketekunan dan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Guru menggunakan media handout dan metode ceramah interaktif disertai tanya jawab yang cukup menarik siswa dalam mengikuti pembelajaran. Penggunaan media dan handout ini dinilai cukup efektif karena materi ang disampaikan adalah hitungan yang memang butuh diarahkan per langkahnya. Kondisi siswa ketika berada di luar kelas sangatlah sopan dan akrab. Hal ini ditunjukkan melalui pembiasaan-pembiasaan yang diterapkan di SMA Negeri 5 Yogyakarta. Salah satunya adalah pembiasaan mengucap salam dan berjabat tangan dengan guru. Berkaitan dengan kemampuan awal siswa, siswa yang masuk sekolah ini sebagian besar adalah siswa menengah ke atas, baik dari segi kemampuan maupun ekonomi. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi sekolah untuk tetap berprestasi dan menjalankan misi pengajarannya dengan baik dan lancar. Berikut hasil observasi yang dilakukan oleh praktikan berdasarkan aspek-aspek yang telah ditentukan. Observasi pembelajaran dilakukan pada kelas XI IPA 3 dan XI IPA 4.

Tabel 4 : Hasil Observasi Pembelajaran di Kelas dan Siswa
Aspek yang di amati
Perangkat Pembelajaran Deskripsi hasil Pengamatan
Kurikulum Tiga Belas (K-13) Dalam mata pelajaran Kimia kelas X dan XI menggunakan Kurikulum-13 (Kurtilas) sedangkan XII masih menggunakan kurikulum KTSP
Silabus Materi Pembelajaran sudah sesuai dengan SILABUS
silabus.
Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) Dalam proses pembelajaran Kimia , guru berpedoman pada RPP yang telah dibuat dan disesuaikan dengan format RPP versi K-13(kurtilas)
Proses Pembelajaran
Membuka Pelajaran Guru mengucapkan salam kemudian mengecek kehadiran siswa dan melakukan
apersepsi dilakukan dengan menekankan kembali materi pembelajaran sebelumnya
Penyajian materi Guru memberikan handout pada materi yang akan diajarkan melalui ceramah dan tulisan white board. Hal ini dinilai cukup efektif mengingat materi yang disampaikan bersifat hitungan
Metode pembelajaran Ceramah interaktif, tanya jawab, presentasi
Penggunaan Bahasa Bahasa Indonesia yang sesuai EYD
Penggunaan waktu Sesuai waktu yang telah ditetapkan
Gerak Tidak hanya terpusat di depan kelas, namun juga di sisi kiri, tengah, maupun kanan.
Cara memotivasi siswa Guru memberikan motivasi berupa nilai tambahan bagi siswa yang aktif
Teknik bertanya Menyeluruh ke semua siswa
Teknik penguasaan kelas Menggunakan kata “Halo?” untuk membuat kelas kembali fokus terhadap pelajaran
Penggunaan media Handout dan white board
Bentuk dan cara evaluasi Guru memberikan lembar tugas yang harus diselesaikan di rumah dan akan dibahas pertemuan berikutnya
Menutup pelajaran Guru mengingatkan kembali tugas yang harus diselesaikan, doa, dan salam
Perilaku Siswa
Perilaku siswa di dalam kelas siswa fokus terhadap penjelasan yang disampaikan. Pada 30 menit terakhir pelajaran, siswa sudah mulai kurang focus
Perilaku siswa di luar kelas Hubungan antar siswa maupun siswa dengan guru berlangsung baik. Siswa pun terlihat menghormati, sopan, dan ramah terhadap warga sekolah lainnya

Setelah melakukan observasi kegiatan belajar mengajar, terdapat beberapa permasalahan yang teridentifikasi, di antaranya kondisi siswa yang kurang fokus memperhatikan penjelasan guru. Selain itu, siswa juga tidak mempunyai buku sumber selain buku paket. Tantangan bagi praktikan adalah bagaimana mengelola kelas dan menyampaikan materi sebaik mungkin dengan kondisi siswa yang telah disebutkan. Praktikan juga harus menggunakan media pembelajaran semaksimal mungkin agar siswa lebih berminat lagi dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, praktikan akan berusaha menggunakan strategi pembelajaran yang menarik dan tepat dalam penyampaian materi.
PERUMUSAN PROGRAM PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PLT)
Rancangan kegiatan PLT ini disusun setelah praktikan melakukan observasi di kelas sebelum penerjunan PLT. Hal ini bertujuan untuk mengamati kegiatan guru dan siswa di kelas, serta lingkungan sekitar dengan maksud agar pada saat PLT nanti praktikan siap diterjunkan untuk praktik mengajar, dalam periode bulan Juli -September 2016. Berdasarkan hasil observasi kegiatan belajar mengajar di kelas, maka diperoleh perumusan program kegiatan PLT sebagai berikut.
Observasi kegiatan belajar mengajar
Konsultasi dengan guru pembimbing
Menyusun perangkat persiapan pembelajaran
Melaksanakan praktik mengajar di kelas
Penilaian
Evaluasi
Menyusun laporan PLT
Selain rancangan kegiatan tersebut, praktikan juga merumuskan kegiatan yang mampu menunjang keberhasilan kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 5 Yogyakarta, khususnya untuk mata pelajaran Kimia.

BAB II
PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL

PERSIAPAN
PLT merupakan salah satu mata kuliah yang dilaksanakan pada 15 September sampai 15 November 2017. Kegiatan PLT dilaksanakan di SMA Negeri 5 Yogyakarta, yang beralamat di Jalan Nyi Pembayun 39 Kotagede, Yogyakarta. Kegiatan PPL dimaksudkan agar para mahasiswa dapat memperoleh pengalaman baik dalam proses pembelajaran maupun segala aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran di sekolah.
Persiapan praktikan untuk melaksanakan program Praktik Lapangan Terbimbing (PLT) ini dipersiapkan dari semester sebelumnya. Hal ini bertujuan agar praktikan siap secara mental maupun akademis ketika diterjunkan ke lokasi. Selain itu, praktikan juga diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang dimungkinkan dapat muncul sewaktu pelaksanaan program-program tersebut. Secara garis besar, UNY telah merencanakan atau membuat beberapa program persiapan sebagai bekal praktikan dalam melaksanakan program PLT di lokasi tujuan. Persiapan tersebut meliputi:
Pembelajaran Mikro
Pembelajaran mikro dilaksanakan pada semester VI bertujuan agar mahasiswa memiliki pengetahuan dan ketrampilan mengenai proses belajar mengajar. Pembelajaran mikro dilaksanakan sebagai persiapan paling awal dan dilaksanakan dalam mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa yang akan mengambil PLT pada semester selanjutnya. Pada pelaksanaan perkuliahan, mahasiswa diberikan materi tentang cara mengajar yang baik dengan disertai praktik mengajar kelompok kecil dengan peserta adalah teman sekelompok/ peer teaching yang terdiri dari 10-12 mahasiswa yang dibimbing oleh satu dosen pembimbing. Adapun dosen pembimbing mikro praktikan ialah Erfan Priyambodo, M. Si. Keterampilan yang diajarkan dalam perkuliahan ini berupa ketrampilan-ketrampilan yang berhubungan dengan persiapan menjadi seorang calon pendidik meliputi membuka dan menutup pelajaran, mengajar, teknik bertanya, teknik menguasai dan mengelola kelas, berinteraksi dengan siswa, cara memotivasi siswa, ilustrasi dan penggunaan contoh contoh atau model pembelajaran, metode dan media pembelajaran, keterampilan menilai. serta pembuatan administrasi pembelajaran. Adapun bahan ajar dalam pengajaran mikro adalah materi yang dipilih sesuai dengan yang akan diajarkan pada saat melaksanakan kegiatan PLT.
Sebelum melakukan praktek mengajar, praktikan diwajibkan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan dikonsultasikan kepada dosen pembimbing. Setelah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) disetujui oleh dosen pembimbing, praktikan pun dapat mempraktikan pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun.
Pada pembelajaran mikro, mahasiswa diberikan kesempatan mengajar selama 20 menit dan minimal empat kali tampil. Selesai mengajar, dosen pembimbing akan memberikan evaluasi berupa kritik maupun saran yang mendukung. Hal tersebut dilakukan agar mahasiswa dapat memperbaiki kesalahan atau kekurangan dan dapat lebih baik ketika melakukan praktik mengajar selanjutnya. Berbagai macam metode dan media pembelajaran dicoba dalam kegiatan ini, sehingga praktikan memahami media yang sesuai untuk setiap materi yang diajarkan. Dengan demikian, pengajaran mikro ini diharapkan untuk membekali praktikan agar lebih siap dalam melaksanakan PLT, baik dari segi persiapan bahan ajar, pemilihan metode maupun media pembelajaran yang akan digunakannya.

Pembekalan PLT
Selain pengajaran mikro, mahasiswa juga diberikan pembekalan yang dilakukan di kampus. Pembekalan PLT dilakukan beberapa hari sebelum penerjunan. Pembekalan ini dilakukan dua kali yaitu pembekalan fakultas dan jurusan. masing-masing dengan materi pembekalan meliputi pengembangan wawasan mahasiswa, pelaksanaan pendidikan yang relevan dengan kebijakan baru bidang pendidikan, dan materi yang terkait dengan teknis PLT.
Observasi Pembelajaran di Kelas
Observasi ini bertujuan untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman pendahuluan mengenai tugas guru khususnya tugas mengajar. Observasi sebagai gambaran bagi mahasiswa khususnya praktikan untuk mengetahui tentang bagaimana proses belajar mengajar. Observasi perlu dilaksanakan oleh mahasiswa agar memperoleh gambaran cara menciptakan suasana kondisi belajar mengajar yang baik di kelas sesuai dengan kondisi kelas masing-masing. Beberapa hal yang perlu diamati adalah :
Perangkat Pembelajaran
Kurikulum
Silabus
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Proses Pembelajaran
Membuka pelajaran
Penyajian materi
Metode pembelajaran
Penggunaan bahasa
Penggunaan waktu
Gerak
Cara memotivasi siswa
Teknik bertanya
Teknik penguasaan kelas
Penggunaan media
Bentuk dan cara evaluasi
Menutup pelajaran
Perilaku Siswa
Perilaku siswa di dalam kelas
Perilaku siswa di luar kelas
Melalui kegiatan observasi tersebut, mahasiswa PLT dapat :
Mengetahui situasi pembelajaran yang sedang berlangsung;
Mengetahui kesiapan dan kemampuan siswa dalam menerima pelajaran;
Mengetahui metode, media, dan prinsip mengajar yang digunakan guru dalam proses pembelajaran.

Pembuatan Persiapan Mengajar
Sebelum praktikan melaksanakan praktik mengajar dikelas, terlebih dahulu praktikan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan materi seperti yang telah ditentukan oleh guru pembimbing. Persiapan administrasi guru yang harus dibuat oleh praktikan antara lain:
Rencana pelaksanaan pembelajaran,
Analisis jam efektif
Program tahunan dan semester
Silabus,
Analisis keterkaitan SKL, KI, dan KD,
dan evaluasi.

PELAKSANAAN
Tahapan ini merupakan tahap mahasiswa melakukan praktik mengajar di kelas dengan dibimbing oleh seorang guru pembimbing dan merupakan kegiatan inti dari keseluruhan kegiatan PLT. Pada tahap inilah praktikan harus mampu mengaplikasikan dan mempraktikkan teori-teori yang telah didapatkan selama kuliah. Praktikan dituntut untuk bisa mempersiapkan dan mengaplikasikan materi, metode, media, evaluasi , serta keterampilanbaik berupa keterampilan teknis maupun nonteknis ke dalam praktek pembelajaran di kelas. Adapun keterampilan teknis di antaranya adalah keterampilan dalam membuat perangkat pembelajaran seperti silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan dipraktikkan, sedangkan keterampilan nonteknis berupa kemampuan operasional dalam mengendalikan kelas.
Berdasarkan rumusan program dan rancangan kegiatan, pada umumnya seluruh program kegiatan praktik terbimbing maupun mandiri dalam pelaksanaan PLT ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Berikut hasil kegiatan PLT akan dibahas secara detail.
Penyusunan Perangkat Persiapan Pembelajaran dan Alat Evaluasi
Penyusunan perangkat persiapan pembelajaran merupakan hal penting yang harus dilakukan ketika akan melaksanakan pembelajaran. Hal tersebut bertujuan untuk merancang pembelajaran yang akan dilakukan pada saat mengajar, sedangkan alat evaluasi digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam setiap materi yang diajarkan. Perangkat persiapan pembelajaran dan alat evaluasi tersebut akan diuraikan ke dalam silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tercantum materi akan yang diajarkan, metode pembelajaran, maupun media ajar. Dalam hal ini, pembuatan RPP merupakan pedoman guru dalam mengajar. Oleh karena itu, sebelum mengajar praktikan harus membuat perangkat persiapan pembelajaran berserta alat evaluasinya.
Pada proses pembuatan perangkat persiapan pembelajaran dan alat evaluasi, praktikan mendapat bimbingan langsung dari guru pembimbing yaitu Bapak Kasimin, S.Pd. Semua perangkat persiapan dan alat evaluasi pembelajaran mengacu pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sesuai dengan kurikulum yang berlaku di SMA Negeri 5 Yogyakarta. Perangkat persiapan pembelajaran dan alat evaluasi tersebut diuraikan ke dalam bentuk silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berisi tentang:
identitas mata pelajaran,
standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, dan tujuan yang harus dicapai oleh siswa,
nilai karakter yang diharapkan,
materi pembelajaran,
strategi atau metode pembelajaran,
langkah-langkah atau skenario pembelajaran dalam setiap pertemuan,
media dan alat pembelajaran,
sumber belajar, dan
penilaian.
Praktik Mengajar di Kelas
Praktek mengajar yang dilakukan oleh praktikan sebanyak 17 pertemuan dengan total 40 jam pelajaran . Dalam pelaksanaannya, praktikan mengajar dua kelas dengan dua tingkatan yaitu kelas X MIPA 5 dan XI MIPA 2 secara terbimbing maupun mandiri. Dalam kegiatan proses pembelajaran, praktikan selalu mendapatkan bimbingan di kelas oleh guru pembimbing. Pada tahap ini, praktikan melakukan serangkaian kegiatan mengajar yang telah dirancang dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Berikut uraian rangkaian kegiatan tersebut.
Pembukaan
Dalam membuka pelajaran, praktikan melakukan beberapa kegiatan seperti memulai pelajaran dengan salam pembuka, berdoa, menanyakan kabar siswa, mencatat kehadiran siswa, dan melakukan apersepsi dengan mengingatkan pada pembelajaran sebelumnya atau mengaitkan materi yang akan diajarkan dengan kehidupan sehari-hari (konteskstual), serta memotivasi siswa agar siap dan tertarik dengan materi yang akan disampaikan.
Penyajian materi
Materi yang diajarkan selama kegiatan PLT berupa ikatan kimia untuk kelas X serta laju reaksi dan kesetimbangan untuk kelas XI. Kurikulum yang digunakan yaitu kurikulum tiga belas (kurtilas) sumber belajar mengacu pada buku yang diterbitkan oleh Erlangga. Metode yang digunakan berpusat pada peran siswa yang aktif. Pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan inkuiri dan discovery learning. Pendekatan inkuiri digunakan untuk mengajarkan materi iaktan kimia, sedangkan discovery learning digunakan untuk membelajarkan soal-soal perhitungan dalam lau reaksi dan kesetimbangan. Praktikan dalam menyajikan materi melakukan ceramah interaktif, tanya jawab, dan diskusi. Adapun media pembelajaran yang digunakan yaitu berupa laptop, proyektor atau LCD, speaker, dan papan tulis dengan sumber belajar berupa power point, video, teks, dan modul yang telah dibuat oleh praktikan. Berikut adalah hasil pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang telah dilakukan praktikan selama kegiatan PLT di SMA Negeri 5 Yogyakarta.
Tabel 5 : Praktik Mengajar di Kelas

Hari, tanggal Jam ke Kelas Materi
Selasa,03 Oktober 2017 6-7 XI MIPA 2 Laju reaksi: pengertian dan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi (suhu dan luas permukaan)
Rabu, 04 Oktober 2017 3-5 X MIPA 5 Ikatan kimia: kestabilan unsur dan ikatan ion
Sabtu, 07 Oktober 2017 7-8 XI MIPA 2 Laju reaksi: pengertian dan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi (katalis dan konsentrasi)
Selasa, 10 Oktober 2017 6-7 XI MIPA 2 Laju reaksi : hukum laju dan orde reaksi
Rabu, 11 Oktober 2017 3-5 X MIPA 5 Ikatan kimia: ikatan kovalen tunggal dan rangkap
Sabtu, 14 Oktober 2017 7-8 XI MIPA 2 Laju reaksi : hukum laju dan orde reaksi
Selasa, 17 Oktober 2017 6-7 XI MIPA 2 Laju reaksi : hukum laju dan orde reaksi
Rabu, 18 Oktober 2017 3-5 X MIPA 5 Ikatan kimia: ikatan kovalen koordinasi dan kovalen polar
Sabtu, 21 Oktober 2017 7-8 XI MIPA 2 Laju reaksi : hukum laju dan orde reaksi
Selasa,24 Oktober 2017 6-7 XI MIPA 2 Laju reaksi : hukum laju dan orde reaksi
Rabu, 25 Oktober 2017 3-5 X MIPA 5 Ikatan kimia: ikatan logam
Kamis,26 Oktober 2017 6-7 XI MIPA 1 Kesetimbangan kimia: pengertian dan ciri-ciri kesetimbangan dinamis

Selasa, 31 Oktober 2017 3-5 XI MIPA 2 Kesetimbangan kimia: pengertian dan ciri-ciri kesetimbangan dinamis

Rabu, 01 November 2017 7-8 X MIPA 5 Ikatan kimia: bentuk molekul
Sabtu,04 November 2017 6-7 XI MIPA 2 Kesetimbangan kimia: tetapan kesetimbangan (Kc)
Selasa, 07 November 2017 3-5 XI MIPA 2 Kesetimbangan kimia: tetapan kesetimbangan (Kp):
Rabu, 08 November 2017 X MIPA 5 Ikatan kimia: bentuk molekul
Penilaian
Penilaian yang dilakukan oleh praktikan yaitu penilaian proses belajar (pengetahuan, dan sikap) dan penilaian hasil belajar. Penilaian proses belajar dilakukan saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Praktikan menilai siswa dari keaktifan dan antusias mereka baik dalam mengikuti pelajaran maupun kegiatan diskusi antarkelompok, sedangkan penilaian hasil belajar dilakukan dengan memberikan latihan soal. Penilaian hasil belajar berfungsi untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman siswa tentang materi yang sudah diajarkan. Penilaian yang dilakukan disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan. Selain itu, pemilihan metode pembelajaran juga disesuaikan dengan peran siswa yang dituntut untuk aktif sesuai kurikulum tiga belas (K-13 atau kurtilas). Alat evaluasi yang digunakan berupa soal-soal uraian sesuai indikator yang ingin dicapai. Selama melakukan praktik mengajar, praktikan menyiapkan lembar kerja peserta didik (LKPD) yang dikerjakan oleh siswa secara individu maupun kelompok agar dapat memahami materi yang disampaikan. Praktikan pun selalu memantau persiapan siswa dalam mengerjakan tugas-tugas tersebut.
Interaksi dengan siswa
Dalam kegiatan belajar mengajar, praktikan menerapkan pembelajaran interaktif maksudnya terjadi interaksi antara praktikan dengan siswa maupun antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya dengan baik. Peran praktikan sebagai fasilitator dan mengontrol situasi kelas menjadi prioritas utama. Praktikan memberikan materi pelajaran dan siswa menanyakan materi yang kurang dipahami, kemudian didiskusikan bersama. Praktikan berusaha untuk memfasilitasi, menyampaikan materi yang perlu diketahui oleh siswa, mengontrol, mengarahkan siswa untuk aktif berpikir dan terlibat dalam proses pembelajaran.
Penutup
Praktikan menutup pertemuan dengan terlebih dahulu menanyakan kembali materi yang disampaikan. Praktikan bersama siswa menyimpulkan materi dan meminta siswa lebih aktif dan kreatif. Praktikan pun memberikan tugas dan menyampaikan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan selanjutnya.
Umpan Balik dari Pembimbing
Pelaksanaan praktik mengajar ini tidak lepas dari peranan guru pembimbing. Guru pembimbing memberi masukan, saran, kritik serta motivasi bagi praktikan setelah selesai mengajar. Hal ini dapat digunakan sebagai bahan perbaikan untuk meningkatkan keterampilan mengajar praktikan. Selain guru, dosen pembimbing juga memberikan masukan kepada praktikan baik mengenai penyampaian materi yang disampaikan, kesesuaian konsep kimia dengan metode, alokasi waktu maupun cara mengelola kelas. Berikut beberapa umpan balik yang disampaikan dari guru pembimbing.
Guru pembimbing memberi masukan dan bimbingan terkait persiapan perangkat pembelajaran, baik berupa silabus maupun RPP;
Guru pembimbing memberikan arahan dalam mengelola kelas agar tercipta suasana yang kondusif untuk melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas salah satunya dengan lebih mengeraskan volume suara agar fokus siswa terjaga dan memperjelas intonasi ;
Guru pembimbing mengarahkan praktikan dalam memilih materi agar sesuai dengan kemampuan siswa dan waktu yang telah direncanakan.
Praktik Persekolahan
Kegiatan yang dilakukan oleh praktikan tidak hanya melakukan kegiatan belajar mengajar, tetapi juga melakukan kegiatan-kegiatan lain yang mendukung praktik persekolahan. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain yaitu pagi simpati, mengurus laboratorium, Inventarisasi buku perpustakaan, administrasi guru dan melakukan piket lobi, piket UKS, dan piket perpustakaan. Praktikan melakukan kegiatan praktik persekolahan di tempat-tempat tersebut sesuai dengan jadwal yang telah dibuat. Jadi, meskipun ada praktikan yang tidak melakukan kegiatan belajar mengajar, praktikan tersebut mempunyai kegiatan lain, sehingga tidak ada praktikan yang menganggur di sekolah.
Penyusunan Laporan
Tindak lanjut kegiatan PLT adalah penyusunan laporan sebagai pertanggungjawaban atas kegiatan PLT yang telah dilaksanakan. Laporan PLT berisi kegiatan yang dilakukan selama PLT. Laporan ini disusun secara individu dengan persetujuan guru pembimbing, koordinator PLT sekolah, Kepala Sekolah, dan dosen pembimbing PLT.
ANALISIS HASIL PELAKSANAAN
Selama pelaksanaan PLT, praktikan memperoleh banyak ilmu dan pengalaman tentang cara menjadi guru yang professional serta beradaptasi dengan lingkungan sekolah baik dengan guru, karyawan, siswa dan warga sekolah lainnya. Selain itu, praktikan juga memperoleh pengetahuan cara melaksanakan kegiatan persekolahan selain mengajar. Adapun secara terperinci hasil PLT adalah sebagai berikut:
Hasil Praktik Mengajar
Kegiatan praktik mengajar di kelas telah selesai dilaksanakan oleh praktikan sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Selama kegiatan tersebut, praktikan memperoleh pengalaman mengajar yang akan membentuk keterampilan calon seorang guru sehingga kelak dapat menjadi guru yang profesional. Pada saat proses pembelajaran di kelas, ada beberapa siswa yang kurang memperhatikan praktikan dalam menyampaikan materi sehingga membuat kondisi kelas kurang kondusif terutama kelas XI. Hal ini terjadi karena kurangnya keterampilan praktikan dalam mengelola kelas. Selain itu dipengaruhi pula rentang usia yang tidak terpaut jauh dengan siswa. Berbeda dengan saat diajar oleh guru mata pelajaran, sebagian besar siswa memperhatikan pelajaran dan kondisi kelas cukup kondusif. Di samping itu, masih terdapat siswa yang enggan bertanya ketika merasa kesulitan dalam memahami materi sehingga praktika belum melakukan pendekatan terhadap siswa. Hal ini karena kurangnya kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran dan absen pada pertemuan sebelumnya. Oleh karena itu, praktikan perlu meningkatkan keterampilan mengelola kelas, ketegasan dan pendekatan kepada siswa agar terjalin hubungan yang harmonis antara praktikan dengan siswa.
Faktor Pendukung dan Faktor Hambatan dalam Pelaksanaan PLT
Dari kegiatan yang telah dilaksanakan, praktikan dapat menganalisis beberapa faktor pendukung dan faktor penghambat dalam melaksanakan program PLT, di antaranya
Faktor Pendukung Program PLT
Guru pembimbing yang senantiasa membimbing dan mengarahkan (selalu masuk kelas setiap praktikan praktek mengajar) sehingga kekurangan-kekurangan praktikan pada waktu proses pembelajaran dapat diketahui. Selain itu, praktikan diberikan saran dan kritik untuk perbaikan proses pembelajaran berikutnya.
Tersedianya LCD atau Projector yang terdapat di tiap kelas sehingga dapat mendukung kelancaran proses pembelajaran.
Tersedianya bahan dan alat di laboratorium sehingga praktikan dapat melakukan pembelajaran praktikum.
Siswa-siswa yang sebagian besar kooperatif pada saat pelajaran berlangsung.
Teman-teman satu kelompok PLT yang saling bertukar pikiran metode untuk mengajar.
Faktor Penghambat
Kurangnya ketermapilan dalam mengelola kelas.
Kurang persiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran, sehingga materi yang seharusnya tersampaikan belum bisa tersampaikan.
Kondisi kelas kurang kondusif dikarenakan adanya siswa yang kurang memperhatikan dan membuat kegaduhan di kelas sehingga mengganggu siswa lain yang ingin belajar. Selain itu jam pelajaran kimia terutama untuk kelas XI dilaksanakan di siang hari.
Kurangnya motivasi siswa dalam belajar sehingga menyebabkan proses pembelajaran berjalan lambat.
Terjadi kesenjangan keaktifan siswa di kelas. Ada beberapa yang siswa yang memang sangat aktif sedangkan lainnya cenderung pasif dan hanya menunggu informasi dari praktikan sebagai guru.
Keterbatasan waktu mengajar sehingga beberapa materi belum tersampaikan dan terkesan terburu-buru
Usaha dalam Mengatasi Hambatan
Dari berbagai faktor penghambat yang muncul saat kegiatan PLT berlangsung, praktikan dapat menemukan usaha untuk mengatasinya adalah sebagai berikut.
Praktikan melakukan konsultasi dengan guru pembimbing mengenai teknik pengelolaan kelas yang sesuai untuk mata pelajaran yang akan diajarkannya.
Diciptakan suasana belajar yang serius tetapi santai, yakni penyampaian materi dengan diselingi sedikit humor dan video. Hal ini dilakukan untuk menghindari kurangnya konsentrasi, rasa jenuh dan bosan dari siswa karena suasana yang tidak kondusif.
Memberi motivasi kepada siswa agar lebih semangat dalam belajar. Motivasi diberikan saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Terutama karena tidak lama lagi, kelas XII akan menghadapi UN.
Menampilkan media pembelajaran terbaik yang bisa diusahakan oleh praktikan. Hal ini berguna untuk mempermudah praktikan dalam penyampaian materi agar mudah ditangkap dan dipahami oleh siswa.
Materi yang diberikan harus sesuai dengan kemampuan siswa dan penyajian materi sesuai dengan keinginan siswa agar lebih menarik.
Memberikan dorongan kepada siswa agar proses pembelajaran tidak berjalan pasif.
Menggunakan metode mengajar yang interaktif, komunikatif, dan menarik sehingga semua siswa termotivasi untuk aktif di dalam kelas.
Melakukan pendekatan secara personal dengan siswa agar siswa memberi respon lebih terhadap pengajar dan materi yang disampaikan.
Manfaat Pelaksanaan PLT
Secara keseluruhan program PLT dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana. Hal ini dapat didukung pada tahap awal persiapan (pembekalan) yang memberikan bekal cukup bagi praktikan untuk terjun ke lapangan. Pembekalan PLT relevan dengan yang terjadi di lapangan. Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan PLT adalah sebagai berikut.
Mahasiswa dapat merasakan dan mengenal bagaimana kehidupan seorang guru yang sebenarnya serta dapat berusaha untuk membentuk sikap guru yang profesional.
PLT menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa tentang administrasi guru dan kegiatan lain yang menunjang kelancaran KBM.
Kegiatan PLT dapat memberikan gambaran nyata kondisi dan situasi lingkungan sekolah.

REFLEKSI PLT
Proram PLT memberikan ilmu dan pengalaman bagi praktikan tentang cara mejadi guru professional di masa depan. PLT memberikan gambaran nyata tentang keja guru di lapangan, baik kegiatan mengajar maupun non mengajar. Selama melaksanakan kegiatan PLT di SMA Negeri 5 Yogyakarta ini, praktikan merasa senang dan bahagia dapat berbagi ilmu kepada orang lain. Hal tersebut tentu akan menjadi motivasi tersendiri bagi praktikan agar lebih meningkatkan kualitas diri, memperbaiki berbagai macam kekurangan, dan berusaha untuk menjadi guru profesional. Tidak hanya berbagi saja, namun praktikan juga merasa senang akrena memperoleh ilmu yang bermanfaat, motivasi dan pengalaman terutama dari guru pembimbing. Hal ini tentunya akan dijadikan bekal oleh praktikan untuk menghadapi berbagai tantangan dan rintangan di dunia kerja kelak. Kegiatan Praktik Lapangan Terbimbing ini menjadi sebuah momentum pembelajaran yang wajib diikuti oleh calon guru. Hal ini akan menambah pengetahuan bagi calon guru terkait bidang yang ditekuninya dan beberapa kegiatan-kegiatan lain yang mendukung bidang tersebut, khususnya dalam bidang studi Pendidikan Kimia. Praktikan dapat mengaplikasikan secara langsung ilmu-ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah ke lapangan atau lokasi tujuan. Praktikan juga menghadapi secara langsung interaksi yang terjadi antara guru, karyawan, siswa serta warga sekolah.
Praktikan dapat memberikan motivasi kepada siswa terkait pentingnya belajar kimia. Selain berkaitan dengan pembelajaran, interaksi sosial yang terjalin antara praktikan, guru, karyawan, dan siswa cukup harmonis dan mampu menumbuhkan kerja sama yang baik, sehingga seluruh kegiatan yang direncanakan dapat terlaksana dengan lancar dan tanpa ada kendala yang berat. Selain itu, interaksi sosial yang terjadi secara langsung juga mampu menumbuhkan motivasi, dukungan, dan perubahan yang lebih baik. Setelah melaksanakan kegiatan PLT ini, praktikan memahami bahwa dalam bekerja juga dibutuhkan sikap empati dan simpati kepada sesama serta sikap saling menolong dan saling membantu. Penilaian seseorang tidak hanya dilihat dari ranah kognitifnya saja, melainkan juga pada ranah afektif serta psikomotoriknya. Melalui kegiatan PLT ini, didapatkan juga pelajaran bahwa dalam mengajar dibutuhkan persiapan yang matang serta penyampaian konsep yang benar sehingga tidak menjerumuskan siswa pada miskonsepsi dan salah konsep.


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pada pelaksanaan kegiatan PLT di SMA Negeri 5 Yogyakarta telah banyak memberikan manfaat dan pengalaman bagi praktikan, baik dalam hal yang menyangkut proses kegiatan belajar mengajar maupun kegiatan di luar kelas. Teori yang digunakan dalam melaksanakan PLT dan pengembangan lebih lanjutnya merupakan penerapan teori yang telah diperoleh di bangku perkuliahan. Hal ini digunakan sebagai sarana untuk mendapatkan pengalaman faktual mengenai proses pembelajaran dan pendidikan lainnnya. Berdasarkan kegiatan PLT yang telah dilaksanakan oleh praktikan selama 2 bulan ini ada beberapa hal yang dapat praktikan simpulkan adalah sebagai berikut.
Kegiatan PLT yang telah dilaksanakan oleh praktikan di SMA Negeri 5 Yogyakarta telah memberikan pengalaman, baik suka maupun duka menjadi seorang guru atau tenaga kependidikan dengan segala tuntutannya, seperti persiapan administrasi pembelajaran, persiapan materi, dan persiapan mental untuk mengajar siswa di kelas.
Praktik pengalaman lapangan dapat menambah rasa percaya diri, memupuk kedisiplinan, dan menumbuhkan loyalitas terhadap profesi guru serta tenaga kependidikanan bagi mahasiswa.
Kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 5 Yogyakarta sudah berjalan dengan lancar dan baik.
Hubungan antara anggota keluarga besar SMA Negeri 5 Yogyakarta yang terdiri atas kepala sekolah, para guru, staf karyawan, dan seluruh siswa terjalin dengan sangat baik dan harmonis sehingga menunjang kegiatan belajar mengajar.
Saran
Beberapa saran yang dapat diberikan dari program PLT yang telah dilaksanakan demi peningkatan kualitas PLT dimasa yang akan datang adalah sebagai berikut.
Bagi mahasiswa praktikan periode berikutnya
Pelaksanaan observasi sebelum kegiatan PLT yang dilakukan sangat bermanfaat, sehingga harus digunakan seefektif mungkin untuk menentukan program kerja yang akan dilaksanakan.
Mahasiswa PLT hendaknya tidak hanya sekedar melaksanakan program kerja namun harus dapat mengambil pengalaman dan pemahaman tentang sistem pelaksanaan pembelajaran di sekolah tersebut agar dapat menerapkan pengalaman yang diperolehnya dalam dunia kerja mendatang.
Sebelum mengajar hendaknya materi sudah dikuasai dan perlengkapan yang akan digunakan sudah siap.
Bina hubungan baik dengan lembaga atau instansi pendidikan yang akan diajak kerja sama.
Jangan menunda-nunda pekerjaan. Sebaiknya tanggung jawab segera
diselesaikan.
Lakukan segala hal dengan ikhlas dan sabar.
Bagi SMA Negeri 5 Yogyakarta
Mempertahankan kerjasama pelaksanaan LPPMP dengan Universitas Negeri Yogyakarta.
Etos kerja dan semangat untuk maju bagi guru dan karyawan perlu ditingkatkan agar menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dan mampu bersaing.
Semangat belajar siswa hendaknya senantiasa ditingkatkan agar mampu bersaing di era global.
Meningkatkan kerjasama dan komunikasi sesama warga sekolah agar terjalin kekeluargaan dalam mendukung peningkatan kualitas sekolah.
Bagi Universitas Negeri Yogyakarta
Mempertahankan kerjasama LPPMP dengan SMA Negeri 5 Yogyakarta.
Pembekalan pada mahasiswa yang akan melakukan PLT hendaknya lebih ditingkatkan dan lebih ditekankan pada pelaksanaan teknis di lapangan.
Mempermudah pelayanan birokrasi dan penyusunan laporan dalam pelaksanaan PLT.
Pematangan sistem dan sosialisasi jika akan menggunakan sistem yang baru.

DAFTAR PUSTAKA
TIM PL PLT dan PKL. 2017. Panduan Pengajaran Mikro. Yogyakarta: PL PLT dan PKL LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta.
TIM PL PLT dan PKL. 2017. Materi Pembekalan KKN-PLT. Yogyakarta: PL PLT dan PKL LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta.
TIM PL PLT dan PKL. 2017. Panduan PLT/ Magang III UNY 2017. Yogyakarta: PL PLT dan PKL LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta.
























LAMPIRAN 1
(Laporan Observasi Kondisi Sekolah)


LAPORAN OBSERVASI KONDISI SEKOLAH
Universitas Negeri Yogyakarta

NAMA SEKOLAH : SMA Negeri 5 Yogyakarta
ALAMAT SEKOLAH : Jl. Nyi Pembayun no. 39, Kotagede YK NAMA MAHASISWA : Shaaliyah Novita Faradina
NO. MAHASISWA : 14303241042
FAK/JUR/PRODI : MIPA / Pendidikan Kimia


NO Aspek yang
Diamati Deskripsi hasil pengamatan Keterangan
1 Kondisi fisik
Sekolah Kondisi fisik sekolah dapat dikatakan baik. Gedung-gedung pelaksanaan KBM layak untuk digunakan.
Papan-papan ruangan terpasang semua, baik kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, kamar mandi baik untuk guru, siswa laki-laki dan siswa perempuan.
Toilet siswa yang berada di bagian belakang dan saming sekolah maupun didalam ruangan tergolong bersih dan layak digunakan. -
2 Potensi siswa Siswa meraih berbagai macam piala dalam berbagai perlombaan. Hal ini menunjukkan potensi siswa yang cukup baik.
3 Potensi guru Mayoritas guru sudah menyelesaikan program pendidikan S1, bahkan beberapa guru sudah menyelesaikan pendidikan S2. Dengan demikian, guru lebih berkompeten mendidik siswa sesuai mata pelajaran yang diampu.
4 Potensi karyawan Potensi karyawan sudah baik, ini terlihat dengan kinerja yang baik serta layanan yang ramah dan tidak sungkan untuk memberikan bantuan.
5 Fasilitas KBM,
Media Fasilitas yang terdapat di dalam kelas sebagai penunjang KBM dapat dikatakan lengkap , yakni dengan tersedianya white board, LCD projector, speaker, serta meja dan kursi yang memenuhi syarat untuk digunakan dalam pelaksanaan KBM.
6 Perpustakaan Ruang perpustakaan cukup kondusif dengan suasana sekitar yang tenang, dan difasilitasi dengan kipas angin dan beberapa komputer yang tersambung internet. Hal ini membuat ruangan perpustakaan ini cukup nyaman.
Penataan buku-buku rapi, disertai dengan label pada rak buku yang mempermudah pengunjung untuk mencari jenis buku yang akan dibaca. Koleksi buku rata-rata berbentuk buku
pelajaran. Koleksi umum tidak terlalu
banyak.
Pemanfaatan rak untuk surat kabar sudah cukup optimal dan cukup update dengan beberapa bacaan seperti majalah umum seperti koran umum ataupun koran olahraga.
7 Laboratorium Meliputi lab. Kimia, lab. Bahasa, lab. Fisika, lab. Multimedia, lab. Biologi yang terawat. Pemanfaatannya maksimal oleh siswa. Dan didukung alat-alat praktek yang lengkap
8 Bimbingan
Konseling Ruangan bimbingan konseling sangat kondusif untuk digunakan sebagai sarana bimbingan, karena ruangan cukup luas dan lebih terkonsentrasi.
9 Bimbingan belajar Kegiatan bimbingan belajar dilaksanakan tiap sebelum pelajaran awal dimulai (jam ke-0). Hal ini diperuntukan untuk siswa kelas XII.
10 Ekstrakurikuler Kegiatan Pramuka diwajibkan bagi
siswa kelas X.
Ekstrakurikuler di SMA N 5 Yogyakarta terdapat 15 cabang yang diperuntukan untuk siswa kelas X dan XI.
11 Organisasi dan
fasilitas osis Kepengurusan OSIS terdiri dari BPH
(pengurus inti), Sekbid, dan MPK
Keadaan ruang OSIS kurang terawat. Kebersihan tidak terjaga.
12 Organisasi dan
fasilitas UKS Fasilitas mencukupi, meliputi tempat
tidur, selimut, bantal, almari obat- obatan, dan perangkat P3K.
13 Administrasi Administrasi karyawan : penggunaan
presensi dengan sidik ibu jari.
Semua tata administrasi terpadu di unit Tata Usaha.
14 Karya Tulis Ilmiah
Remaja Karya Tulis Ilmiah Remaja terkait dengan pengesahan di tangani oleh guru pendamping dan WAKA Kesiswaan.
15 Koperasi siswa Koperasi siswa berada di samping ruang multimedia yang tergolongkurang lengkap dan jarang buka. -
17 Tempat Ibadah Tempat ibadah bagi yang beragama Islam ada fasilitas Masjid. Keadaan fisik dari masjid cukup baik, baik itu dalam ruangan masjid ataupun tempat wudhu yang bisa dikatakan bersih terawat.
18 Kesehatan
Lingkungan Untuk kesehatan lingkungan, sudah ada fasilitas tempat sampah yang disendirikan antara sampah organic dan anorganik, bahkaan disediakan 4 buah tempat sampah yang sudah dijeniskan yaitu jenis plastik, almunium, kertas dan organik.
Dari kebersihan kantin kurang diperhatikan. Perlu adanya tindak lanjut karena kantin sebagai tempat makan.
19 Lain-lain Keadaan untuk fasilitas Basket cukup
baik dan terpenuhi dengan adanya
lapanagan basket sendiri lepas dari
lapangan upacara.
Tanaman yang ada di sekolah terawat dengan baik, baik tanaman keras ataupun tanaman hias.
Adanya kolam-kolam ikan hias yang terawat dan bersih.

Yogyakarta, 17 September 2017


Mengetahui,
Koordinator PLT Sekolah




Sri Suyatmi, S.Pd
NIP 19691912 199412 2 003
Mahasiswa PLT




Shaaliyah Novita Faradina
NIM. 14303241042















LAMPIRAN 2
(Laporan Observasi Pembelajaran di Kelas)


























NAMA MAHASISWA :Shaaliyah Novita PUKUL : 07.00 – selesai
NO. MAHASISWA : 14303241042 TEMPAT : SMA N 5 Yogyakarta
TGL. OBSERVASI : 17 Sept 2017 FAK/JUR : MIPA/ Pendidikan Kimia


NO ASPEK YANG DIAMATI DESKRIPSI HASIL PENGAMATAN
A Perangkat Pembelajaran
1. Kurtilas Pelajaran kimia kelas X dan XI menggunakan kurtilas sedangkan kelas XII kurikulum KTSP
2. Silabus Materi Pembelajaran sudah sesuai dengan silabus.
3. Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) Dalam proses pembelajaran Kimia , guru
berpedoman pada RPP yang telah dibuat dan disesuaikan dengan format RPP versi kurtilas
B Proses Pembelajaran
1. Membuka pelajaran Guru mengucapkan salam kemudian presensi
dengan menyebutkan nama peserta didik satu per satu. Apersepsi dilakukan dengan menekankan kembali materi pembelajaran sebelumnya
2. Penyajian materi Guru memberikan handout terkait materi,
penjelasan melalui ceramah dan tulisan serta gambar di white board. Hal ini dinilai cukup efektif mengingat materi yang disampaikan bersifat hitungan
3. Metode pembelajaran Ceramah interaktif, tanya jawab, dan diskusi
4. Penggunaan bahasa Bahasa Indonesia
5. Penggunaan waktu Sesuai waktu yang telah ditetapkan
6. Gerak Tidak hanya terpusat di depan kelas, namun di sisi kiri, tengah, maupun kanan
7. Cara memotivasi siswa Guru memberikan penguatan berupa kalimat
kalimat penyemangat di sela-sela penjelasan materi
8. Teknik bertanya Menyeluruh ke semua peserta didik

9. Teknik penguasaan kelas Menggunakan kata “Halo?” untuk membuat kelas
kembali fokus terhadap pelajaran
10. Penggunaan media Handout dan white board
11. Bentuk dan cara evaluasi Guru memberikan lembar tugas yang harus
diselesaikan di rumah dan akan dibahas pertemuan berikutnya
12. Menutup pelajaran Guru mengingatkan kembali tugas yang harus
diselesaikan, doa, dan salam
C Perilaku Siswa
1. Perilaku siswa di dalam kelas 90% siswa fokus terhadap penjelasan yang

disampaikan. Pada 30 menit terakhir pelajaran, peserta didik sudah mulai kurang focus
2. Perilaku siswa di luar kelas Hubungan antar peserta didik maupun peserta didik
dengan guru berlangsung baik. Siswa pun terlihat menghormati, sopan, dan ramah terhadap warga sekolah lainnya


Yogyakarta, 18 September 2017


Mengetahui,

Guru pembimbing




Kasimin, S.Pd
NIP 19720525 201406 1 003

Mahasiswa PLT




Shaaliyah Novita Faradina
NIM. 14303241042












LAMPIRAN 3
(Matriks)


MATRIKS PROGRAM KERJA INDIVIDU

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2017

Universitas Negeri Yogyakarta




F01

mahasiswa




Nomor Lokasi :
Nama Sekolah /Lembaga : SMA Negeri 5 Yogyakarta
Alamat Sekolah/Lembaga : Jl. Nyi Pembayun no. 39 Kotagede, Yogyakarta

No Program PPL Jumlah Jam Per Minggu Jumlah
Jam
I II III IV V VI VII VIII IX

1. Kegiatan Belajar Mengajar

a. Persiapan

• Observasi Kelas 6 4

• Konsultasi dengan guru pembimbing 2.5

• Pembuatan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang
disesuaikan dengan silabus

• Pembuatan dan pengembangan media pembelajaran Kimia

• Penguasaan dan pendalaman materi yang akan diajarkan di dalam



Kelas
Pembuatan silabus, 6
Pembuatan program tahunan 2
Pembuatan program semester 11
Pembuatan bahan ajar (modul) 9
Membuat LKPD

b. Pelaksanaan

• Mendampingi/mengikuti guru pembimbing mengajar dikelas

• Mengajar dikelas dengan metode dan media pembelajaran yang
sesuai

•Praktikum dan asistensi praktikum
• Membuat soal tes peningakatan mutu (TPM)
• Membuat soal Penilaian Akhir Semester
c. Evaluasi dan Tindak Lanjut Hasil Evaluasi

• Pengoreksian tugas harian dan tes (penilaian)

•Menganalisis soal
•Membuat daftar penilaian kelas X dan XI
2. Kegiatan Non Kependidikan

a. Upacara Bendera

b. Piket lobi

c. Administrasi perpustakaan

d. Jadwal piket UKS
e. Pengajian machetar
f. Penataan perpustakaan
3. Pembuatan Laporan PPL

a. Persiapan

• Mempelajari buku panduan PLT UNY 2017

• Mempelajari contoh laporan PLT UNY

b. Pelaksanaan

• Pembuatan Laporan PLT

c. Evaluasi dan Tindak Lanjut Hasil Evaluasi

• Konsultasi dengan guru pembimbing dan DPL PTL

• Evaluasi


Total Jam 272


Mengetahui, Yogyakarta, 16 September 2016
Kepala Sekolah SMA 5 YK Dosen Pembimbing Lapangan Guru Mata Pelajaran Mahasiswa Praktikan













Drs. Jumiran, M.Pd.I. Dr. Antuni Wiyarsi,M.Sc Kasimin, S.Pd Fachrunnisa Fulan Anggraini

NIP.19590227 198203 1 001 NIP. 19800825 200501 2 002 NIP 19720525 201406 1 003 NIM. 13303241036





















LAMPIRAN 4
(Kartu Bimbingan)













LAMPIRAN 5
(Jam Pelajaran Efektif)

PERHITUNGAN JAM PELAJARAN EFEKTIF
SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
MAPEL KIMIA
KELAS X & XI
KELAS X (SEMESTER I)
BULAN MINGGU EFEKTIF JP EFEKTIF KETERANGAN
JULI 2 6 1 MINGGU = 3 JP
AGUSTUS 5 15
SEPTEMBER 4 12
OKTOBER 4 12
NOVEMBER 5 15
DESEMBER 2 6
TOTAL 22 66

(SEMESTER II)
BULAN MINGGU EFEKTIF JP EFEKTIF KETERANGAN
JANUARI 5 15 1 MINGGU = 3 JP
FEBRUARI 4 12
MARET 4 12
APRIL 4 12
MEI 5 15
JUNI 1 3
TOTAL 23 69



KELAS XI (SEMESTER I)
BULAN MINGGU EFEKTIF JP EFEKTIF KETERANGAN
JULI 2 8 1 MINGGU = 4 JP
AGUSTUS 5 20
SEPTEMBER 4 16
OKTOBER 4 16
NOVEMBER 5 20
DESEMBER 2 8
TOTAL 22 88

(SEMESTER II)
BULAN MINGGU EFEKTIF JP EFEKTIF KETERANGAN
JANUARI 5 20 1 MINGGU = 4 JP
FEBRUARI 4 16
MARET 4 16
APRIL 4 16
MEI 5 20
JUNI 1 4
TOTAL 23 92


















LAMPIRAN 6
(Jam Praktek Mengajar)





JADWAL PRAKTIK MENGAJAR KIMIA
Nama lokasi : Shaaliyah Novita Faradia
Alamat lokasi : SMA Negeri 5 Yogyakarta
Nama : Shaaliyah Novita Faradina
NIM : 14303241042
No. Hari. tanggal Waktu Kelas Materi
1. Selasa,03 Oktober 2017 6-7 XI MIPA 2 Laju reaksi: pengertian dan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi (suhu dan luas permukaan)
2. Rabu, 04 Oktober 2017 3-5 X MIPA 5 Ikatan kimia: kestabilan unsur dan ikatan ion
3. Sabtu, 07 Oktober 2017 7-8 XI MIPA 2 Laju reaksi: pengertian dan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi (katalis dan konsentrasi)
4. Selasa, 10 Oktober 2017 6-7 XI MIPA 2 Laju reaksi : hukum laju dan orde reaksi
5. Rabu, 11 Oktober 2017 3-5 X MIPA 5 Ikatan kimia: ikatan kovalen tunggal dan rangkap
6. Sabtu, 14 Oktober 2017 7-8 XI MIPA 2 Laju reaksi : hukum laju dan orde reaksi
7. Selasa, 17 Oktober 2017 6-7 XI MIPA 2 Laju reaksi : hukum laju dan orde reaksi
8. Rabu, 18 Oktober 2017 3-5 X MIPA 5 Ikatan kimia: ikatan kovalen koordinasi dan kovalen polar
9. Sabtu, 21 Oktober 2017 7-8 XI MIPA 2 Laju reaksi : hukum laju dan orde reaksi
10. Selasa,24 Oktober 2017 6-7 XI MIPA 2 Laju reaksi : hukum laju dan orde reaksi
11. Rabu, 25 Oktober 2017 3-5 X MIPA 5 Ikatan kimia: ikatan logam
12. Kamis,26 Oktober 2017 6-7 XI MIPA 1 Kesetimbangan kimia: pengertian dan ciri-ciri kesetimbangan dinamis

13. Selasa, 31 Oktober 2017 3-5 XI MIPA 2 Kesetimbangan kimia: pengertian dan ciri-ciri kesetimbangan dinamis

14. Rabu, 01 November 2017 7-8 X MIPA 5 Ikatan kimia: bentuk molekul
15. Sabtu,04 November 2017 6-7 XI MIPA 2 Kesetimbangan kimia: tetapan kesetimbangan (Kc)
16. Selasa, 07 November 2017 3-5 XI MIPA 2 Kesetimbangan kimia: tetapan kesetimbangan (Kp):
17. Rabu, 08 November 2017 3-5 X MIPA 5 Ikatan kimia: bentuk molekul






LAMPIRAN 7
(Silabus)


SILABUS
Satuan Penduidikan : SMA Negeri 5 Yogyakarta
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas : X
Semester : Gasal
Alokasi Waktu : 66 jpl ( satu semester )
Kompetensi Inti :
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif dan pro-aktif melalui keteladanan, pemberian nasehat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR
3.1 Menjelaskan metode ilmiah, hakikat ilmu kimia, keselamatan dan keamanan di laboratorium, serta peran kimia dalam kehidupan.
3.1.1 Menjelaskan hakikat ilmu kimia
3.1.2 Menjelaskan peran kimia dalam kehidupan
3.1.3 Menjelaskan materi dan klasifikasinya
4.1.1 Menerapkan metode ilmiah
4.1.2 Menerapkan keselamatan dan keamanan bekerja dalam laboratorium kimia

Hakikat ilmu kimia, metode ilmiah, keselamat-an dan keamanan kimia di laboratori-um, serta peran kimia dalam kehidupan
Hakikat ilmu Kimia
Metode ilmiah
Keselamat¬an dan keamanan bekerja di laboratori¬um kimia
Peran kimia dalam kehidupan
Materi dan klasifikasinya Mengamati produk-produk dalam kehidupan sehari-hari, misalnya: sabun, detergen, pasta gigi, shampo, kosmetik, obat, susu, keju, mentega, minyak goreng, garam dapur, asam cuka, dan lain lain yang mengandung bahan kimia.
Mengunjungi laboratorium untuk mengenal alat-alat laboratorium kimia dan fungsinya serta mengenal beberapa bahan kimia dan sifatnya (mudah meledak, mudah terbakar, beracun, penyebab iritasi, korosif, dan lain-lain).
Mengamati dan membahas gambar atau video orang yang sedang bekerja di laboratorium untuk memahami prosedur standar tentang keselamatan dan keamanan kimia di laboratorium.
Membahas cara kerja ilmuwan kimia dalam melakukan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah (membuat hipotesis, melakukan percobaan, dan menyimpulkan)
Membahas dan menyajikan peran Kimia dalam ilmu lainnya baik ilmu dasar, seperti biologi, astronomi, geologi, maupun ilmu terapan seperti pertambangan, kesehatan, pertanian, perikanan dan teknologi.
Merancang dan melakukan percobaan ilmiah sederhana, misalnya menentukan variabel yang mempengaruhi kelarutan gula dalam air dan mempresentasikan hasil percobaan. Instrument penilaian:
Kuis, Tugas (individu dan kelompok), Penilaian (Harian, Tengah Semester, Akhir Semester)
Bentuk instrumen:
Laporan tertulis, tes tertulis, laporan kinerja
Portofolio:
Laporan pengamatan 6 jp Buku teks kimia Kelas X
Literatur lain yang relevan (Encarta dan Encyclopedia)
Lembar kerja

Menyajikan hasil rancangan dan hasil percobaan ilmiah
Menganalisis perkembangan model atom dari model atom Dalton, Thomson, Rutherford, Bohr, dan Mekanika Gelombang. 3.2.1Menjelaskan perkembangan model atom dan partikel penyusun atom.
3.2.2 Membandingkan model atom Dalton hingga Mekanika Gelombang
4.2.1 Menjelaskan fenomena alam menggunakan model atom
3.3.1 Menjelaskan konfigurasi elektron
4.3.1 Menjelaskan letak unsur dalam table periodik berdasarkan konfigurasi elektron
3.4.1 Menjelaskan penyusunan unsur dalam table periodik unsur berdasarkan sifat
3.4.2 Menjelaskan kecenderungan dan pengecualian penyusunan unsur dalam table periodik berdasarkan sifat
4.4.1 menganalisi kemiripan sifat dari unsur – unsur dalam satu golongan dan periode
Struktur Atom dan Tabel Periodik
Perkembangan model atom Dalton, Thomson, Rutherford, Niels Bohr, De brolie (Mekanika Gelombang)
Partikel penyusun atom
Nomor atom, nomor massa, dan isotop
Teori atom mekanika kuantum
Konfigurasi elektron
dan diagram orbital
Prinsip Aufbauf
Azas Pauli (Prinsip Eksklusi Pauli)
Aturan Hund
Bilangan kuantum dan bentuk orbital.
Tabel periodik dan sifat keperiodikan unsur
Hubungan Konfigurasi elektron dengan letak unsur dalam tabel periodik.
Mengamati video percobaan yang melandasi perkembangan teori atom terkait penemuan partikel penyusun atom (mis: percobaan sinar katoda).
Menyimak penjelasan dan menggambarkan model-model atom menurut Dalton, Thomson, Rutherford, Bohr, dan mekanika kuantum.
Mendiskusikan dan membuat perbandingan teori atom (Dalton hingga Mekanika Gelombang)
Menyimak penjelasan keberadaan unsur – unsur di alam yang memiliki jumlah proton yang sama namun nomor massa yang berbeda seperti Hidrogen dan Karbon.
Membahas penyebab benda memiliki warna yang berbeda-beda berdasarkan model atom Bohr.
Mereview teori Mekanika Gelombang dan menjelaskan tentang konsep kulit, sub kulit, dan orbital.
Menentukan bilangan kuantum tertentu dari suat atom.
Membahas prinsip dan aturan penulisan konfigurasi elektron dan menuliskan konfigurasi elektron dalam bentuk diagram orbital serta menentukan bilangan kuantum dari setiap elektron.
Mengamati Tabel Periodik Unsur untuk menunjukkan bahwa unsur-unsur dapat disusun dalam suatu tabel berdasarkan kesamaan sifat unsur.
Membahas perkembangan sistem periodik unsur dikaitkan dengan letak unsur dalam Tabel Periodik Unsur berdasarkan konfigurasi elektron.
Mengamati Tabel Periodik Unsur untuk menunjukkan bahwa unsur-unsur dapat disusun dalam suatu tabel berdasarkan kesamaan sifat unsur.
Menganalisis dan mempresentasi¬kan hubungan antara nomor atom dengan sifat keperiodikan unsur (jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elekton, dan keelektronegatifan) berdasarkan data sifat keperiodikan unsur.
Menyimpulkan letak unsur dalam tabel periodik berdasarkan konfigurasi elektron dan memperkirakan sifat fisik dan sifat kimia unsur tersebut.
Membuat dan menyajikan karya yang berkaitan dengan model atom, Tabel Periodik Unsur, atau grafik keperiodikan sifat unsur. Instrument penilaian:
Kuis, Tugas (individu dan kelompok), Penilaian (Harian, Tengah Semester, Akhir Semester)
Bentuk instrumen:
Laporan tertulis, tes tertulis, laporan kinerja
Portofolio:
Laporan pengamatan 25 jp Buku teks kimia Kelas X
Literatur lain yang relevan (Encarta dan Encyclopedia)
Lembar kerja

Menjelaskan konfigurasi elektron dan pola konfigurasi elektron terluar untuk setiap golongan dalam table periodik.
Menganalisis kemiripan sifat unsur dalam golongan dan keperiodikannya
Menggunakan model atom untuk menjelaskan fenomena alam atau hasil percobaan.
Menentukan letak suatu unsur dalam table periodik berdasarkan konfigurasi elektron.
Menyajikan hasil analisis data – data unsur dalam kaitannya dengan kemiripan dan sifat keperiodikan unsur.










3.5 Membandingkan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan logam serta kaitannya dengan sifat zat. 3.5.1 Menjelaskan Teori Lewis
3.5.2 Menjelaskan ikatan kimia, ikatan kovalen, ikatan kovaeln koordinasi dan ikatan logam
3.5.3 Membandingkan proses terbentuknya dan sifat antara ikatan ionik dengan ikatan kovalen
3.5.4 Menjelaskan perbedaan ikatan kovalen tunggal dan kobvalen rangkap.
3.6.1 Menjelaskan Teori Pasangan Elektron Kulit Valensi
3.6.2 Memprediksi bentuk molekul dengan Teori VSEPR
3.6.2 Menjelaskan Teori Domain Elektron
4.5.1 menganalisis perbedaan sifat senyawa ion dan senyawa kovalen
4.6.1 memprediksi bentul molekul menggunakan Teori VSEPR dan Teori Domain Elektron
4.7.1 Menganalisis ikatan dan interaksi dalam suatu senyawa berdasarkan sifat fisik
Ikatan Kimia, Bentuk Molekul, dan Interaksi Antarmolekul
Teori Lewis dan lambang Lewis
Ikatan ion dan ikatan kovalen
Senyawa kovalen polar dan nonpolar.
Ikatan logam
Bentuk molekul
Interaksi antarpartikel
Mengamati sifat beberapa bahan, seperti: plastik, keramik, dan urea.
Mengamati proses perubahan beberapa senyawa akibat pemanasan/pelelehan (mis: gula dan garam)
Menyimak teori Lewis tentang ikatan dan menuliskan struktur Lewis.
Menganalisis dan membandingkan proses pembentukan ikatan ion dan ikatan kovalen sehingga terdapat perbedaan titik leleh.
Mendiskusikan dan membandingkan proses pembentukan ikatan kovalen tunggal dan ikatan kovalen rangkap.
Membahas adanya pengecualian pada aturan oktet.
Mendiskusikan proses pembentukan ikatan kovalen koordinasi.
Mendiskusikan ikatan kovalen polar dan ikatan kovalen nonpolar serta senyawa polar dan senyawa nonpolar.
Merancang dan melakukan percobaan kepolaran beberapa senyawa dikaitkan dengan perbedaan keelektronegatifan unsur-unsur yang membentuk ikatan.
Mengamati gambar/model molekul/video beberapa bentuk molekul.
Mendiskusikan dan memperkirakan bentuk molekul berdasarkan teori jumlah pasangan elektron di sekitar inti atom dan hubungannya dengan kepolaran senyawa.
Membuat dan memaparkan model bentuk molekul dari bahan-bahan bekas, misalnya gabus dan karton, atau perangkat lunak kimia.
Mengamati kekuatan relatif paku dan tembaga dengan diameter yang sama dengan cara membenturkan kedua logam tersebut.
Mengamati dan menganalisis sifat-sifat logam dikaitkan dengan proses pembentukan ikatan logam.
Menyimpulkan bahwa jenis ikatan kimia berpengaruh kepada sifat fisik materi.
Mengamati dan menjelaskan perbedaan bentuk tetesan air di atas kaca dan di atas kaca yang dilapisi lilin.
Membahas penyebab air di atas daun talas berbentuk butiran.
Mendiskusikan interaksi antar molekul dan konsekuensinya terhadap sifat fisik senyawa.
Mendiskusikan jenis-jenis interaksi antar molekul (gaya London, interaksi dipol-dipol, dan ikatan hidrogen) serta kaitannya dengan sifat fisik senyawa. Instrument penilaian:
Kuis, Tugas (individu dan kelompok), Penilaian (Harian, Tengah Semester, Akhir Semester)
Bentuk instrumen:
Laporan tertulis, tes tertulis, laporan kinerja
Portofolio:
Laporan pengamatan 27 jp Buku teks kimia Kelas X
Literatur lain yang relevan (Encarta dan Encyclopedia)
Lembar kerja

3.6 Menerapkan Teori Pasangan Elektron Kulit Valensi (VSEPR) atau Teori Domain Elektron dalam bentuk molekul
3.7 Menghubungkan interaksi antar ion, atom dan molekul dengan sifat fisika zat.
4.5 Merancang dan melakukan percobaan untuk menunjukkan karakteristik senyawa ion atau senyawa kovalen berdasarkan sifat fisika.
Membuat model bentuk molekul dengan mengguna¬kan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar atau perangkat lunak kimia
4.7 Menerapkan prinsip interaksi antar ion, atom, dan molekul dalam menjelaskan sifat – sifat fisik zat di sekitarnya.


SILABUS
Satuan Penduidikan : SMA Negeri 5 Yogyakarta
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas : XI
Semester : 1
Alokasi Waktu : 88 jp

KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR
3.1 Menganalisis struktur dan sifat senyawa hidrokarbon berdasarkan kekhasan atom karbon dan golongan senyawanya


4.1 Membuat model visual berbagai struktur molekul hidrokarbon yang memiliki rumus molekul yang sama
Menjelaskan kekhasan atom karbon
Menggolongkan ngan hidrokarbon : alkana, alkena, dan alkuna
Menuliskan struktur dan tata nama hidrokarbon alkana, alkena alkuna
Membedakan struktrur hidrokarbon alkana, alkena alkuna
menuliskan struktur isomer senyawa alkana, alkena, dan alkuna
menjelaskan sifat-sifat fisik hidrokarbon alkana, alkena alkuna
merancang model visual struktur molekul hidrokarbon yang memiliki rumus molekul yang sama Senyawa Hidrokarbon
Kekhasan atom karbon
Atom C primer, sekunder, tertier, dan kuarterner
Rumus umum, struktur dan tata nama alkana, alkena dan alkuna
Sifat-sifat fisis dan kimia alkana, alkena dan alkuna
Isomer (pengertian keisomeran, keisomeran pada alkana,alkena dan alkuna, keisomeran struktur, keisomeran geometri)
Reaksi senyawa hidrokarbon dan kegunaan alkena dan alkuna (seperti plastic)

Mengamati senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari, misalnya plastik, lilin, dan tabung gas yang berisi elpiji serta nyala api pada kompor gas
Menyimak penjelasan kekhasan atom karbon yang menyebabkan banyaknya senyawa karbon dengan menggunakan alat peraga model atom karbon
Mendiskusikan jenis atom C berdasarkan jumlah atom C yang terikat pada rantai atom karbon (atom C primer, sekunder, tersier, dan kuarterner) dengan menggunakan molimod, bahan alam, atau perangkat lunak kimia(ChemSketch, Chemdraw, atau lainnya)
Mendiskusikan rumus umum alkana, alkena dan alkuna berdasarkan analisis rumus struktur dan rumus molekul
Mendiskusikan cara memberi nama senyawa alkana, alkena dan alkuna sesuai dengan aturan IUPAC
Mendiskusikan keteraturan sifat fisik (titik didih dan titik leleh) senyawa alkana, alkena dan alkuna
Memprediksi jenis isomer (isomer rangka, posisi, fungsi, geometri) dari senyawa hidrokarbon
Membedakan jenis reaksi alkana, alkena dan alkuna

Instrument penilaian:
Kuis, Tugas (individu dan kelompok), Penilaian (Harian, Tengah Semester, Akhir Semester)
Bentuk instrumen:
Laporan tertulis, tes tertulis, Portofolio:
Merancang model struktur molekul hidrokarbon 12 JP Sumber:
Buku teks kimia
Literatur lainnya
Perpustakaan
Internet

Bahan:
Bahan Ajar
Laptop
LCD
Media Pembelajaran (PPT, chemdraw, molimod dll)
LKPD
Siswa mampu:

3.2 Menjelaskan proses pembentukan fraksi-fraksi minyak bumi, teknik pemisahan serta kegunaannya

4.2 Menyajikan karya tentang proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi beserta kegunaannya
Mendiskusikan proses terbentuknya minyak bumi secara umum serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari
Mempresentasikan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minya bumi
Proses terbentuknya minyak bumi (proses dan komposis minyak bumi)
Fraksi minyak bumi dan mutu bensin (pengolahan, contoh hasil pengolahan, dan kegunaan)
Mengamati jenis bahan bakar minyak (BBM) yang dijual di SPBU
Mendiskusikan proses pembentukan minyak bumi dan cara mengeksplorasinya
Menganalisis proses penyulingan bertingkat untuk menghasilkan minyak bumi menjadi fraksi-fraksinya
Membandingkan kualitas bensin berdasarkan bilangan oktannya (Premium, Pertamax, dan sebagainya)
Membuat karya yang menggambarkan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi. Instrument penilaian:
Kuis, Tugas (individu dan kelompok(presentasi)), Penilaian (Harian, Tengah Semester, Akhir Semester)
Bentuk instrumen:
Laporan tertulis, tes tertulis, 4 JP Sumber:
Buku teks kimia
Literatur lainnya
Perpustakaan
Internet

Bahan:
Bahan Ajar
Laptop
LCD
Media Pembelajaran (PPT)
LKPD
3.3 Mengidentifikasi reaksi pembakaran hidrokarbon yang sempurna dan tidak sempurna serta sifat zat hasil pembakaran (CO2, CO, partikulat karbon)

4.3 Menyusun gagasan cara mengatasi dampak pembakaran senyawa karbon terhadap lingkungan dan kesehatan
Membedakan reaksi pembakaran sempurna dan tidak sempurna
Mendiskusikan dampak pembakaran bahan bakar
Mempresentasikan dampak pembakaran bahan bakar Pembakaran sempurna dan tidak sempurna (Reaksi pembakaran hidrokarbon yang sempurna dan tidak sempurna)
Dampak pembakaran bahan bakar (dampak, cara mencegah dan solusi pembakaran bahan bakar)
Mendiskusikan pembakaran hidrokarbon yang sempurna dan tidak sempurna serta dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan dan upaya untuk mengatasinya
Menyimpulkan dampak pembakaran hidrokarbon terhadap lingkungan dan kesehatan serta cara mengatasinya
Mendiskusikan penggunaan bahan bakar alternatif selain minyak bumi dan gas alam
Mempresentasikan hasil kerja kelompok tentangminyak bumi , bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi dan gas alam serta masalah lingkungan yang disebabkan oleh penggunaan minyak bumi sebagai bahan bakar
Instrument penilaian:
Kuis, Tugas (individu dan kelompok), Penilaian (Harian, Tengah Semester, Akhir Semester)
Bentuk instrumen:
Laporan tertulis, tes tertulis
2 JP Sumber:
Buku teks kimia
Literatur lainnya
Perpustakaan
Internet

Bahan:
Bahan Ajar
Laptop
LCD
Media Pembelajaran (PPT)
LKPD
3.4 Menjelaskan konsep perubahan entalpi reaksi pada tekanan tetap dalam persamaan termokimia

4.4 Menyimpulkan hasil analisis data percobaan termokimia pada tekanan tetap

Menghubugkan energy, kalor, dan entalpi reaksi
Mengidentifikasi system dan ligkungan dari suatu reaksi kimia
Membedakan reaksi eksoterm dan endoterm berdasarkan percobaan
Menuliskan diagram energy eksoterm dan endoterm berdasarkan data percobaan entalpi
Menuliskan persamaan termokimia berdasarkan data entalpi dan kalor
Membedakan jenis-jenis entalpi reaksi standar (ΔHº) untuk berbagai reaksi. ΔHº pembentukan, ΔHº penguraian, ΔHº pembakaran, ΔHºpelarutan, ΔHºnetralisasi
Menentukan nilai ΔH reaksi dengan menggunakan data entalpi pembentukan standar Energy dan perubahan energy dalam reaksi kimia (energy panas dan kalor, sistem dan lingkungan)
Entalpi dan perubahan entalpi (hukum pertama termodinamika, kerja, kalor, Entalpi dan perubahan entalpi)
Reaksi endoterm dan eksoterm
Diagram energi dan persamaan termokimia
Perubahan entalpi standar (ΔHº) untuk berbagai reaksi
a. ΔHºpembentukan
b. ΔHºpenguraian
c. ΔHºpembakaran
d. ΔHºpelarutan
e. ΔHºnetralisasi Membedakan antara sistem dan lingkungan
Mengamati reaksi eksoterm dan endoterm melalui percobaan
Menentukan reaksi eksoterm atau endoterm berdasarkan diagram tingkat
Menganalisis contoh-contoh perubahan entalpi standar untuk berbagai reaksi
Instrument penilaian:
Kuis, Tugas (individu dan kelompok), Penilaian (Harian, Tengah Semester, Akhir Semester)
Bentuk instrumen:
Laporan tertulis, tes tertulis, laporan kinerja
Portofolio:
Laporan pengamatan 10 JP Sumber:
Buku teks kimia
Literatur lainnya
Perpustakaan
Internet

Bahan:
Bahan Ajar
Laptop
LCD
Media Pembelajaran (PPT)
LKPD
Bahan praktikum
3.5 Menjelaskan jenis entalpi reaksi, hukum Hess dan konsep energi ikatan
4.5 Membandingkan perubahan entalpi beberapa reaksi berdasarkan data hasil percobaan
Menghitung kalor reaksi berdasarkan rumus yang diketahui
Menentukan kapasitas kalor calorimeter berdasarkan data sekunder
Menentukan nilai ΔH reaksi dengan menggunakan hukum Hess
Menentukan nilai ΔH reaksi dengan menggunakan data energi ikatan
Penentuan entalpi reaksi melalui percobaan (kalorimetri),
Penentuan entalpi reaksi berdasarkan Hukum Hess
Penentuan entalpi reaksi berdasarkan energi ikatan Melakukan percobaan untuk menentukan perubahan enthalpi dengan cara calorimeter
Menghitung perubahan entalpi berdasarkan data yang diperoleh dari calorimeter
Melakukan percobaan untuk membuktikan hukum Hess
Menghitung perubahan entalpi reaksi berdasarkan keadaan awal dan akhir dari sebuah reaksi
Menghitung perubahan entalpi reaksi bedasarkan data energi ikatan rata-rata
Menghitung perubahan entalpi reaksi pembakaran dari pembakaran berbagai jenis bahan bakar di SPBU
Menganalisis data hasil perhitungan dilihat dari sisi efisiensi, ekonomi, dan ramah lingkungan
Menganalisis data entalpipembakaran, emisi gas dan harga beberapa bahan bakar serta menyimpulkan bahan bakar yang efisien, ekonomis dan ramah lingkungan.
Instrument penilaian:
Kuis, Tugas (individu dan kelompok), Penilaian (Harian, Tengah Semester, Akhir Semester)
Bentuk instrumen:
Laporan tertulis, tes tertulis, laporan kinerja
Portofolio:
Laporan pengamatan 10 JP Sumber:
Buku teks kimia
Literatur lainnya
Perpustakaan
Internet

Bahan:
Bahan Ajar
Laptop
LCD
Media Pembelajaran (PPT)
LKPD
Bahan praktikum
Siswa mampu:

3.6 Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi menggunakan teori tumbukan

4.6 Menyajikan hasil penelusuran informasi cara-cara pengaturan dan penyimpanan bahan untuk mencegah perubahan fisika dan kimia yang tak terkendali

menjelaskan pengertian laju reaksi
mengkorelasikan factor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dengan teori tumbukan
mendiskusikan dan mempresentasikan cara-cara penyimpanan bahan untuk mencegah perubahan fisika dan kimia dalam bahan pangan Pengertian dan pengukuran laju reaksi
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
Teori tumbukan dan hubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
Mengendalikan laju reaksi untuk mencegah kerusakan bahan pangan
Mengamati beberapa reaksi yang terjadi disekitar kita untuk membedakan reaksi yang langsung cepat dan lambat, misalnya kertas dibakar, pita magnesium dibakar, kembang api, apel dan kentang, pembuatan tape, dan besi berkarat
Menyimak penjelasan tentang pengertian laju reaksi dan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
Menyimak penjelasan tentang teori tumbukan pada reaksi kimia
Mempresentasikan cara-cara mengendalikan laju reaksi untuk mencegah kerusakan bahan pangan Instrument penilaian:
Kuis, Tugas (individu dan kelompok), Penilaian (Harian, Tengah Semester, Akhir Semester)
Bentuk instrumen:
Laporan tertulis, tes tertulis
6 JP Sumber:
Buku teks kimia
Literatur lainnya
Perpustakaan
Internet

Bahan:
Bahan Ajar
Laptop
LCD
Media Pembelajaran (PPT)
LKPD
3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan
4.7 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan orde reaksi Menentukan orde reaki berdasarkan analisis data yang diperoleh melalui percobaan
Menentukan hukum laju reaksi berdasarkan analisis data yang diperoleh melalui percobaan
Menentukan harga dan satuan tetapan laju reaksi berdasarkan analisis data yang diperoleh melalui percobaan
Melalukan percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan orde reaksi Hukum laju reaksi
Orde reaksi
Penentuan laju reaksi
Merancang dan melakukan percobaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi (ukuran, konsentrasi, suhu dan katalis) dan melaporkan hasilnya
Mendiskusikan cara menentukan orde reaksi dan persamaan laju reaksi
Mengolah dan menganalisis data untuk menentukan orde reaksi dan persamaan laju reaksi
Melakukan percobaan factor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi Instrument penilaian:
Kuis, Tugas (individu dan kelompok), Penilaian (Harian, Tengah Semester, Akhir Semester)
Bentuk instrumen:
Laporan tertulis, tes tertulis, laporan kinerja
Portofolio:
Laporan pengamatan 6 JP Sumber:
Buku teks kimia
Literatur lainnya
Perpustakaan
Internet

Bahan:
Bahan Ajar
Laptop
LCD
Media Pembelajaran (PPT)
LKPD
Siswa mampu:

3.8. Menjelaskan reaksi kesetimbangan di dalam hubungan antara pereaksi dan hasil reaksi

4.8 Menyajikan hasil pengolahan data untuk menentukan nilai tetapan kesetimbangan suatu reaksi
Menjelasakan reaksi kesetimbangan
Menjelaskan makna tetapan kesetimbangan
Menentukan nilai tetapan kesetimbangan berdasarkana data konsentrasi zat saat setimbang
Mengkorelasikan nilai tetapan kesetimbangan yang diperoleh dari nilai tekanan (Kp) dengan nilai tetapan kesetimbangan yang diperoleh dari nilai tekanan (Kc)
Menentukan derajat disosiasi pada kesetimbangan disosiasi Hukum kesetimbangan dan persamaan tetapan kesetimbangan:
Makna tetapan kesetimbangan (meramalkan arah reaksi dalam keadaan setimbang, dan komposisi zat-zat dalam keadaan setimbang),
Nilai tetapan kesetimbangan dan tekanan gas (Kp) dan perhitungannya
Kesetimbangan disosiasi dan derajat disosiasi dan perhitungannya Mengamati demonstrasi analogi reaksi reversibel dan kesetimbangan dinamis (model Haber)
Mengamati demonstrasi reaksi kesetimbangan timbal sulfat dengan kalium iodida
Mendiskusikan reaksikesetimbangan dinamis yang terjadi berdasarkan hasil pengamatan
Menentukan harga tetapan kesetimbangan berdasarkan data hasil percobaan
Melakukan perhitungan kuantitatif yang berkaitan dengan kesetimbangan kimia
Menentukan komposisi zat dalam keadaan setimbang, derajat disosiasi, tetapan kesetimbangan (Kc dan Kp) dan hubungan Kc dengan Kp
Instrument penilaian:
Kuis, Tugas (individu dan kelompok), Penilaian (Harian, Tengah Semester, Akhir Semester)
Bentuk instrumen:
Laporan tertulis, tes tertulis
12 JP Sumber:
Buku teks kimia
Literatur lainnya
Perpustakaan
Internet

Bahan:
Bahan Ajar
Laptop
LCD
Media Pembelajaran (PPT)
LKPD
3.9 Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan dan penerapannya dalam industri
4.9 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan Menginterpretasi
pengaruh perubahan
kosentrasi pada reaksi
kesetimbangan kimia
Menginterpretasi pengaruh suhu pada reaksi kesetimbangan kimia
Menginterpretasi pengaruh perubahan tekanan dan volume terhadap pergeseran kesetimbangan.
Menjelaskan penerapan pergeseran kesetimbangan dalam industry
Merancang , melakukan,dan menyimpulkan percobaan, serta menyajikan hasil percobaan tentang pengaruh perubahan konsentrasi terhadap pergeseran arah kesetimbangan kimia
Menyimpulkan dan mempresentasikan data hasil percobaan tentang pengaruh suhu pada reaksi kesetimbangan kimia
Menyimpulkan dan mempresentasikan gambar hasil percobaan tentang pengaruh tekanan dan volume pada reaksi kesetimbangan kimia
Pergeseran kesetimbangan (Asas Le Cahtalier, pengaruh perubahan konsentrasi, volume, tekanan, suhu dan katalisator)
Kesetimbangan dalam industry (Pembuatan ammonia menurut proses Habber-Bosch dan pembuatan asam sulfat menurut proses Kontak) Merancang dan melakukan percobaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi arah pergeseran kesetimbangan (konsentrasi, volum, tekanan, dan suhu) dan melaporkannya
Menerapkan faktor-faktor yang menggeser arah kesetimbangan untuk mendapatkan hasil optimal dalam industri (proses pembuatan amonia dan asam sulfat)
Menganalisis dan menjelaskan hasil penelusuran di atas.
Instrument penilaian:
Kuis, Tugas (individu dan kelompok), Penilaian (Harian, Tengah Semester, Akhir Semester)
Bentuk instrumen:
Laporan tertulis, tes tertulis, laporan kinerja
Portofolio:
Laporan pengamatan 6 JP Sumber:
Buku teks kimia
Literatur lainnya
Perpustakaan
Internet

Bahan:
Bahan Ajar
Laptop
LCD
Media Pembelajaran (PPT)
LKPD
Bahan praktikum
Siswa mampu:
3.10 Menjelaskan konsep asam dan basa serta kekuatannya dan kesetimbangan pengionannya dalam larutan
4.10 Menganalisis trayek perubahan pH beberapa indikator yang diekstrak dari bahan alam melalui percobaan
Mengidentifikasi spesi asam-basa dari suatu persamaan reaksi berdarkan teori asam basa Arrhenius, Bronsted Lowry Lewis
Mennghitung nilai pH asam kuat dan basa kuat
Menghitung nilai Ka larutan asam lemah atau Kb larutan basa lemah
Menganalisis perubahan pH larutan dengan beberapa indicator bahan alam
Menyimpulkan indicator yang sesuai untuk larutan asam-basa tertentu berdarkan percoabaan Perkembangan konsep asam basa (teori asam basa Arrhenius, Bronsted Lowry Lewis)
Kesetimbangan ion dalam larutan asam dan basa (kesetimbangan air)pengaruh asam basa terhadap kesetimbangan air: asam kuat dan basa kuat
pengaruh asam basa terhadap kesetimbangan air: asam lemah, asam poliprotik
Derajat keasaman (pH) (nilai pH dan sifat larutannya, indikator asam basa dan nilai pH)
Mengamati zat-zat yang bersifat asam atau basa dalam kehidupan sehari-hari
Menyimak penjelasan tentang berbagai konsep asam basa
Membandingkan konsep asam basa menurut Arrhenius, Brønsted-Lowry dan Lewis serta menyimpulkannya
Merancang dan melakukan percobaan membuat indikator asam basa dari bahan alam dan melaporkannya
Mengamati perubahan warna indikator dalam berbagai larutan
Memprediksi pH larutan dengan menggunakan beberapa indikator
Menghitung pH larutan asam kuat dan larutan basa kuat
Menghitung nilai Ka larutan asam lemah atau Kb larutan basa lemah yang diketahui konsentrasi dan pHnya
Mengukur pH berbagai larutan asam lemah, asam kuat, basa lemah, dan basa kuat yang konsentrasinya sama dengan menggunakan indikator universal atau pH meter
Menyimpulkan perbedaan asam kuat dengan asam lemah serta basa kuat dengan basa lemah Instrument penilaian:
Kuis, Tugas (individu dan kelompok), Penilaian (Harian, Tengah Semester, Akhir Semester)
Bentuk instrumen:
Laporan tertulis, tes tertulis, laporan kinerja
18 JP Sumber:
Buku teks kimia
Literatur lainnya
Perpustakaan
Internet

Bahan:
Bahan Ajar
Laptop
LCD
Media Pembelajaran (PPT)
LKPD
Bahan praktikum
Siswa mampu:
3.11 Menganalisis kesetimbangan ion dalam larutan garam dan menentukan pH-nya
4.11 Melaporkan percobaan tentang sifat asam basa berbagai larutan garam Menuliskan reaksi kesetimbangan ion dalam larutan garam
Menyimpulkan sifat asam-basa dari suatu larutan garam
Menentukan pH larutan garam
Reaksi netralisasi
Nilai pH larutan garam
garam yang bersifat netral, asam maupun basa
Menyimak penjelasan tentang reaksi netralisasi
Melakukan percobaan pencampuran beberapa larutan asam dengan larutan basa dengan volum yang sama
Mengamati perubahan warna indikator lakmus merah dan lakmus biru dalam beberapa larutan garam
Menyimak penjelasan tentang kesetimbangan ion dalam larutan garam
Merancang dan melakukan percobaan untuk memprediksi pH larutan garam dengan menggunakan kertas lakmus/indikator universal/pH meter dan melaporkan hasilnya.
Menuliskan reaksi kesetimbangan ion dalam larutan garam
Menyimpulkan sifat asam-basa dari suatu larutan garam
Menentukan pH larutan garam
Instrument penilaian:
Kuis, Tugas (individu dan kelompok), Penilaian (Harian, Tengah Semester, Akhir Semester)
Bentuk instrumen:
Laporan tertulis, tes tertulis, laporan kinerja
Portofolio:
Laporan pengamatan 10 JP Sumber:
Buku teks kimia
Literatur lainnya
Perpustakaan
Internet

Bahan:
Bahan Ajar
Laptop
LCD
Media Pembelajaran (PPT)
LKPD
Bahan praktikum
Siswa mampu:
3.12 Menjelaskan prinsip kerja, perhitungan pH, dan peran larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup
4.12 Membuat larutan penyangga dengan pH tertentu menjelaskan prinsip kerja larutan penyangga dalam tubuh
mendiskusikan peranan larutan penyangga dalam tubuh
menganalisis mekanisme larutan penyangga dalam mempertahakan pH nya
merancang dan melakukan percoban membuat larutan penyangga
Komposisi larutan penyangga (sifat larutan penyangga dan system penyangga asam/basa lemah dan asam,basa konjugasinya)
Nilai pH larutan penyangga
Prinsip kerja larutan penyangga
Larutan penyangga dalam tubuh (system penyangga karbonat dalam darah, fosfat dalam cairan sel, asam amino/ protein) dan industry (farmas, kosmetika)
Membandingkan pH larutan penyangga dan larutan bukanpenyangga dengan menambah sedikit asam atau basa atau diencerkan
MengamatipH larutan penyangga ketika diencerkan, ditambah sedikit asam atau ditambah sedikit basa
Menganalisis mekanisme larutan penyangga dalam mempertahankan pHnya terhadap penambahan sedikit asam atau sedikit basa atau pengenceran
Menyimak penjelasan tentang cara membuat larutan penyangga dengan pH tertentu
Merancang dan melakukan percobaan untuk membuat larutan penyangga dengan pHtertentu dan melaporkannya
MenentukanpH larutan penyangga
Mendiskusikan peranan larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup dan industri Instrument penilaian:
Kuis, Tugas (individu dan kelompok), Penilaian (Harian, Tengah Semester, Akhir Semester)
Bentuk instrumen:
Laporan tertulis, tes tertulis, laporan kinerja
Portofolio:
Laporan pengamatan 14 JP Sumber:
Buku teks kimia
Literatur lainnya
Perpustakaan
Internet

Bahan:
Bahan Ajar
Laptop
LCD
Media Pembelajaran (PPT)
LKPD
Bahan praktikum
Siswa mampu:
3.13 Menganalisis data hasil berbagai jenis titrasi asam-basa.
4.13 Menyimpulkan hasil analisis data percobaan titrasi asam-basa. Menganalisis kurva hasil titrasi asam-basa
Menentukan titik ekivalen titrasi asam basa berdasarkan data percobaan
Menyimpulkan hasil analisis titrasi asam-basa berdasarkan data percobaan Titrasi asam basa (asam kuat dan basa kuat, titrasi asam lemah dan basa lemah)
Kurva titrasi Mengamati cara melakukan titrasi asam-basa, dapat melalui media (video), gambar, atau demonstrasi
Menyimak penjelasan titik akhir dan titik ekivalen titrasi asam-basa
Menganalisis kurva titrasi
Menghitung dan menentukan titik ekivalen titrasi, membuat kurva titrasi serta memilih indikator yang tepat
Merancang dan melakukan percobaan titrasi asam-basa dan melaporkan hasil percobaan
Menentukan konsentasi pentiter atau zat yang dititrasi dari hasil percobaan
Instrument penilaian:
Kuis, Tugas (individu dan kelompok), Penilaian (Harian, Tengah Semester, Akhir Semester)
Bentuk instrumen:
Laporan tertulis, tes tertulis, laporan kinerja
Portofolio:
Laporan pengamatan 6 JP Sumber:
Buku teks kimia
Literatur lainnya
Perpustakaan
Internet

Bahan:
Bahan Ajar
Laptop
LCD
Media Pembelajaran (PPT)
LKPD
Bahan praktikum
Siswa mampu:
3.14 Mengelompokkan berbagai tipe sistem koloid, dan menjelaskan kegunaan koloid dalam kehidupan berdasarkan sifat-sifatnya

4.14 Membuat makanan atau produk lain yang berupa koloid atau melibatkan prinsip koloid
menjelaskan proses pembuatan koloid
mengidentifikasi dan mengelompokkan siat-sifat koloid
mendeskripsikan peranan koloid dalam kehidupan sehari-hari
merancang, membuat, dan mempresentasikan produk yang melibatkan prinsip koloid System disperse (suspense, larutan, koloid) dan jenis koloid
Sifat-sifat koloid ( efek tyndall, gerak brown, adsorpsi, koagulasi
Pembuatan koloid (cara dispersi: dispersi langsung/ mekanik, homogenisasi, peptisasi, busur bredig, kondensasi: reaksi hidrolisis, reaksi redoks, dan reaksi ion))
Kestabilan koloid (menghilangkan muatan koloid, penambahan stabilisator koloid , koloid liofil dan koloid liofob
Peranan koloid dalam kehidupan sehari-hari dan industri

Mengamati berbagai jenis produk yang berupa koloid
Mendiskusikan jenis koloid dan sifat-sifat koloid
Menghubungkan sistem koloid dengan sifat-sifatnya
Melakukan percobaan efek Tyndall
Membedakan koloid liofob dan koloid hidrofob
Mendiskusikan pemurnian koloid, pembuatan koloid, dan peranannya dalam kehidupan sehari-hari
Mendiskusikan bahan/zat yang berupa koloid dalam industri farmasi, kosmetik, bahan makanan, dan lain-lain
Melakukan percobaan pembuatan makanan atau produk lain berupa koloid atau yang melibatkan prinsip koloid dan melaporkan hasil percobaan Instrument penilaian:
Kuis, Tugas (individu dan kelompok), Penilaian (Harian, Tengah Semester, Akhir Semester)
Bentuk instrumen:
Laporan tertulis, tes tertulis, laporan kinerja (merancang dan membuat produk yag melibatkan konsep koloid)
Portofolio:
Laporan pengamatan 12 JP Sumber:
Buku teks kimia
Literatur lainnya
Perpustakaan
Internet

Bahan:
Bahan Ajar
Laptop
LCD
Media Pembelajaran (PPT)
LKPD
Bahan
Yogyakarta,
Mengetahui
Guru Pembimbing Mahasiswa

Kasimin, S. Pd. Yunita Febrianis
NIP 19720525 20106 1 003 NIM 14303244005



















LAMPIRAN 8
(Prota)


Program Tahunan
SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
Mata Pelajaran Kimia
Kelas X

Semester NO KD Kompetensi Dasar Materi Pokok Jam Pelajaran Keterangan
I 3.1 Menjelaskan metode ilmiah, hakikat ilmu kimia, keselamatan dan keamanan di laboratorium, serta peran kimia dalam kehidupan. Hakikat ilmu Kimia, metode ilmiah, keselamat¬an dan keamanan kimia di laboratori¬um, serta peran Kimia dalam kehidupan 6
4.1 Menyajikan hasil rancangan dan hasil percobaan ilmiah
I 3.2 Menganalisis perkembangan model atom Dalton, Thomson, Rutherford, Bohr, dan Mekanika Gelombang Struktur Atom dan Tabel Periodik
25
4.2 Menggunakan model atom untuk menjelaskan fenomena alam atau hasil percobaan
3.3 Menjelaskan konfigurasi electron dan pola konfigurasi electron terlua untuk setiap golongan dalm table periodic.
4.3 Menentukan letak suatu unsur dalam table periodic berdasarkan konfigurasi elektron
3.4 Menganalisis kemiripan sifat unsur dalam golongan dan keperiodikannya.
4.4 Menyajikan hsil analisis data – data unsur dalam kaitannnya dengan kemiripan dan sifat keperiodikan unsur
I 3.5 Membandingkan ikatan ion, ikatan kovalen ikata kovalen koordinasi, dan ikatan logam serta kaitannya dengan sifat zat Ikatan Kimia, Bentuk Molekul, dan Interaksi Antarmolekul
27
4.5 Merancang dan melakukan percobaan unutuk menunjukkan karakteristik senywa ion atau senywa kovalen berdasarkan beberapa sifat fisika
3.6 Menerapkan Teori Pasangan electron Kulit Valensi (VSEPR) dan Teori Domain electron dalam menentukan bentuk molekul.
4.6 Membuat model bentuk molekul dengan menggunakan bahan – bahan yang ada di sekitar atau perangkat lunak komputer
3.7 Menghubungkan interaksi antar ion, atom, dan molekul dengan siaft fisika zat.
4.7 Menerapkan prinsip interaksi antar ion, atom, dan molekul dalam menjelaskan sifat –sifat fisik zat di sekitarnya.
II 3.8 Menganalisis sifat larutan berdasarkan daya hantar listriknya Larutan Elektrolit dan Larutan Nonelektrolit 7
4.8 Membedakan daya hantar listrik berbagai larutan melalui perancangan dan pelaksanaan percobaan
II 3.9 Mengidentifikasi reaksi reduksi dan oksidasi menggunakan konsep bilangan oksidasi unsur. Konsep reaksi oksidasi dan reduksi serta tata nama senyawa 15
4.9 Menganalisi beberapa reaksi berdasarkan perubahan bilangan oksidasi yang diperoleh dari data hasil percobaan dan/ atau melalui percobaan
II 3.10 Menerapkan hukum – hukum dasar kimia, konsep massa molekul relatif, persamaan kimia, konsep mol, da kasdar zat unutk menyelesaikan Hukum-hukum Dasar Kimia dan Stoikiometri 25
4.10 Menganalisis data hasil percobaan menggunakan hukum – hukum dasar kimia kunatitatif

Yogyakarta,
Mengetahui
Guru Pembimbing Mahasiswa

Kasimin, S. Pd. Yunita Febrianis
NIP 19720525 20106 1 003 NIM 14303244005

PROGRAM TAHUNAN
Nama Sekolah : SMA Negeri 5 Yogyakarta
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas : XI
Tahun Pelajaran : 2017/2018

Semester Kompetensi Dasar Jumlah Jam Pelajaran (JP) Ket.
1.
3.1 Menganalisis struktur dan sifat senyawa hidrokarbon berdasarkan kekhasan atom karbon dan golongan senyawanya
4.1 Membuat model visual berbagai struktur molekul hidrokarbon yang memiliki rumus molekul yang sama 12
3.2 Menjelaskan proses pembentukan fraksi-fraksi minyak bumi, teknik pemisahan serta kegunaannya
4.2 Menyajikan karya tentang proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi beserta kegunaannya 4
3.3 Mengidentifikasi reaksi pembakaran hidrokarbon yang sempurna dan tidak sempurna serta sifat zat hasil pembakaran (CO2, CO, partikulat karbon
4.3 Menyusun gagasan cara mengatasi dampak pembakaran senyawa karbon terhadap lingkungan dan kesehatan 6
3.4 Menjelaskan konsep perubahan entalpi reaksi pada tekanan tetap dalam persamaan termokimia
4.4 Menyimpulkan hasil analisis data percobaan termokima pada tekanan tetap 9
3.5 Menjelaskan jenis entalpi reaksi, hukum Hess dan konsep energi ikatan
4.5 Membandingkan perubahan entalpi beberapa reaksi berdasarkan data hasil percobaan 10
3.6 Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi menggunakan teori tumbukan
4.6 Menyajikan hasil penelusuran informasi cara-cara pengaturan dan penyimpanan bahan untuk mencegah perubahan fisika dan kimia yang tak terkendali 6
3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan
4.7 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan orde reaksi 6
3.8 Menjelaskan reaksi kesetimbangan di dalam hubungan antara pereaksi dan hasil reaksi
4.8 Menyajikan hasil pengolahan data untuk menentukan nilai tetapan kesetimbangan suatu reaksi 12
3.9 Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan dan penerapannya dalam industri
4.9 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan 6
2

3.10 Menjelaskan konsep asam dan basa serta kekuatannya dan kesetimbangan pengionannya dalam larutan
4.10 Menganalisis trayek perubahan pH beberapa indikator yang diekstrak dari bahan alam melalui percobaan 18
3.11 Menganalisis kesetimbangan ion dalam larutan garam dan menentukan pH-nya
4.11 Melaporkan percobaan tentang sifat asam basa berbagai larutan garam 10
3.12 Menjelaskan prinsip kerja, perhitungan pH, dan peran larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup
4.12 Membuat larutan penyangga dengan pH tertentu 14
3.13 Menganalisis data hasil berbagai jenis titrasi asam-basa
4.13 Menyimpulkan hasil analisis data percobaan titrasi asam-basa 6
3.14 Mengelompokkan berbagai tipe sistem koloid, dan menjelaskan kegunaan koloid dalam kehidupan berdasarkan sifat-sifatnya
4.14 Membuat makanan atau produk lain yang berupa koloid atau melibatkan prinsip koloid 12

Yogyakarta, 22 September 2017

Mengetahui,
Guru Pembimbing, Mahasiswa,


Kasimin, S.Pd Shaaliyah Novita Faradina
NIP 19720525 201406 1 003 NIM 14303241042














LAMPIRAN 9
(Prosem)


Program Semester
SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
Mata Pelajaran Kimia
Kelas X / Semester I
No KI / KD Kompetensi Inti kompetensi Dasar Materi Materi pokok dan matei pembelajaran Alokasi Waktu Bulan
Juli Agustus September Oktober November Desember
1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4
1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif dan pro-aktif melalui keteladanan, pemberian nasehat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
3.1 Menjelaskan metode ilmiah, hakikat ilmu kimia, keselamatan dan keamanan di laboratorium, serta peran kimia dalam kehidupan. Hakikat ilmu kimia, metode ilmiah, keselamatn dan keamanan kimia di laboratorium, serta peran kimia dalam kehidupan. 6 jp
4.1 Menyajikan hasil rancangan dan hasil percobaan ilmiah. Hakikat ilmu kimia 1 x 45 menit 1
Metode ilmiah 1 x 45 menit 1
Keselamatan dan keamanan bekerja di laboratorium kimia 1 x 45 menit 1
Peran kimia dalam kehidupan 1 x 45 menit 1
Materi dan klasifikasinya 2 x 45 menit 2
3.2 Menganalisis perkembangan model atom dari model atom Dalton, Thomson, Rutherford, Bohr, dan Mekanika Gelombang. Struktur atom 8 jp
4.2 Menggunakan model atom unutk menjelaskan fenomena alam atau hasil percobaan. Perkembangan model atom Dalton, Thomson, Ruthetford, Niel Bohr, De Brolie (mekanika gelombang) 2 x 45 menit 2
Partikel penyusun atom 2 x 45 menit 1 1
Nomor atom, nomor massa 2 x 45 menit 2
Isotope 2 x 45 menit 2
3.3 Menjelaskan konfigurasi elektron terluar untuk setiap golongan dalam tabel periodik. Hubungan konfigurasi
elektron dalam tabel
periodik unsur
10 jp
4.3 Menentukan letak suatu unsur dalam table periodic berdasarkankonfigurasi electron. Konfigurasi elektron dan diagram orbital
Pinsip Aufbauf
Azas Pauli (Prinsip Eksklusi Pauli)
Aturan Hund

5 x 45 menit 1 3 1
Bilangan kuantum dan bentuk orbital 3 x 45 menit 2 1
Table periodik unsur 2 x 45 menit 2
3.4 Menganalisis kemiripan sifat unsur dalam golongan dan keperiodikannya Kemiripan Sifat unsur
dan Keperiodikan Unsur 10 jp
4.4 Menyajikan hasil analisis data – data unsur dalam kaitannya dengan kemiripan dan keperiodikan unsur Sifat fisis dan sifat kimia unsur 3 x 45 menit 3
Sifat keperiodikan unsur
Jari – jari atom
Energy ionisasi
Afinitas electron
Keelektronegatifan 7 x 45 menit 3 3 1
Penilaian Harian 1 2 x 45 menit 2
3.5 Membandingkan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan logam serta kaitannya dengan sifat zat. Ikatan Kimia, Bentuk
Molekul, dan Interaksi
Antarmolekul
9 jp
4.5 Merancang dan melakukan percobaan untuk menunjukkan karakteristik senyawa ion dan senyawa kovalen berdasarkan beberapa sifat fisika Teori Lewis dan lambang Lewis 2 x 45 menit 2
Ikatan ion dan ikatan kovalen 4 x 45 menit 1 3
Senyawa kovalen polar dan non polar 3 x 45 menit 3
3.6 Menerapkan Teori Pasangan Elektron Kulit valensi (VSEPR) atau Teori Domain Elektron Bentuk molekul 7 jp
4.6 Membuat model bentuk molekul dengan menggunakan bahan – bahan yang ada di sekitar atau perangkat lunak computer. Teori tolakan pasangan electron valensi (VSEPR) 5 x 45 menit 3 2
Teori Domain elektron 2 x 45 menit 1 1
Penilaian Harian 2 2 x 45 menit 2
3.7 Menghubungkan interaksi antar ion, atom dan molekul dengan sifat fisika zat. Interaksi antarpartikel 6 jp
4.7 Menerapkan interaksi antar ion, atom, dan molekul dalam menjelaskan sifat – sifat fisik zat di sekitarnya. Ikatan logam 2 x 45 menit 2
Interaksi antarpartikel
ikatan hydrogen
gaya Van Der Waals
Gaya London 4 x 45 menit 1 3
Penilaian Harian 3 2 x 45 menit 2
Cadangan 1 x 45 menit 1
Penilaian Akhir Semester 3 x 45 menit 3



Yogyakarta,
Mengetahui
Guru Pembimbing Mahasiswa

Kasimin, S. Pd. Shaaliyah Novita Faradina
NIP 19720525 20106 1 003 NIM 14303244005


Program Semester
SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
Mata Pelajaran Kimia
Kelas X / Semester II
No KI / KD Kompetensi Inti kompetensi Dasar Materi Materi pokok dan materi pembelajaran Alokasi Waktu Bulan
Januari Februari Maret April Mei Juni
1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4
1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif dan pro-aktif melalui keteladanan, pemberian nasehat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
3.8 Menganalisis sifat larutan berdasarkan daya hantar listriknya Larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit 7 jp
4.8 Membedakan daya hantar listrik berbagai larutan melalui perancangan dan pelaksanaan percobaan Larutan elektrolit 2 x 45 menit 2
Larutan nonelektrolit 2 x 45 menit 1 1
Daya hantar 4 x 45 menit 2 2
Peran larutan elektrolit di dalam tubuh manusia 2 x 45 menit 1 1
Penilaian harian 3 2 x 45 menit 2
3.9 Mengidentifikasi reaksi reduksi dan oksidasi menggunakan konsep bilangan oksidasi unsur Konsep reaksi oksidasi reduksi dan tatanama senyawa 15 jp
4.9 Menganalisis beberapa reaksi berdasarkan perubahan bilangan oksidasi yang diperoleh dari data hasil percobaan dan/atau melalui percobaan Bilangan oksidasi unsur dalam senyawa atau ion 7 x 45 menit 3 3 1
Perkembangan reaksi reduksi-oksidasi 3 x 45 menit 2 1
Tata nama senyawa 3 x 45 menit 2 1
Penilaian harian 4 2 x 45 menit 2
3.10 Menerapkan hukum – hukum dasar kimia, konsep massa molekul relatif, persamaan kimia, konsep mol, dan kadar zat untuk menyelesaikan perhitungan kimia Hukum – hukum dasar kimia dan stoikiometri 25 jp
4.10 Menganalisis data hasil percobaan menggunakan hukum – hukum dasar kimia kuantitatif. Hukum – hukum dasar kimia 3 x 45 menit 3
Massa atom relatif (Ar) dan Massa molekul relatif (Mr) 2 x 45 menit 2
Persamaan kimia 3 x 45 menit 1 2
Konsep mol dan hubungannya dengan jumlah partikel, massa molar, dan volume molar 4 x 45 menit 1 3
Kadar zat 3 x 45 menit 3
Rumus empiris dan rumus molekul 2 x 45 menit 2
Kadar perhitungan kimia untuk senyawa hidrat 3 x 45 menit 1 2
Perhitungan kimia dalam suatu persamaan reaksi 3 x 45 menit 1 2
Pereaksi pembatas dan pereaksi berlebih 4 x 45 menit 1 2 1
Penilaian harian 2 x 45 menit 2
cadangan 3 x 45 menit 3 3 3
Penilaian akhir semester 3 x 45 menit 3


Yogyakarta,
Mengetahui
Guru Pembimbing Mahasiswa

Kasimin, S. Pd. Shaaliyah Novita Faradina
NIP 19720525 20106 1 003 NIM 14303244005



`

PROGRAM SEMESTER


MATA PELAJARAN : Kimia
SATUAN PENDIDIKAN : SMA

KELAS/ PROGRAM : XI/ IPA
SEMESTER : 1
TAHUN PELAJARAN : 2016/2017
Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
Materi Materi Alokasi waktu Bulan
juli Agustus September Oktober November Desember
1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4
3.1 Menganalisis struktur dan sifat senyawa hidrokarbon berdasarkan kekhasan atom karbon dan golongan senyawanya 12 JP
4.1 Membuat model visual berbagai struktur molekul hidrokarbon yang memiliki rumus molekul yang sama
Senyawa hidrokarbon (Identifikasi atom C dan H)
Kekhasan atom karbon,

Atom C primer, sekunder, tertier, dan kuarterner
2x45 2
Alkana (rumus umum, struktur, tata nama, sifat fisis dan kimia) 2x45 2
Alkena (rumus umum, struktur, tata nama, sifat fisis dan kimia) 2x45 2
Alkuna (rumus umum, struktur, tata nama, sifat fisis dan kimia) 2x45 2
Keisomeran (pengertian keisomeran, keisomeran pada alkana,alkena dan alkuna, keisomeran struktur, keisomeran geometri) 2x45 2
Reaksi senyawa hidrokarbon dan kegunaan alkena dan alkuna (seperti plastic) 2x45 2
Penilaian harian – 1 2x45 2
3.2 Menjelaskan proses pembentukan fraksi-fraksi minyak bumi, teknik pemisahan serta kegunaannya 4 JP
4.2 Menyajikan karya tentang proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi beserta kegunaannya
Proses terbentuknya minyak bumi 2x45 2
Fraksi minyak bumi dan mutu bensin 2x45 2
3.3 Mengidentifikasi reaksi pembakaran hidrokarbon yang sempurna dan tidak sempurna serta sifat zat hasil pembakaran (CO2, CO, partikulat karbon 6 JP
4.3 Menyusun gagasan cara mengatasi dampak pembakaran senyawa karbon terhadap lingkungan dan kesehatan
Pembakaran sempurna dan tidak sempurna 2x45 2
Dampak pembakaran bahan bakar 2x45 2
Penilaian harian - 2 2x45 2
3.4 Menjelaskan konsep perubahan entalpi reaksi pada tekanan tetap dalam persamaan termokimia 9 JP
4.4 Menyimpulkan hasil analisis data percobaan termokima pada tekanan tetap
Energy dan perubahan energy dalam reaksi kimia (energy panas dan kalor, sistem dan lingkungan) 1x45 1
Entalpi dan perubahan entalpi (hukum pertama termodinamika, kerja, kalor, Entalpi dan perubahan entalpi) 2x45 2
Reaksi endoterm dan eksoterm 1x45 1
Persamaan termokimia dan diagram energi 1x45 1
Perubahan entalpi standar (ΔHº) untuk berbagai reaksi
a. ΔHºpembentukan
b. ΔHºpenguraian
c. ΔHºpembakaran
d. ΔHºpelarutan
e. ΔHºnetralisasi
3x45 3
3.5 Menjelaskan jenis entalpi reaksi, hukum Hess dan konsep energi ikatan 10 JP
4.5 Membandingkan perubahan entalpi beberapa reaksi berdasarkan data hasil percobaan
Penentuan entalpi reaksi melalui percobaan (kalorimetri), 3x45 3 3
Penentuan entalpi reaksi berdasarkan Hukum Hess 3x45 1 2
Penentuan entalpi reaksi berdasarkan energi ikatan 4x45 2 2
Penilaian Harian – 3 2x45 2
Latihan soal bab 1-3 2x45 2
Penilaian Tengah Semester 2x45 2
3.6 Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi menggunakan teori tumbukan 6 JP
4.6 Menyajikan hasil penelusuran informasi cara-cara pengaturan dan penyimpanan bahan untuk mencegah perubahan fisika dan kimia yang tak terkendali
Pengertian dan pengukuran laju reaksi 1x45 1
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 2x45 1 1
Teori tumbukan dan hubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 2x45 1 1
Mengendalikan laju reaksi untuk mencegah kerusakan bahan pangan 1x45 1
3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan 6 JP
4.7 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan orde reaksi
Hukum laju reaksi 1x45 1
Orde reaksi 1x45 1
Penentuan laju reaksi 4x45 4
Penilaian Harian – 4 2x45 2
3.8 Menjelaskan reaksi kesetimbangan di dalam hubungan antara pereaksi dan hasil reaksi 12 JP
4.8 Menyajikan hasil pengolahan data untuk menentukan nilai tetapan kesetimbangan suatu reaksi

Hukum kesetimbangan dan persamaan tetapan kesetimbangan 2x45 2
Makna tetapan kesetimbangan (meramalkan arah reaksi dalam keadaan setimbang, dan komposisi zat-zat dalam keadaan setimbang), 2x45 2
Nilai tetapan kesetimbangan dan tekanan gas (Kp) dan perhitungannya 4x45 2 2
Kesetimbangan disosiasi dan derajat disosiasi dan perhitungannya 4x45 2
3.9 Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan dan penerapannya dalam industri 6 JP
4.9 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan
Pergeseran kesetimbangan (Asas Le Cahtalier, pengaruh perubahan konsentrasi, volume, tekanan, suhu dan katalisator) 4x45 4
Kesetimbangan dalam industry (Pembuatan ammonia menurut proses Habber-Bosch dan pembuatan asam sulfat menurut proses Kontak)






2x45 2
Penilaian harian ke- 5 2x45 2
Cadangan 4x45 2
Penilaian akhir semester 2x45 2
Yogyakarta, 22 September 2017

Mengetahui,
Guru Pembimbing, Mahasiswa



Kasimin, S.Pd Shaaliyah Novita Faradina
NIP 19720525 201406 1 003 NIM 14303241042


Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
Materi Materi Alokasi waktu Bulan
Januari Februari Maret April Mei Juni
1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4

3.10 Menjelaskan konsep asam dan basa serta kekuatannya dan kesetimbangan pengionannya dalam larutan
18 JP
4.10 Menganalisis trayek perubahan pH beberapa indikator yang diekstrak dari bahan alam melalui percobaan
Perkembangan konsep asam basa (teori asam basa Arrhenius, Bronsted Lowry Lewis) 4x45 4
Kesetimbangan ion dalam larutan asam dan basa (kesetimbangan air)pengaruh asam basa terhadap kesetimbangan air: asam kuat dan basa kuat 4x45 4
pengaruh asam basa terhadap kesetimbangan air: asam lemah, asam poliprotik 4x45 4
Derajat keasaman (pH) :
Nilai pH dan sifat larutannya, indikator asam basa dan nilai pH 6x45 4
Latihan soal 4x45 4
Ulangan harian ke-1 2x45 2
3.11 Menganalisis kesetimbangan ion dalam larutan garam dan menentukan pH-nya 10 JP
4.11 Melaporkan percobaan tentang sifat asam basa berbagai larutan garam
Reaksi netralisasi 4x45 4
Nilai pH larutan garam 4x45 4
garam yang bersifat netral, asam maupun basa 2x45 2
Latihan soal 4x45 2 2
Ulangan harian ke-2 2x45 2
3.12 Menjelaskan prinsip kerja, perhitungan pH, dan peran larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup 14 JP
4.12 Membuat larutan penyangga dengan pH tertentu

Komposisi larutan penyangga (sifat larutan penyangga dan system penyangga asam/basa lemah dan asam,basa konjugasinya) 2x45 2
Nilai pH larutan penyangga 6x45 2 4
Prinsip kerja larutan penyangga 2x45 2
Larutan penyangga dalam tubuh (system penyangga karbonat dalam darah, fosfat dalam cairan sel, asam amino/ protein) dan industry (farmas, kosmetika) 4x45 2 2
Latihan soal 4x45 2 2
Ulangan harian ke-3 2x45 2
3.13 Menganalisis data hasil berbagai jenis titrasi asam-basa 6 JP
4.13 Menyimpulkan hasil analisis data percobaan titrasi asam-basa
Titrasi asam basa (asam kuat dan basa kuat, titrasi asam lemah dan basa lemah) 4x45 2 2
Kurva titrasi 2x45 2
Latihan soal 2x45 2
Ulangan harian ke-4 2x45 2
3.14 Mengelompokkan berbagai tipe sistem koloid, dan menjelaskan kegunaan koloid dalam kehidupan berdasarkan sifat-sifatnya 12 JP
4.14 Membuat makanan atau produk lain yang berupa koloid atau melibatkan prinsip koloid
System disperse (suspense, larutan, koloid) dan jenis koloid 2x45 2
Sifat-sifat koloid ( efek tyndall, gerak brown, adsorpsi, koagulasi 2x45 2
Pembuatan koloid (cara dispersi: dispersi langsung/ mekanik, homogenisasi, peptisasi, busur bredig, kondensasi: reaksi hidrolisis, reaksi redoks, dan reaksi ion)) 2x45 2
Kestabilan koloid (menghilangkan muatan koloid, penambahan stabilisator koloid , koloid liofil dan koloid liofob 2x45 2
Peranan koloid dalam kehidupan sehari-hari dan industry 2x45 2
Ulangan harian ke-5 2x45 2
Kelarutan dan hasil kali kelarutan 6x45 4 2
Penilaian akhir semester 2x45 2
PROGRAM SEMESTER

MATA PELAJARAN : Kimia
SATUAN PENDIDIKAN : SMA
KELAS/ PROGRAM : XI/ IPA
SEMESTER : 1
TAHUN PELAJARAN : 2017/2018

Yogyakarta, 22 September 2017

Mengetahui,
Guru Pembimbing, Mahasiswa,


Kasimin, S.Pd Shaaliyah Novita Faradina
NIP 19720525 201406 1 003 NIM 14303241042




















LAMPIRAN 10
(RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Satuan Pendidikan : SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas/ Semester : X/ 1
Materi Pokok : IKATAN ION
Alokasi Waktu : 3x45 MENIT (3 JP)
Kompetensi Inti
KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.


KD dan IPK
Kompetesi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.5 Membandingkan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan logam serta kaitannya dengan sifat zat

Menjelaskan kestabilan unsur dengan konfigurasi elektron.
Menggambarkan struktur lewis suatu unsur.
Menganalisis proses pembentukan ikatan ion.


Tujuan Pembelajaran :
Melalui model Inquiry, peserta didik dapat menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya serta menjelaskan kestabilan unsur dengan konfigurasi elektron, menggambarkan struktur lewis suatu unsur, menganalisis proses pembentukan ikatan ion serta memiliki sikap ingin tahu, teliti dalam melakukan pengamatan dan bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan masukan.

Materi pembelajaran
Kestabilan unsur
Struktur lewis
Ikatan ion

Metode Pembelajaran
Diskusi, tanya jawab

Media Pembelajaran
Power point, papan tulis, spidol, dan LKPD

Sumber Belajar
Hermawan, dkk. 2009. Aktif Belajar Kimia : untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Depdiknas.
Khamidinal , dkk. 2009. Kimia : SMA/ MA Kelas X. Jakarta: Depdiknas.
Purba,Michael. 2007. Kimia untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga.
Sudarmo, Unggul. 2013. Kimia untuk SMA Kelas X. Jakarta : Erlangga.

Langkah – langkah pembelajaran
KEGIATAN PEMBELAJARAN WAKTU NILAI KARAKTER
PENDAHULUAN
Peserta didik merespon salam dan mensyukuri anugerah Tu¬han YME dan saling mendoakan
Guru memeriksa kerapian dan kebersihan kelas sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan.
Guru memeriksa kehadiran peserta didik
Memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menuntun siswa dalam mempelajari topik yang akan dibahas dan menggali pengetahuan awal siswa tentang materi kestabilan unsur yang akan dipelajari.
Peserta didik menerima informasi tentang topik dan tujuan pembelajaran dari guru. 10 menit Penguatan karakter (PPK) : religius, sopan santun (unggah ungguh), kedisiplinan, peduli lingkungan dan rasa ingin tahu

Menyajikan fenomena


Melakukan observasi




Merumuskan masalah










Mengajukan hipotesis


Mengumpulkan data



















Menganalisis data

KEGIATAN INTI
Peserta didik disajikan fenomena tentang ikatan kimia dalam kehidupan sehari-hari seperti garam dan air
Peserta didik mengamati unsur golongan gas mulia sebagai monoatomic dan unsur golongan lain hydrogen dan natrium dalam bentuk senyawa.

Peserta didik dimotivasi untuk merumuskan masalah:
Bagaimana ciri-ciri atom yang stabil?
Bagaimana cara agar atom dapat stabil?
Bagaimana struktur Lewis suatu unsur?
Bagaimana cara pembentukan ion dan ikatan ion?
Guru menugaskan peserta didik untuk merumuskan hipotesis bersadarkan rumusan masalah
Peserta didik mengumpulkan data:
Menuliskan konfigurasi electron dan diagram orbital dari unsur gas mulia
Menghubungkan konfigurasi electron dengan kestabilan atom
Membuat konfigurasi electron dari unsur selain gas mulia misalnya Na dan Cl
Membandingkan konfigurasi electron dari selain unsur gas mulia misal Na dan Cl dengan gas mulia
Menggambarkan struktrur Lewis suatu unsur

Menghubungkan energy ionisasi dan afinitas electron dengan pembentukan ikatan ion

Menyimpulkan
Menyajikan hasil analisis pembentukan ikatan ion

115 menit



PPK : kerja sama, bertanggungjawab, teliti, kritis


Critical thinking dan problem solving
HOTS



Literasi




Critical thinking dan problem solving
Creative
KEGIATAN PENUTUP
Guru melakukan review terhadap hasil kerja siswa dan melakukan refleksi dengan meminta siswa mengungkapkan perasaan dan pendapatnya.
Memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada peserta didik yang berkinerja baik
Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk dibahas pada pertemuan minggu berikutnya yaitu ikatan kovalen. 10 menit PPK :
komunikatif,
responsive, bertanggungjawab

Penilaian Hasil Pembelajaran
No. Aspek Mekanisme dan prosedur Instrumen Keterangan
1. kognitif Tes tertulis LKPD Terlampir
2. Afektif
(Sikap) Observasi sikap Lembar observasi sikap Terlampir

Yogyakarta, 26 September 2017


,
MMengetahui,
G Guru pembimbing



Ks Kasimin, S.Pd
NI NIP 19720525 201406 1 003 M Mahasiswa PLT




Sh Shaaaliyah Novita Faradina
NI NIM. 14303241042





S

LAMPIRAN

MATERI
Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat perpindahan elektron dari satu atom ke atom lain (James E. Brady, 1990). Ikatan ion terbentuk antara atom yang melepaskan elektron (logam) dengan atom yang menangkap elektron (bukan logam). Atom logam, setelah melepaskan elektron berubah menjadi ion positif. Sedangkan atom bukan logam, setelah menerima elektron berubah menjadi ion negatif. Antara ion-ion yang berlawanan muatan ini terjadi tarik-menarik (gaya elektrostastis) yang disebut ikatan ion (ikatan elektrovalen). Ikatan ion merupakan ikatan yang relatif kuat. Pada suhu kamar, semua senyawa ion berupa zat padat kristal dengan struktur tertentu. Dengan mengunakan lambang Lewis, pembentukan NaCl digambarkan sebagai berikut.

NaCl mempunyai struktur yang berbentuk kubus, di mana tiap ion Na+ dikelilingi
oleh 6 ion Cl– dan tiap ion Cl– dikelilingi oleh 6 ion Na+.

Pembentukan MgCl2
Mg (Z = 12) dan Cl (Z = 17) mempunyai konfigurasi elektron sebagai berikut.
- Mg : 2, 8, 2
- Cl : 2, 8, 7
Mg dapat mencapai konfigurasi gas mulia dengan melepas 2 elektron,
sedangkan Cl dengan menangkap 1 elektron. Atom Mg berubah menjadi ion
Mg2+, sedangkan atom Cl menjadi ion Cl–.
- Mg (2, 8, 2) ⎯⎯→ Mg2+ (2, 8) + 2 e–
(konfigurasi elektron ion Mg2+ sama dengan neon)
- Cl (2, 8, 7) + e– ⎯⎯→ Cl– (2, 8, 8)
(konfigurasi elektron ion Cl– sama dengan argon)
Ion Mg2+ dan ion Cl– kemudian bergabung membentuk senyawa dengan rumus
MgCl2.
Dengan menggunakan lambang Lewis, pembentukan MgCl2 dapat digambarkan
sebagai berikut.


Penilaian Aspek Kognitif
Indikator Soal Pedoman penilaian Tingkat kognitif skor
Menjelaskan kestabilan unsur dengan konfigurasi elektron Mengapa gas mulia dikatakan stabil?
Buatlah konfigurasi gas mulia dan buatlah diagram orbitalnya!
Menuliskan konfigurasi dan diagram orbital gas mulia C2 5
Menggambarkan struktur lewis suatu unsur. Tulislah konfigurasi elektron unsur-unsur berikut:
Li,
Mg,
O,
F.
Bagaimana yang paling mungkin terjadi pada masing-masing unsur tersebut untuk mencapai aturan oktet, melepas atau menyerap elektron?
Menuliskan konfigurasi unsur
Menentukan masing-masing unsur untuk mencapai aturan oktet, melepas atau menyerap elektron C3 5
Menganalisis proses pembentukan ikatan ion. Tulislah rumus elektron(rumus Lewis) dan rumus empiris senyawa yang terbentuk dari
Al (Z=13) + F (Z=9)
Mg (Z=12) + O (Z=8)
Menuliskan rumus elektron(rumus Lewis) dan rumus empiris senyawa yang terbentuk C4 5


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Nama :
Kelas :
No presensi :
Mengapa gas mulia dikatakan stabil?
Buatlah konfigurasi gas mulia dan buatlah diagram orbitalnya!




















Tulislah konfigurasi elektron unsur-unsur berikut: Li, Mg, O, F. Bagaimana yang paling mungkin terjadi pada masing-masing unsur tersebut untuk mencapai aturan oktet, melepas atau menyerap elektron?







Menulis rumus electron:
Misal kita ingin mencari rumus elektron (rumus Lewis) dan rumus empiris senyawa berikut.
Mg (Z=12) dan Cl (Z=17)
Langkah-1
Tulis konfigurasi elektron !
12Mg= [Ne] 3s2
17Cl= [Ne] 3s2 3p5
Langkah-2
Tentukan jumlah elektron yang dilepas unsur logam dan diperlukan oleh non logam
Mg Mg2+ + 2e
Cl + e Cl-
Langkah-3
Samakan jumlah elektron
Mg Mg2+ + 2e x1
Cl + e Cl- x2
Jadi, rumus empiris senyawa adalah MgCl2

Tulislah rumus elektron(rumus Lewis) dan rumus empiris senyawa yang terbentuk dari :
Al (Z=13) + F (Z=9)
Mg (Z=12) + O (Z=8)



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Satuan Pendidikan : SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas/ Semester : X/ 1
Materi Pokok : IKATAN ION DAN KOVALEN
Alokasi Waktu : 3x45 MENIT (3JP)
Komptensi Inti
KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

KD dan IPK
Kompetesi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.5 Membandingkan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan logam serta kaitannya dengan sifat zat
Menjelaskan sifat senyawa ion.
Menganalisis pembentukan ikatan kovalen tunggal.
Menganalisis pembentukan ikatan kovalen rangkap.

Tujuan Pembelajaran :
Melalui model pembelajaran Inquiry, peserta didik dapat menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya serta dapat menjelaskan sifat senyawa ion, menganalisis pembentukan ikatan kovalen tunggal dan rangkap, menganalisis pembentukan ikatan kovalen tunggal dan rangkap serta memiliki sikap ingin tahu, teliti dalam melakukan pengamatan dan bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan masukan.

Materi pembelajaran ditul is butir –butir sesuai dengan rumusan IPKM
Sifat-sifat senyawa ion
Ikatan kovalen (pembentukan ikatan)

Metode Pembelajaran
Diskusi, tanya jawab

Media Pembelajaran
Power point, papan tulis, spidol, dan LKPD

Sumber Belajar
Hermawan, dkk. 2009. Aktif Belajar Kimia : untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Depdiknas.
Khamidinal , dkk. 2009. Kimia : SMA/ MA Kelas X. Jakarta: Depdiknas.
Purba,Michael. 2007. Kimia untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga.
Sudarmo, Unggul. 2013. Kimia untuk SMA Kelas X. Jakarta : Erlangga.

Langkah – langkah pembelajaran
KEGIATAN PEMBELAJARAN WAKTU NILAI KARAKTER
PENDAHULUAN
Peserta didik merespon salam dan mensyukuri anugerah Tu¬han YME dan saling mendoakan
Guru memeriksa kerapian dan kebersihan kelas sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan.
Guru memeriksa kehadiran peserta didik
Memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menuntun siswa dalam mempelajari topik yang akan dibahas dan menggali pengetahuan awal siswa tentang materi laju reaksi yang akan dipelajari.
Peserta didik menerima informasi tentang topik dan tujuan pembelajaran dari guru. 10 menit Penguatan karakter (PPK) : religius, sopan santun (unggah ungguh), kedisiplinan, peduli lingkungan dan rasa ingin tahu
Menyajikan fenomena





Melakukan observasi


Merumuskan masalah













Mengajukan hipotesis



Mengumpulkan data






Menganalisis data


Menyimpulkan KEGIATAN INTI
Peserta didik disajikan fenomena tentang ikatan kimia dalam kehidupan sehari-hari seperti garam dan hidrogen (H2), nitrogen
(NO¬2), dan SO3.
Peserta didik mengamati sifat-sifat garam dan pembentukan ikatan hidrogen dan SO3.
Peserta didik dimotivasi untuk merumuskan masalah:
Bagaimana sifat-sifat garam?
Bagaimana pembentukan ikatan hidrogen?
Bagaimana pembentukan senyawa SO3?
Apakah perbedaan pembentukan senyawa hidrogen dengan SO3?

Guru menugaskan peserta didik untuk merumuskan hipotesis berdasarkan rumusan masalah

Peserta didik mengumpulkan data:
Mencari iformasi terkait sifat-sifat senayawa ion
Menggambarkan struktrur Lewis unsur nitrogen dan oksigen
Menganalisis pembentukan ikatan kovalen dengan struktru lewis.
Menyajikan hasil analisis pembentukan ikatan kovalen 115 menit



PPK : kerja sama, bertanggungjawab, teliti, kritis


Critical thinking dan problem solving
HOTS



Literasi




Critical thinking dan problem solving
Creative
KEGIATAN PENUTUP
Guru melakukan review terhadap hasil kerja siswa dan melakukan refleksi dengan meminta siswa mengungkapkan perasaan dan pendapatnya.
Memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada peserta didik yang berkinerja baik
Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk dibahas pada pertemuan minggu berikutnya yaitu ikatan kovalen. 10 menit PPK :
komunikatif,
responsive, bertanggungjawab



Penilaian Hasil Pembelajaran
No. Aspek Mekanisme dan prosedur Instrumen Keterangan
1. Kognitif Tes tertulis LKPD Terlampir
2. Afektif
(Sikap) Observasi sikap Lembar observasi sikap Terlampir

Mengetahui,
Guru pembimbing



Ka Kasimin, S.Pd
NIP 19720525 201406 1 003 Mahasiswa PLT




S Shaaliyah Novita Faradina
NIM. 14303241042


Yogyakarta, 26 September 2017


,








LAMPIRAN


Penilaian Kognitif
Indikator
Soal Pedoman penilaian Tingkat kognitif skor
Menjelaskan sifat senyawa ion Bagaimana sifat senyawa ion ?
Sifat-sifat senyawa ion C2 5
Menganalisis pembentukan ikatan kovalen tunggal. Gambarlah struktur lewis dari unsur H, O dan N !

Gambarlah pembentukan molekul H2 (gunakan struktur Lewis) ! Menggambarkan ikatan kovalen tunggal C2 5
Menganalisis pembentukan ikatan kovalen rangkap. Gambarlah pembentukan senyawa O2 dan N2 (gunakan struktur Lewis) ! apa perbedaannya ?

Menggambarkan ikatan kovalen tunggal C2 5


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Materi : IKATAN KOVALEN
Nama :………………………….
Jawabah pertanyaan-pertanyaan berikut !
Bagaimana sifat senyawa ion ?







Gambarlah struktur lewis dari unsur H, O, dan N !







Gambarlah pembentukan senyawa H2, O2 dan N2 berdasarkan struktur Lewis ! apa perbedaannya ?







MATERI PEMBELAJARAN

Senyawa ion dapat diketahui dari beberapa sifatnya, antara lain:
Merupakan zat padat dengan titik leleh dan titik didih yang relatif tinggi. Sebagai contoh, NaCl meleleh pada 801 °C.
Rapuh, sehingga hancur jika dipukul.
Lelehannya menghantarkan listrik.
Larutannya dalam air dapat menghantarkan listrik

IKATAN KOVALEN
Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi akibat pemakaian pasangan electron secara bersama-sama oleh dua atom (James E. Brady, 1990). Ikatan kovalen terbentuk di antara dua atom yang sama-sama ingin menangkap elektron (sesame atom bukan logam). Cara atom-atom saling mengikat dalam suatu molekul dinyatakan oleh rumus bangun atau rumus struktur. Rumus struktur diperoleh dari rumus Lewis dengan mengganti setiap pasangan elektron ikatan dengan sepotong garis. Misalnya, rumus bangun H2 adalah H – H.
Contoh:
Ikatan antara atom H dan atom Cl dalam HCl
Konfigurasi elektron H dan Cl adalah:
H : 1 (memerlukan 1 elektron)
Cl : 2, 8, 7 (memerlukan 1 elektron)
Masing-masing atom H dan Cl memerlukan 1 elektron, jadi 1 atom H akan
berpasangan dengan 1 atom Cl.
Lambang Lewis ikatan H dengan Cl dalam HCl

Dua atom dapat membentuk ikatan dengan sepasang, dua pasang, atau tiga pasang elektron bergantung pada jenis unsur yang berikatan. Ikatan kovalen yang hanya melibatkan sepasang elektron disebut ikatan tunggal (dilambangkan dengan satu garis), sedangkan ikatan kovalen yang melibatkan lebih dari sepasang elektron disebut ikatan rangkap. Ikatan yang melibatkan dua pasang elektron disebut ikatan rangkap dua (dilambangkan dengan dua garis), sedangkan ikatan yang melibatkan tiga pasang elektron disebut ikatan rangkap tiga (dilambangkan dengan tiga garis).
c. Ikatan rangkap dua dalam molekul oksigen (O2)
Oksigen (Z = 8) mempunyai 6 elektron valensi, sehingga untuk mencapai konfigurasi oktet harus memasangkan 2 elektron. Pembentukan ikatannya dapat digambarkan sebagai berikut.
Lambang Lewis ikatan O2
Ikatan rangkap tiga dalam molekul N2
Nitrogen mempunyai 5 elektron valensi, jadi harus memasangkan 3 elektron untuk mencapai konfigurasi oktet. Pembentukan ikatannya dapat digambarkan sebagai berikut.
Lambang Lewis ikatan N2

Pasangan elektron yang dipakai bersama-sama disebut pasangan elektron ikatan
(PEI), sedangkan yang tidak dipakai bersama-sama dalam ikatan disebut
pasangan elektron bebas (PEB). Misalnya:
• Molekul H2O mengandung 2 PEI dan 2 PEB
• Molekul NH3 mengandung 3 PEI dan 1 PEB
• Molekul CH4 mengandung 4 PEI dan tidak ada PEB




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Satuan Pendidikan : SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas/ Semester : X/ 1
Materi Pokok : IKATAN KOVALEN
Alokasi Waktu : 3x45 menit (3 JP)
Komptensi Inti
KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

KD dan IPK
Kompetesi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.5 Membandingkan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan logam serta kaitannya dengan sifat zat
Menganalisis pembentukan ikatan kovalen koordinasi.
Menganalisis penyimpangan aturan oktet.
Menganalisis polarisasi senyawa kovalen.

Tujuan Pembelajaran :
Melalui model pembelajaran Inquiry, peserta didik dapat menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya serta dapat menganalisis pembentukan ikatan kovalen koordinasi, penyimpangan aturan oktet, dan menganalisis polarisasi senyawa kovalen serta memiliki sikap ingin tahu, teliti dalam melakukan pengamatan dan bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan masukan.

Materi pembelajaran
Ikatan kovalen (pembentukan ikatan)
Sifat-sifat senyawa kovalen
Penyimpangan aturan octet
Polarisasi senaywa kovalen

Metode Pembelajaran
Diskusi, tanya jawab

Media Pembelajaran
Power point, papan tulis, spidol, dan LKPD

Sumber Belajar
Hermawan, dkk. 2009. Aktif Belajar Kimia : untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Depdiknas.
Khamidinal , dkk. 2009. Kimia : SMA/ MA Kelas X. Jakarta: Depdiknas.
Purba,Michael. 2007. Kimia untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga.
Sudarmo, Unggul. 2013. Kimia untuk SMA Kelas X. Jakarta : Erlangga.

Langkah – langkah pembelajaran
TAHAPAN KEGIATAN PEMBELAJARAN WAKTU NILAI KARAKTER
PENDAHULUAN
Peserta didik merespon salam dan mensyukuri anugerah Tu¬han YME dan saling mendoakan
Guru memeriksa kerapian dan kebersihan kelas sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan.
Guru memeriksa kehadiran peserta didik
Memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menuntun siswa dalam mempelajari topik yang akan dibahas dan menggali pengetahuan awal siswa tentang materi ikatan kovalen yang akan dipelajari.
Peserta didik menerima informasi tentang topik dan tujuan pembelajaran dari guru. 10 menit Penguatan karakter (PPK) : religius, sopan santun (unggah ungguh), kedisiplinan, peduli lingkungan dan rasa ingin tahu

Menyajikan fenomena



Melakukan observasi


Merumuskan masalah











Mengajukan hipotesis


Mengumpulkan data




Menganalisis data


Menyimpulkan KEGIATAN INTI
Peserta didik disajikan fenomena tentang ikatan kimia dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta didik mengamati sifat-sifat garam dan pembentukan ikatan kovalen koordinasi SO3.
Peserta didik dimotivasi untuk merumuskan masalah:
Bagaimana pembentukan ikatan kovalen koordinasi SO3?
Bagaimana penyimpangan aturan oktet?
Bagaimana polarisasi senyawa kovalen?

Guru menugaskan peserta didik untuk merumuskan hipotesis berdasarkan rumusan masalah
Peserta didik mengumpulkan data:
Mencari informasi terkait pembentukan ikatan kovalen koordinasi SO3

Menganalisis pembentukan ikatan kovalen koordinasi SO3 dan polarisasi senyawa kovalen
Menyajikan hasil analisis pembentukan ikatan kovalen 115 menit



PPK : kerja sama, bertanggungjawab, teliti, kritis


Critical thinking dan problem solving
HOTS



Literasi




Critical thinking dan problem solving
Creative
KEGIATAN PENUTUP
Guru melakukan review terhadap hasil kerja siswa dan melakukan refleksi dengan meminta siswa mengungkapkan perasaan dan pendapatnya.
Memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada peserta didik yang berkinerja baik
Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk dibahas pada pertemuan minggu berikutnya yaitu ikatan kovalen. 10 menit PPK :
komunikatif,
responsive, bertanggungjawab

Penilaian Hasil Pembelajaran
No. Aspek Mekanisme dan prosedur Instrumen Keterangan
1. Kognitif Tes tertulis LKPD Terlampir
2. Afektif
(Sikap) Observasi sikap Lembar observasi sikap Terlampir

Yogyakarta, 26 September 2017


,
Mengetahui,
Guru pembimbing



Kasimin, S.Pd
NIP 19720525 201406 1 003 Mahasiswa PLT




Shaaliyah Novita Faradina
NIM. 14303241042













LAMPIRAN

Materi
Materi
Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen di mana pasangan electron yang dipakai bersama hanya disumbangkan oleh satu atom, sedangkan atom yang satu lagi tidak menyumbangkan elektron.
Ikatan kovalen koordinasi hanya dapat terjadi jika salah satu atom mempunyai pasangan electron bebas (PEB).
Contoh:
Atom N pada molekul amonia, NH3, mempunyai satu PEB. Oleh karena itu molekul NH3 dapat mengikat ion H+ melalui ikatan kovalen koordinasi, sehingga menghasilkan ion amonium, NH4+
Dalam ion NH4+ terkandung empat ikatan, yaitu tiga ikatan kovalen dan
satu ikatan kovalen koordinasi.

Polarisasi Ikatan Kovalen
Kedudukan pasangan elektron ikatan tidak selalu simetris terhadap kedua atom yang berikatan. Hal ini disebabkan karena setiap unsur mempunyai daya tarik elektron (keelektronegatifan) yang berbeda-beda. Salah satu akibat dari keelektronegatifan adalah terjadinya polarisasi pada ikatan kovalen.
Pada contoh (a), kedudukan pasangan elektron ikatan sudah pasti simetris terhadap kedua atom H. Dalam molekul H2 tersebut muatan negatif (elektron) tersebar homogen. Hal ini dikenal dengan ikatan kovalen nonpolar. Pada contoh (b), pasangan elektron ikatan tertarik lebih dekat ke atom Cl karena Cl
mempunyai daya tarik elektron lebih besar daripada H. Hal ini menyebabkan adanya polarisasi pada HCl, di mana atom Cl lebih negatif daripada atom H. Ikatan seperti ini dikenal dengan ikatan kovalen polar. Kepolaran dinyatakan dengan momen dipol (μ), yaitu hasil kali antara
muatan (Q) dengan jarak (r).
μ = Q × r
Satuan momen dipol adalah debye (D), di mana 1 D = 3,33 × 10–30 C m. Momendipol dari beberapa senyawa diberikan dalam tabel 2.3.

Pengecualian Aturan Oktet
Pengecualian aturan oktet dapat dibagi dalam tiga kelompok sebagai berikut.
1. Senyawa yang tidak mencapai aturan oktet.
Senyawa yang atom pusatnya mempunyai elektron valensi kurang dari 4 termasuk dalam kelompok ini. Hal ini menyebabkan setelah semua elektron valensinya dipasangkan tetap belum mencapai oktet. Contohnya
adalah BeCl2, BCl3, dan AlBr3. (atom B belum oktet)
2. Senyawa dengan jumlah elektron valensi ganjil.
Contohnya adalah NO2, yang mempunyai elektron valensi (5 + 6 + 6) = 17. Kemungkinan rumus Lewis untuk NO2 sebagai berikut.
3. Senyawa yang melampaui aturan oktet. Ini terjadi pada unsur-unsur periode 3 atau lebih yang dapat menampung lebih dari 8 elektron pada kulit terluarnya (ingat, kulit M dapat menampung
hingga 18 elektron). Beberapa contoh adalah PCl5, SF6, ClF3, IF7, dan
SbCl5.

Kegagalan Aturan Oktet
Aturan oktet gagal meramalkan rumus kimia senyawa dari unsur transisi maupun postransisi. Unsur postransisi adalah unsur logam setelah unsur transisi, misalnya Ga, Sn, dan Bi. Sn mempunyai 4 elektron valensi, tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +2. Begitu juga Bi yang mempunyai 5 elektron valensi, tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +1 dan +3. Pada umumnya, unsur transisi maupun unsur postransisi tidak memenuhi aturan oktet.



Penilaian Kognitif
Indikator
Soal Tingkat kognitif skor
Menganalisis pembentukan ikatan kovalen koordinasi.
Buatlah struktur HNO3 ! C3 2
Menganalisis penyimpangan aturan oktet.
Buatlah struktur BCl3 dan SF6 !
C3 2
Menganalisis polarisasi senyawa kovalen. Nyatakan apakah ikatan kovalen berikut polar atau non polar :
N-H
N-F
O=O
N-Cl
C-H
F-F C3 6



LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Materi : IKATAN KOVALEN-2
Nama :………………………….
Jawabah pertanyaan-pertanyaan berikut !
Buatlah struktur HNO3 !
Buatlah struktur BCl3 dan SF6 !
Nyatakan apakah ikatan kovalen berikut polar atau non polar :
N-H
N-F
O=O
N-Cl
C-H
F-F







RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Satuan Pendidikan : SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas/ Semester : XI/ 1
Materi Pokok : LAJU REAKSI
Alokasi Waktu : 2x45 MENIT (2 JP)
Kompetensi Inti :

KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4: mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertidak secara efektif da kreatif serta mampu menggunakan metide sesuai kaidah keilmuan.
KD dan IPK
Kompetesi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.6 Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi menggunakan teori tumbukan Menjelaskan pengertian laju reaksi.
Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi(suhu dan luas permukaan).

Tujuan Pembelajaran :
Melalui model Discovery Learning, peserta didik dapat menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya serta dapat menjelaskan pengertian laju reaksi, menganalisis factor-faktor (suhu dan luas permukaan) yang memengaruhi laju reaksi yang diperoleh dari data hasil pengamatan, serta memiliki sikap ingin tahu, teliti dalam melakukan pengamatan dan bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan masukan.
Materi pembelajaran
Pengertian laju reaksi
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi (suhu dan luas permukaan)
Metode Pembelajaran
Diskusi, tanya jawab
Media Pembelajaran
Power point, papan tulis, spidol, dan LKPD
Sumber Belajar
Hermawan, dkk. 2009. Aktif Belajar Kimia : untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Depdiknas.
Khamidinal , dkk. 2009. Kimia : SMA/ MA Kelas X. Jakarta: Depdiknas.
Sudarmo, Unggul. 2013. Kimia untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga.
Langkah – langkah pembelajaran
TAHAPAN PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN WAKTU NILAI KARAKTER
PENDAHULUAN
Peserta didik merespon salam dan mensyukuri anugerah Tu¬han YME dan saling mendoakan
Guru memeriksa kerapian dan kebersihan kelas sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan.
Guru memeriksa kehadiran peserta didik
Memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menuntun siswa dalam mempelajari topik yang akan dibahas dan menggali pengetahuan awal siswa tentang materi laju reaksi yang akan dipelajari.
Peserta didik menerima informasi tentang topik dan tujuan pembelajaran dari guru.
Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok (setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang). 10 menit Penguatan karakter (PPK) : religius, sopan santun (unggah ungguh), kedisiplinan, peduli lingkungan dan rasa ingin tahu

Stimulation






Problem Statement












Data Collecting





Data Procesing




Verification


KEGIATAN INTI
Peserta didik mengamati video tentang bom atom, pengaruh suhu dan luas permukaan terhadap laju reaksi.

Peserta didik diharapkan mengajukan pertanyaan:
Mengapa reaksi kimia ada yang berlangsung cepat dan lambat?
Apakah yang menyebabkan hal tersebut?
Bagaimanakah pengaruh suhu terhadap laju reaksi?
Bagaimanakah pengaruhu permukaan terhadap laju reaksi?

Mengumpulkan informasi/ data dari berbagai sumber, seperti: membaca buku siswa atau mencari di internet untuk menjawab soal dalam LKPD.

Setiap kelompok berdiskusi untuk mendiskusikan soal-soal dalam LKPD.

Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi.
Guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikan jawabannya dari hasil diskusi yang telah mereka lakukan.
Peserta didik yang lain diminta untuk menanggapi jawaban dari hasil diskusi yang disampaikan oleh penyaji atau bertanya kepada penyaji dengan bahasa yang sopan dan santun.
Generalization
Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi dibimbing guru 70 menit



PPK : kerja sama, bertanggungjawab, teliti, kritis


Critical thinking dan problem solving
HOTS






Collaboration
Literasi











Critical thinking dan problem solving
Creative
KEGIATAN PENUTUP
Guru melakukan review terhadap hasil kerja siswa dan melakukan refleksi dengan meminta siswa mengungkapkan perasaan dan pendapatnya.
Memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada kelompok yang berkinerja baik
Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk dibahas pada pertemuan minggu berikutnya yaitu factor laju reaksi (katalis dan konsentrasi). 10 menit PPK :
komunikatif,
responsive, bertanggungjawab









Penilaian Hasil Pembelajaran
No. Aspek Mekanisme dan prosedur Instrumen Keterangan
1. Kognitif
Tes tertulis Tugas Terlampir
2. Afektif
(Sikap) Observasi sikap Lembar observasi sikap Terlampir

Yogyakarta, 26 September 2017


,
Mengetahui,
Guru pembimbing



Kasimin, S.Pd
NIP 19720525 201406 1 003 Mahasiswa PLT




Shaaliyah Novita Faradina
NIM. 14303241042






LAMPIRAN

MATERI
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Laju Reaksi
Telah kita ketahui bahwa laju perubahan konsentrasi zat yang terlibat dalam reaksi setiap satuan waktu, dikenal sebagai laju reaksi. Suatu reaksi kimia ada yang memiliki laju reaksi yang cepat, ada pula yang berlangsung lambat. Ledakan bom berlangsung cepat, sedangkan proses besi berkarat berlangsung lambat.
Dalam praktikum kimia di laboratorium maupun reaksi kimia yang terjadi disekitar kita, tak jarang diperlukan reaksi yang berlangsung secara cepat, misal pada laju penyerapan obat dalam tubuh manusia, sehingga muncul berbagai macam bentuk sediaan obat seperti tablet maupun serbuk yang akan berpengaruh pada laju penyerapan obat tersebut dalam tubuh.
Ternyata suatu reaksi kimia yang berlangsung dapat dimanipulasi agar lebih cepat atau lebih lambat bahkan reaksi dapat dihentikan. Untuk melakukan manipulasi laju reaksi, perlu diketahui faktor – faktor apa yang dapat mempengaruhi laju suatu reaksi. Faktor – faktor tersebut adalah konsentrasi, luas permukaan, temperature, katalis dan khusus pada pereaksi bentuk gas terdapat faktor tekanan dan volume.
Luas Permukaan

Apabila terdapat suatu materi dengan bentuk bongkahan dan serbuk yang memiliki massa yang sama, maka luas permukaan yang dimiliki materi yang berbentuk serbuk lebih luas dibanding materi yang berbentuk bongkahan. Semakin luas permukaan suatu materi akan membuat materi tersebut akan lebih mudah unutuk bersentuhan atau berinteraksi dengan materi lain yang akan direaksikan dengannya.
Temperatur
Pada setiap kenaikan suhu sebesar ∆T ˚C mengakibatkan laju reaski berjalan n kali lebih cepat, laju reaski pada suhu akhir (T2(r2)) ketika dibandingkan dengan laju reaksi pada suhu mula – mula (T1(r1)). Jika dituliskan dalam bentuk persamaan sebagai berikut:
r2 = r1(n)((T2 - T1)/∆T)
keterangan:
r = rate / laju
T = Temperature / suhu
∆T = selisih suhu akhir dan mula – mula

Penilaian Aspek Kognitif
Indikator Soal Kunci jawaban Tingkat kognitif skor
Menjelaskan pengertian laju reaksi. Apakah pengertian laju reaksi ? Laju reaksi adalah perubahan konsentrasi terhadap waktu C2 1
3.6.1.2 Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi(suhu dan luas permukaan). Bagaimana pengaruh suhu terhadap laju reaksi? (1)

Berilah contoh pengaruh suhu terhadap laju reaksi? (3)









Bagaimanakah pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi? (1)

Berilah contoh pengaruh luas permukaan terahadap laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari ! (2)
Semakin tinggi suhu maka laju reaksi akan semakin cepat.

contoh: melarutkan gula lebih cepat ke dalam air yang panas dibandingkan air dingin, kentang lebih cepat matang dalam minyak goring yang dipanaskan dibandingkan dimasak dalam air rebus, ikan dan daging lebih lama membusuk jika disimpan di kulkas (suhu rendah), dll


Semakin luas permukaan maka zat akan semakin cepat bereaksi.


Memasak daging dipotong-potong kecil lebih cepat matang dibanding yang dipotong besar-besar, laju reaksi. zat yang digunakan berupa kalsium karbonat (CaCO3) yang berbentuk serbuk halus lebih cepat dibanding serbuk kasar, dan butiran. C3 7


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


Judul : Pengaruh Suhu terhadap Laju Reaksi
Nama kelompok : 1………………………
2………………………


Pendahuluan







Tujuan kegiatan
Menentukan pengaruh suhu terhadap laju reaksi

Petunjuk Pengerjaan
Perhatikan video yang ditampikan guru
Diskusikan dan jawab pertanyaan yang ada di LKPD ini dengan teman sekelompokmu
Waktu pengerjaan 10 menit


Pertanyaan
Apakah pengertian laju reaksi?




Video tersebut menggambarkan reaksi yang terjadi antara larutan iodine dan larutan kanji pada berbagai suhu. Lengkapilah tabel berikut.
Suhu (0C) Waktu (detik)




Buatlah grafik suhu terhadap laju reaksi! (tuliskan angkanya)

laju (1/waktu)








Suhu (0C)

Bagaimanakah pengaruh suhu terhadap laju reaksi?




Berilah contoh pengaruh suhu terhadap laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari ! (3)














Tujuan kegiatan
Menentukan pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi

Petunjuk Pengerjaan
Perhatikan video yang ditampikan guru
Diskusikan dan jawab pertanyaan yang ada di LKPD ini dengan teman sekelompokmu
Waktu pengerjaan 10 menit

Pertanyaan
Video tersebut menggambarkan pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi. zat yang digunakan berupa kalsium karbonat (CaCO3) yang berbentuk serbuk halus, serbuk kasar, dan butiran. Berdasarkan bentuk Kalsium karbonat, yang manakah yang memiliki permukaan paling luas ?




Bagaimanakah pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi?




Berilah contoh pengaruh luas permukaan terahadap laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari ! (3)












RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Satuan Pendidikan : SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas/ Semester : XI/ 1
Materi Pokok : LAJU REAKSI
Alokasi Waktu : 2x45 MENIT (2 JP)
Kompetensi Inti :

KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4: mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertidak secara efektif dan kreatif serta mampu menggunakan metide sesuai kaidah keilmuan.

KD dan IPK
Kompetesi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.6 Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi menggunakan teori tumbukan Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi(konsentrasi dan katalis)
menjelaskan factor-faktor yang memengaruhi laju reaksi dengan teori tumbukan




Tujuan Pembelajaran :
Melalui model Discovery Learning, peserta didik dapat menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya serta menganalisis factor-faktor yang memengaruhi laju reaksi(konsentrasi dan katalis) yang diperoleh dari data hasil pengamatan, menjelaskan teori tumbukan , menjelaskan factor-faktor yang memengaruhi laju reaksi dengan teori tumbukan serta memiliki sikap ingin tahu, teliti dalam melakukan pengamatan dan bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan masukan.
Materi pembelajaran
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi (konssentrasi dan katalis).
Teori tumbukan
Metode Pembelajaran
Diskusi, tanya jawab
Media Pembelajaran
Power point, papan tulis, spidol, dan LKPD
Sumber Belajar
Hermawan, dkk. 2009. Aktif Belajar Kimia : untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Depdiknas.
Khamidinal , dkk. 2009. Kimia : SMA/ MA Kelas X. Jakarta: Depdiknas.
Sudarmo, Unggul. 2013. Kimia untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga.
Langkah – langkah pembelajaran
TAHAPAN PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN WAKTU NILAI KARAKTER
PENDAHULUAN
Peserta didik merespon salam dan mensyukuri anugerah Tu-han YME dan saling mendoakan
Guru memeriksa kerapian dan kebersihan kelas sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan.
Guru memeriksa kehadiran peserta didik
Memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menuntun siswa dalam mempelajari topik yang akan dibahas dan menggali pengetahuan awal siswa tentang materi laju reaksi yang akan dipelajari.
Peserta didik menerima informasi tentang topik dan tujuan pembelajaran dari guru.
Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok (setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang). 10 menit Penguatan karakter (PPK) : religius, sopan santun (unggah ungguh), kedisiplinan, peduli lingkungan dan rasa ingin tahu

Stimulation




Problem Statement














Data Collecting





Data Procesing



Verification
























Generalization KEGIATAN INTI
Peserta didik mengamati video pengaruh konsentrasi dan katalis terhadap laju reaksi

peserta didik diharapkan mengajukan pertanyaan:
Mengapa laju reaksi pada konsentrasi pekat lebih cepat dibandingkan dengan konsentrasi encer?
Mengapa laju reaksi pada laruta yang diberi katalis lebih cepat dibandingkan larutan tanpa katalis? Bagaiman peran katallis dalam laju reaksi?

Mengumpulkan informasi/ data dari berbagai sumber, seperti: membaca buku siswa atau mencari di internet untuk menjawab soal dalam LKPD.

Setiap kelompok berdiskusi untuk mendiskusikan soal-soal dalam LKPD.
Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi.
Guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikan jawabannya dari hasil diskusi yang telah mereka lakukan.
Peserta didik yang lain diminta untuk menanggapi jawaban dari hasil diskusi yang disampaikan oleh penyaji atau bertanya kepada penyaji dengan bahasa yang sopan dan santun.

Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi dibimbing guru 70 menit



PPK : kerja sama, bertanggungjawab, teliti, kritis


Critical thinking dan problem solving
HOTS






Collaboration
Literasi











Critical thinking dan problem solving
Creative
KEGIATAN PENUTUP
Guru melakukan review terhadap hasil kerja siswa dan melakukan refleksi dengan meminta siswa mengungkapkan perasaan dan pendapatnya.
Memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada kelompok yang berkinerja baik
Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk dibahas pada pertemuan minggu berikutnya yaitu orde reaksi. 10 menit PPK :
komunikatif,
responsive, bertanggungjawab

Penilaian Hasil Pembelajaran
No. Aspek Mekanisme dan prosedur Instrumen Keterangan
1. Kognitif
Tes tertulis Tugas Terlampir
2. Afektif
(Sikap) Observasi sikap Lembar observasi sikap Terlampir

Yogyakarta, 26 September 2017


,
Mengetahui,
Guru pembimbing



Kasimin, S.Pd
NIP 19720525 201406 1 003 Mahasiswa PLT




Shaaliyah Novita Faradina
NIM. 14303241042






LAMPIRAN

MATERI
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Laju Reaksi
Telah kita ketahui bahwa laju perubahan konsentrasi zat yang terlibat dalam reaksi setiap satuan waktu, dikenal sebagai laju reaksi. Suatu reaksi kimia ada yang memiliki laju reaksi yang cepat, ada pula yang berlangsung lambat. Ledakan bom berlangsung cepat, sedangkan proses besi berkarat berlangsung lambat.
Dalam praktikum kimia di laboratorium maupun reaksi kimia yang terjadi disekitar kita, tak jarang diperlukan reaksi yang berlangsung secara cepat, misal pada laju penyerapan obat dalam tubuh manusia, sehingga muncul berbagai macam bentuk sediaan obat seperti tablet maupun serbuk yang akan berpengaruh pada laju penyerapan obat tersebut dalam tubuh.
Ternyata suatu reaksi kimia yang berlangsung dapat dimanipulasi agar lebih cepat atau lebih lambat bahkan reaksi dapat dihentikan. Untuk melakukan manipulasi laju reaksi, perlu diketahui faktor – faktor apa yang dapat mempengaruhi laju suatu reaksi. Faktor – faktor tersebut adalah konsentrasi, luas permukaan, temperature, katalis dan khusus pada pereaksi bentuk gas terdapat faktor tekanan dan volume.
Konsentrasi
Berdasarkan hukum laju reaksi, diketahui bahwa laju reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi awal dari pereaksi/reaktan. Pengaruh konsentrasi awal ini adalah khas untuk setiap reaksi.
Reaksi nol (orde 0) konsentrasi tidak berpengaruh langsung
Reaksi orde pertama (orde 1) laju berbanding lurus dengan konsentrasi awal, sehingga jika konsentrasi naik dua kali maka laju reaksi akan menjadi dua kali lebih cepat.
Reaksi orde kedua (orde 2)l laju berbanding dengan kuadrat konsentrasi awal pereaksi sehingga jika konsentrasi naik dua kali maka laju reaksi akan menjadi empat kali lebih cepat.
Katalis
Katalis adalah zat yang dapat mempercepat suatu reaksi, tetapi tidak mengalami perubahan kimia secara permanen, sehingga pada akhir reaksi zat tersebut dapat diperoleh kembali. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk, hal ini dikarenakan suatu katalis dalam sebuah reaksi membentuk suatu senyawa tersendiri yang disebut senyawa antara.
Penambahan katalis zat-zat yang bereaksi akan lebih mudah melampaui energi aktivasi, sehingga katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Namun, meskipun katalis menurunkan energi aktivasi reaksi, tetapi ia tidak mempengaruhi perbedaan energi antara produk dan pereaksi. Dengan kata lain, penggunaan katalis tidak akan mengubah entalpi reaksi.

Teori Tumbukan
Factor –faktor yang dapat mempercepat laju suatu reaksi tak dapat dilepaskan karena adanya tumbukan antar partikel dalam reaksi yang terjadi. Telah kita ketahui bahwa suatu materi tersusun dari partikel - partikel. Partikel –partikel dalam suatu materi bergerak secara acak, pegerakan inilah yang dapat menimbulkan kemungkinan terjadinya tumbukan antar partikel.
Tumbukan antar partikel dapat menghasilkan suatu energy namun energy ini tidak semata – mata dapat menimbulkan terjadinya reaksi. Hanya tumbukan yang menghasilkan energy yang mampu melampaui energy pengaktifan / aktifasi yang dapat menimbulkan suatu reaksi.
Energi pengaktifan / aktifasi (Ea) merupakan energy minimal yang diperlukan untuk berlangsungnya suatu reaksi. Besarnya energy aktifasi masing – masing reaksi berbeda – beda sehingga apabila suatu reaksi memilki energy aktifasi yang kecil maka reaksi tersebut akan semakin mudah untuk terjadi.
Tumbukan yang dapat menghasilkan energy yang dapat melampaui energy aktifasi sehingga suatu reaksi dapat terjadi disebut sebagai tumbukan efektif. Berikut beberapa factor yang dapat meningkatkan terjadinya tumbukan efektif sehingga reaksi dapat terjadi dan lajunya dapat dipercepat.
Teori tumbukan dengan konsentrasi awal



Sebuah materi yang memiliki konsentrasi yang tinggi/ besar berarti memiliki jumlah partikel yang banyak didalamnya. Jumlah partikel yang banyak inilah yang membuat kemungkinan terjadinya tumbukan antar partikel semakin besar. Dan tumbukan partikel yang lebih sering terjadi terutama tumbukan efektif dapat menyebabkan laju suatu reaksi menjadi lebih cepat..
Teori tumbukan dengan luas permukaan
Suatu zat akan bereaksi apabila bercampur dan partikel – partikelnya bertumbukan. Pada pencampuran reaktan yang terdiri dari dua fasa atau lebih, tumbukan berlangsung pada bagian permukaan zat.




Apabila terdapat sebuah kubus dengan panjang sisi 5 cm, kemudian dipecah – pecah menjadi delapan buah kubus dengan ukuran masing – masing 2,5 cm. berapakah luas permukaan kubus sebelum dan sesudah dipecah?
Sebelum dipecah, luas permukaan kubus sebesar 6 muka x luas muka (150 cm2). Setelah dipecah menjadi 8 bagian, maka luas permukaan kubus menjadi 8 kubus x 6 muka x luas muka (300 cm2). Jadi semakin kecil ukuran zat padat dalam hal ini kubus, maka akan semakin besar luas permukaannya. Akibatnya frekuensi tumbukan antarpartikel kemungkinan akan semakin tinggi, sehingga suatu reaksi kimia akan berlansung lebih cepat. Laju reaksi berbanding lurus dengan luas permukaan reaktan.
Karakteristik permukaan partikel yang direaksikan juga turut berpengaruh, yaitu semakin halus permukaan partikel tersebut, maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi; sedangkan jika permukaan partikel kasar, maka waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi akan semakin lama.
Teori tumbukan dengan suhu
Setiap partikel selalu bergerak. Dimana, dengan naiknya suhu,energi gerak (kinetik) partikel ikut meningkat sehingga partikel - partikel tersebut bergerak lebih cepat. Hal tersebut memungkinan terjadinya tumbukan antarpartikel lebih sering terjadi. Dengan frekuensi tumbukan yang makin besar, juga menambah kemungkinan terjadinya tumbukan efektif. Dengan demikian, kenaikan suhu akan memperbesar laju reaksi.
Suhu atau temperatur ternyata juga memperbesar energi potensial suatu zat. Zat-zat yang energi potensialnya kecil, jika bertumbukan akan sukar menghasilkan tumbukan efektif. Hal ini terjadi karena zat-zat tersebut tidak mampu melampaui energi aktivasi. Dengan menaikkan suhu, maka hal ini akan memperbesar energi potensial, sehingga ketika bertumbukan akan menghasilkan reaksi
Teori tumbukan dengan katalis
Hubungan antara teori tumbukan dengan katalis, seperti halnya yang tealah dijelaskan pada materi factor – factor yang mempengaruhi laju reaksi. Penambahan katalis dapat menurukan ergi aktifasi dari suatu reaksi sehingga reaksi akan semakin mudah terjadi.



Penilaian Aspek Kognitif
Indikator Soal Tingkat kognitif skor
Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi(konsentrasi dan katalis)
Bagaimanakah pengaruh konsentrasi asam cuka terhadap cangkang telur? (1)
Simpulkan pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi! (1)
Bagaimanakah pengaruh laju reaksi dengan atalis dan tanpa katalis ? (1)
Bagaimana reaksi yang terjadi? (1) C3 4
3.6.4menjelaskan factor-faktor yang memengaruhi laju reaksi dengan teori tumbukan Bagaimana Anda dapat menjelaskan pengaruh suhu, luas permukaan, konsentrasi dan katalis terhadap laju reaksi berdasarkan teori tumbukan? (4) C3 4


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


Judul : Pengaruh konsentrasi dan katalis terhadap Laju Reaksi
Nama kelompok : 1………………………
2………………………
3…………………..…..
4………………….…...
5………………………


Tujuan kegiatan
Menentukan pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi

Petunjuk Pengerjaan
Perhatikan video yang ditampikan guru
Diskusikan dan jawab pertanyaan yang ada di LKPD ini dengan teman sekelompokmu
Waktu pengerjaan 10 menit

Pertanyaan
Bagaimanakah pengaruh konsentrasi asam cuka terhadap cangkang telur? Bagaimanakah hubungannya dengan laju reaksi?




Simpulkan pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi!








Tujuan kegiatan
Menentukan pengaruh katalis terhadap laju reaksi

Petunjuk Pengerjaan
Perhatikan video yang ditampikan guru
Diskusikan dan jawab pertanyaan yang ada di LKPD ini dengan teman sekelompokmu
Waktu pengerjaan 10 menit

Pertanyaan
Video tersebut menggambarkan pengaruh katalis terhadap laju reaksi. Zat yang digunakan berupa larutan H2O¬2 dan katalis KI. Bagaimanakah pengaruh reaksi tanpa katalis dan dengan katalis ?




Bagaimanakah reaksi yang terjadi2?








Tujuan kegiatan
Menjelaskan factor-faktor yang mepengaruhi laju reaksi dengan teori tumbukan.
Pendahuluan















Pertanyaan

Bagaimana Anda dapat menjelaskan pengaruh suhu terhadap laju reaksi berdasarkan teori tumbukan?



Bagaimana Anda dapat menjelaskan pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi berdasarkan teori tumbukan?



Bagaimana Anda dapat menjelaskan pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi berdasarkan teori tumbukan?



Bagaimana Anda dapat menjelaskan pengaruh katalis terhadap laju reaksi berdasarkan teori tumbukan?





RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Satuan Pendidikan : SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas/ Semester : XI/ 1
Materi Pokok : LAJU REAKSI
Alokasi Waktu : 2x45 menit (2 JP)
Komptensi Inti
KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
KD dan IPK
Kompetesi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.6 Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi menggunakan teori tumbukan Menuliskan rumus umum laju reaksi bila diketahui suatu persamaan reaksi.
Menghitung laju reaksi bila diketahui suatu persamaan reaksi.

Tujuan Pembelajaran :
Melalui metode Discovery Learning, peserta didik dapat menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya serta dapat menuliskan rumus umum laju reaksi bila diketahui suatu persamaan reaksi, menghitung laju reaksi bila diketahui suatu persamaan reaksi serta memiliki sikap ingin tahu, teliti dalam melakukan pengamatan dan bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan masukan.
Materi pembelajaran
Rumus umum laju reaksi
Metode Pembelajaran
Diskusi, tanya jawab
Media Pembelajaran
Power point, papan tulis, spidol, dan LKPD
Sumber Belajar
Hermawan, dkk. 2009. Aktif Belajar Kimia : untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Depdiknas.
Khamidinal , dkk. 2009. Kimia : SMA/ MA Kelas X. Jakarta: Depdiknas.
Sudarmo, Unggul. 2013. Kimia untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga.
Langkah – langkah pembelajaran
TAHAPAN PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN WAKTU NILAI KARAKTER
PENDAHULUAN
Peserta didik merespon salam dan mensyukuri anugerah Tu¬han YME dan saling mendoakan
Guru memeriksa kerapian dan kebersihan kelas sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan.
Guru memeriksa kehadiran peserta didik
Memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menuntun siswa dalam mempelajari topik yang akan dibahas dan menggali pengetahuan awal siswa tentang materi laju reaksi yang akan dipelajari.
Peserta didik menerima informasi tentang topik dan tujuan pembelajaran dari guru yaitu rumus umum laju reaksi. 10 menit Penguatan karakter (PPK) : religius, sopan santun (unggah ungguh), kedisiplinan, peduli lingkungan dan rasa ingin tahu

Stimulation


Problem Statement







Data Collecting









Data Procesing





Verification

















Generalization KEGIATAN INTI
Peserta didik mengamati cara penetuan laju reaksi

peserta didik diharapkan mengajukan pertanyaan:
Bagaimana menuliskan rumus umum dan cara menentukan laju reaksi bila diketahui suatu Persamaan reaksi?
Peserta didik Mengumpulkan informasi/ data dari berbagai sumber, seperti: membaca buku siswa atau mencari di internet untuk menjawab soal dalam LKPD.

Setiap peserta didik mengerjakan soal-soal dalam LKPD dan diperbolehkan diskusi bersama teman

Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi.
Guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikan jawabannya dari hasil diskusi yang telah mereka lakukan.
Peserta didik yang lain diminta untuk menanggapi jawaban dari hasil diskusi yang disampaikan oleh penyaji atau bertanya kepada penyaji dengan bahasa yang sopan dan santun.
Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi dibimbing guru 70 menit



PPK : kerja sama, bertanggungjawab, teliti, kritis


Critical thinking dan problem solving
HOTS






Collaboration
Literasi











Critical thinking dan problem solving
Creative
KEGIATAN PENUTUP
Guru melakukan review terhadap hasil kerja siswa dan melakukan refleksi dengan meminta siswa mengungkapkan perasaan dan pendapatnya.
Memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada kelompok yang berkinerja baik
Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk dibahas pada pertemuan minggu berikutnya yaitu factor laju reaksi yang lain, katalis dan mempresentasikan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari. 10 menit PPK :
komunikatif,
responsive, bertanggungjawab

Penilaian Hasil Pembelajaran
No. Aspek Mekanisme dan prosedur Instrumen Keterangan
1. Kognitif
Tes tertulis Tugas Terlampir
2. Afektif
(Sikap) Observasi sikap Lembar observasi sikap Terlampir

Yogyakarta, 26 September 2017
Mengetahui,
Guru pembimbing



Kasimin, S.Pd
NIP 19720525 201406 1 003 Mahasiswa PLT




Shaaliyah Novita Faradina
NIM. 14303241042
,




LAMPIRAN

Materi
Laju merupakan ukuran perubahan sesuatu yang terjadi dalam satuan waktu. Reaksi kimia selalu berkaitan dengan perubahan dari suatu pereaksi (reaktan) menjadi hasil reaksi (produk).

Pereaksi (reaktan) Hasil reaksi (produk)

Laju reaksi dapat dinyatakan sebagai berkurangnya jumlah pereaksi per satuan waktu atau bertambahnya jumlah hasil reaksi per satuan waktu.
Ukuran jumlah zat dalam reaksi kimia umumnya dinyatakan sebagai konsentrasi molar atau kemolaran (M). Dengan demikian, laju reaksi dapat dinyatakan sebagai berkurangnya konsentrasi pereaksi per satuan waktu atau bertambahnya konsentrasi hasil reaksi per satuan waktu. Laju reaksi dinyatakan dengan satuan mol dm-3det-1 atau mol/ liter detik.


Keterangan:
[Pereaksi] = konsentrasi pereaksi (mol/Liter)
[Produk] = konsentrasi produk (mol/Liter)
∆t = perubahan waktu (detik)
v = laju reaksi (M/detik)


Misal persamaan reaksi berikut.

A B
(reaktan) (produk)

Laju reaksi (r) = - (∆[A])/∆t atau = + (∆[B])/∆t


Secara umum untuk reaksi aA + bB cC + dD
Laju reaksi (r) = -1/a (∆[A])/∆t = -1/b (∆[B])/∆t = +1/c (∆[C])/∆t = +1/d (∆[D])/∆t

PERSAMAAN LAJU REAKSI

Secara umum ditulis menurut persamaan reaksi sebagai berikut.
a A + b B c C + d D

dan persamaan laju reaksinya:


Orde reaksi hanya dapat ditentukan secara eksperimen. Orde reaksi pada reaksi keseluruhan disebut. Besarnya orde reaksi total adalah jumlah semua orde reaksi pereaksi. Jadi, orde reaksi total (orde reaksi) pada reaksi tersebut adalah m + n.


Penilaian Aspek Kognitif
Indikator Soal Kunci jawaban Tingkat kognitif Pedoman penilaian Skor
Menuliskan rumus umum laju reaksi bila diketahui suatu persamaan reaksi. Reaksi: 2 A + 3 B C + 4 D
Tuliskan rumus umum untuk menghitung laju reaksi berdasarkan perubahan zat A, B, C, dan D! r = -([A])/2∆t = -[B]/3∆t=+[C]/∆t=+([D])/4∆t C2 Menuliskan persamaan laju reaksi 1
Menghitung laju reaksi bila diketahui suatu persamaan reaksi.
Ke dalam ruangan yang volumenya 10 liter direaksikan 0,1 mol gas N2 dan 0,1 mol gas H2 dengan persamaan reaksi:
N2(g) + 3H2(g) → 2NH3(g)
Setelah reaksi berlangsung selama 5 detik, ternyata masih tersisa 0,08 mol gas N2.Tentukan laju reaksi sesaat berdasarkan:
a.Gas nitrogen yang bereaksi (rN2).
b.Gas hidrogen yang bereaksi (rH2).
c.Gas NH3 yang terbentuk (rNH3). N2(g)+3H2(g) →2NH3(g)
m:0,1 0,1
r: 0,02 0,06 0,04
s:0,08 0,04 0,04

rN2
(0,02/10):5=4x10-3 M/det
rH2
(0,06/10):5=1,2x10-3 M/det
rNH3
(0,02/10):5=4x10-3 C3 Menuliskan mol mula-mula, reaksi, dan sisa (2)
Menghitung laju reaksi (1)
3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


Nama: ………………………..

Kerjakanlah soa-soal berikut ini!

Reaksi: 2 A + 3 B C + 4 D
Tuliskan rumus umum untuk menghitung laju reaksi berdasarkan perubahan zat A, B, C, dan D!
Ke dalam ruangan yang volumenya 10 liter direaksikan 0,1 mol gas N2 dan 0,1 mol gas H2 dengan persamaan reaksi:
N2(g) + 3H2(g) → 2NH3(g)
Setelah reaksi berlangsung selama 5 detik, ternyata masih tersisa 0,08 mol gas N2.Tentukan laju reaksi sesaat berdasarkan:
a.Gas nitrogen yang bereaksi (v N2).
b.Gas hidrogen yang bereaksi (v H2).
c.Gas NH3 yang terbentuk (v NH2).





RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Satuan Pendidikan : SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas/ Semester : XI/ 1
Materi Pokok : LAJU REAKSI
Alokasi Waktu : 2x45 menit (2 JP)
Komptensi Inti :
KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
KD dan IPK
Kompetesi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
4.6 Menyajikan hasil penelusuran informasi cara-cara pengaturan dan penyimpanan bahan untuk mencegah perubahan fisika dan kimia yang tak terkendali Mendisukusikan penerapan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari.
Mempresentasikan penerapan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran :
Melalui metode Discovery Learning, peserta didik dapat menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya serta dapat mendiskusikan penerapan laju reaksi dan mempresentasikan penerapan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari serta memiliki sikap ingin tahu, teliti dalam melakukan pengamatan dan bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan masukan.


Materi pembelajaran
Factor- factor yang mempengaruhi laju reaksi
Teori tumbukan
Metode Pembelajaran
Diskusi, tanya jawab
Media Pembelajaran
Power point, papan tulis, spidol, dan LKPD
Sumber Belajar
Hermawan, dkk. 2009. Aktif Belajar Kimia : untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Depdiknas.
Khamidinal , dkk. 2009. Kimia : SMA/ MA Kelas X. Jakarta: Depdiknas.
Sudarmo, Unggul. 2013. Kimia untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga.
Langkah – langkah pembelajaran
TAHAPAN PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN WAKTU NILAI KARAKTER
PENDAHULUAN
Peserta didik merespon salam dan mensyukuri anugerah Tu¬han YME dan saling mendoakan
Guru memeriksa kerapian dan kebersihan kelas sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan.
Guru memeriksa kehadiran peserta didik
Memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menuntun siswa dalam mempelajari topik yang akan dibahas dan menggali pengetahuan awal siswa tentang materi laju reaksi yang akan dipelajari.
Peserta didik menerima informasi tentang topik dan tujuan pembelajaran dari guru yaitu teori tumbukan. 10 menit Penguatan karakter (PPK) : religius, sopan santun (unggah ungguh), kedisiplinan, peduli lingkungan dan rasa ingin tahu

Stimulation





Problem Statement






Data Collecting








Data Procesing





Verification


















Generalization KEGIATAN INTI
Peserta didik mengamati contoh penerapan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta didik diharapkan mengajukan pertanyaan:
Bagaimana penerapan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari?

Mengumpulkan informasi/ data dari berbagai sumber, seperti: membaca buku siswa atau mencari di internet untuk menjawab soal dalam LKPD.

Setiap peserta didik mengerjakan soal-soal dalam LKPD dan diperbolehkan diskusi bersama teman.

Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi.
Guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikan jawabannya dari hasil diskusi yang telah mereka lakukan.
Peserta didik yang lain diminta untuk menanggapi jawaban dari hasil diskusi yang disampaikan oleh penyaji atau bertanya kepada penyaji dengan bahasa yang sopan dan santun.

Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi dibimbing guru 70 menit



PPK : kerja sama, bertanggungjawab, teliti, kritis


Critical thinking dan problem solving
HOTS






Collaboration
Literasi











Critical thinking dan problem solving
Creative
KEGIATAN PENUTUP
Guru melakukan review terhadap hasil kerja siswa dan melakukan refleksi dengan meminta siswa mengungkapkan perasaan dan pendapatnya.
Memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada kelompok yang berkinerja baik
Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk dibahas pada pertemuan minggu berikutnya yaitu factor laju reaksi yang lain, katalis dan mempresentasikan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari. 10 menit PPK :
komunikatif,
responsive, bertanggungjawab



Penilaian Hasil Pembelajaran
No. Aspek Mekanisme dan prosedur Instrumen Keterangan
1. Kognitif
Tes tertulis Tugas Terlampir
2. Afektif
(Sikap) Observasi sikap Lembar observasi sikap Terlampir
3. Keterampilan Presentasi Tugas kelompok Terlampir

Yogyakarta, 26 September 2017
Mengetahui,
Guru pembimbing



Kasimin, S.Pd
NIP 19720525 201406 1 003 Mahasiswa PLT




Shaaliyah Novita Faradina
NIM. 14303241042
,




LAMPIRAN 
Penilaian Aspek Kognitif
Indikator
Soal Skor
Mendisukusikan penerapan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari.
Mempresentasikan penerapan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari. Penambahan bahan pengawet pada makanan
Daging dipotong terlebih dahulu sebelum dimasak
Memasak kentang dengan digoreng dibandingkan dengan direbus
Pasien dianjurkan dokter untuk makan suplemen lactase sebelum mengkonsumsi susu
Pengemasan kacang dalam plastic yang divakum
Tujuan kegiatan ?
Faktro laju yang dikontrol ? Tujuan kegiatan ? (2)
Faktor laju yang dikontrol ? (1)

Masing-masing soal 3
Jumlah total skor=15



LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Nama kelompok: 1.
2.
3.
4.
5.
6.
KEGIATAN TUJUAN KEGIATAN FAKTOR LAJU YANG DIKONTROL
Contoh:
Menyimpan makanan dalam lemari es Makanan akan lebih awet bila disimpan di dalam lemari es. Hal ini karena dalam temperature rendah akan menghambat laju reaksi sehingga makanan tidak cepat mengalami pembusukan Suhu
Penambahan bahan pengawet pada makanan
Daging dipotong terlebih dahulu sebelum dimasak
Memasak kentang dengan digoreng dibandingkan dengan direbus
Pasien dianjurkan dokter untuk makan suplemen lactase sebelum mengkonsumsi susu
Pengemasan kacang dalam plastic yang divakum
Kerjakan Soal Berikut secara Berkelompok !


C. Penilaian Ketrampilan
Lembar Penilaian Ketrampilan (Presentasi)
No Kelompok Aspek penilaian Jumlah Skor Nilai Predikat Ket
K1 K2 K3
1 2 3 1 2 3 1 2 4
1
2
3
4
5
6

Keterangan Skor :
Masing-masing kolom diisi dengan kriteria
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang

Nilai = x 100

Rubrik Penilaan Presentasi

Aspek Afektif Skor Indikator
Materi Presentasi K1 3
2
1 Materi sesuai, sistematik, mudah dipahami
Materi sesuai, kurang sistematik, dan kurang mudah dipahami
Materi kurang sesuai, kurang sistematik, dan kurang mudah dipahami
Performance Presentasi K2 3
2
1 Percaya diri, bahasa mudah dipahami, mimik dan intonasi sesuai, menarik
Percaya diri, bahasa mudah dipahami, mimik dan intonasi sesuai, kurang menarik
Percaya diri, bahasa kurang dapat dipahami, mimik dan intonasi sesuai, kurang menarik
Penguasaan materi K3 3
2
1 Menjawab dengan tepat, sesuai dengan pertanyaan
Menjawab kurang tepat, sesuai dengan pertanyaan
Menjawab dengan kurang dapat menjawab



Materi
Mengendalikan Laju Reaksi untuk Mencegah Kerusakan Pangan
Salah satu pemanfaatan dari pemahaman akan laju reaksi adalah pemanfaatannya pada bidang pangan. Pembusukan merupakan salah satu reaksi kimia yang kurang diharapkan pada umumnya, apabila pembusukan yang terjadi pada makanan. Salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan adalah dengan memanipulasi laju reaksi pembusukan dari makanan. Tidak semata – mata manipulasi dari laju reaksi digunakan untuk mempercepat suatu reaksi saja, khususnya pada reaksi pembusukan diharapakan laju reaksinya dapat diperlambat. Berikut beberapa upaya penghambat atau memperlambat laju reaksi pembusukan pada makanan:
Menambahkan bahan pengawet, penambahan bahan pengawet ini akan menghambat bakteri untuk berkembang karena enzim sebagai zat kimia yang digunakan oleh bakteri untuk melakukan reaksi pembusukan terhambat.
Menyimpan makanan pada suhu yang rendah, seperti yang diketahui penyimapanan makana dalm lemari pendingin terbukti dapat menhambat reaksi pembusukan.
Pengalengan makanan, sebenarnya ini merupakan salah satu upaya untuk menyimpan makanan dari oksigen. Oksigen merupakan oksidatoe bagi bahan pangan.
Selain itu juga dapat dilakukan pengasapan pada bahan pangan agar mengurangi kadar oksigen dalam makanan karena bahan makanan bereaksi dengan CO2 pada proses pengasapan.



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Satuan Pendidikan : SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas/ Semester : XI/ 1
Materi Pokok : LAJU REAKSI
Alokasi Waktu : 2x45 MENIT (2 JP)
Komptensi Inti :

KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
KD dan IPK
Kompetesi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan
Menentukan orde reaksi berdasarkan datal hasil percobaan
Menentukan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan


Tujuan Pembelajaran :
Melalui model inquiry, peserta didik dapat menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya serta dapat menjelaskan menentukan orde reaksi berdasarkan datal hasil percobaan, menentukan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan, serta memiliki sikap ingin tahu, teliti dalam melakukan pengamatan dan bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan masukan.
Materi pembelajaran
Orde reaksi
Persamaan laju reaksi
Metode Pembelajaran
Diskusi, tanya jawab, dan latihan soal
Media Pembelajaran
Power point, papan tulis, spidol, dan LKPD
Sumber Belajar
Hermawan, dkk. 2009. Aktif Belajar Kimia : untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Depdiknas.
Khamidinal , dkk. 2009. Kimia : SMA/ MA Kelas X. Jakarta: Depdiknas.
Sudarmo, Unggul. 2013. Kimia untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga.
Langkah – langkah pembelajaran
TAHAPAN PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN WAKTU NILAI KARAKTER
PENDAHULUAN
Peserta didik merespon salam dan mensyukuri anugerah Tu¬han YME dan saling mendoakan
Guru memeriksa kerapian dan kebersihan kelas sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan.
Guru memeriksa kehadiran peserta didik
Memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menuntun siswa dalam mempelajari topik yang akan dibahas dan menggali pengetahuan awal siswa tentang materi laju reaksi yang akan dipelajari.
Peserta didik menerima informasi tentang topik dan tujuan pembelajaran dari guru.
Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok (setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang). 10 menit Penguatan karakter (PPK) : religius, sopan santun (unggah ungguh), kedisiplinan, peduli lingkungan dan rasa ingin tahu

Stimulation


Problem Statement





Data Collecting








Data Procesing





Verification

















Generalization KEGIATAN INTI
Peserta didik mengamati hukum laju reaksi

Peserta didik diharapkan mengajukan pertanyaan:
Bagaimana cara menentukan orde laju reaksi ?
Bagaimana cara menentukan tetapan laju reaksi?
Peserta didik mengumpulkan informasi/ data dari berbagai sumber, seperti: membaca buku siswa atau mencari di internet untuk menjawab soal dalam LKPD.

Setiap peserta didik mengerjakan soal-soal dalam LKPD dan diperbolehkan diskusi bersama teman

Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi.
Guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikan jawabannya dari hasil diskusi yang telah mereka lakukan.
Peserta didik yang lain diminta untuk menanggapi jawaban dari hasil diskusi yang disampaikan oleh penyaji atau bertanya kepada penyaji dengan bahasa yang sopan dan santun.
Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi dibimbing guru 70 menit



PPK : kerja sama, bertanggungjawab, teliti, kritis


Critical thinking dan problem solving
HOTS






Collaboration
Literasi











Critical thinking dan problem solving
Creative
KEGIATAN PENUTUP
Guru melakukan review terhadap hasil kerja siswa dan melakukan refleksi dengan meminta siswa mengungkapkan perasaan dan pendapatnya.
Memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada kelompok yang berkinerja baik
Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk dibahas pada pertemuan minggu berikutnya yaitu factor laju reaksi yang lain, katalis dan mempresentasikan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari. 10 menit PPK :
komunikatif,
responsive, bertanggungjawab

Penilaian Hasil Pembelajaran
No. Aspek Mekanisme dan prosedur Instrumen Keterangan
1. Kognitif
Tes tertulis Tugas Terlampir
2. Afektif
(Sikap) Observasi sikap Lembar observasi sikap Terlampir

Yogyakarta, 26 September 2017
Mengetahui,
Guru pembimbing



Kasimin, S.Pd
NIP 19720525 201406 1 003 Mahasiswa PLT




Shaaliyah Novita Faradina
NIM. 14303241042
,


Penilaian Aspek Kognitif
Indikator Soal Tingkat kognitif

Menentukan orde reaksi berdasarkan datal hasil percobaan
Data percobaan laju reaksi diperoleh dari reaksi:
A + B → C
sebagai berikut:

Nomor Percobaan [A] molar [B] molar Laju reaksi molar/detik
1 0,01 0,20 0,02
2 0,02 0,20 0,08
3 0,03 0,20 0,18
4 0,03 0,40 0,36
Rumus laju reaksinya adalah....
A. V = k [A]2 [B]
B. V = k [A] [B]2
C. V = k [A] [B]
D. V = k [A]2 [B]2
E. V = k [A]3 [B]
( Ebtanas 2001)
Soal No. 2
Dari reaksi:
2 NO(g) + 2H2(g) → N2(g) + 2H2O(g)
diperoleh data percobaan sebagai berikut:
Nomor Percobaan Konsentrasi (M) Laju reaksi (M.det-1)
NO H2
1 2 × 10−3 2 × 10−3 4 × 10−6
2 4 × 10−3 2 × 10−3 8 × 10−6
3 6 × 10−3 2 × 10−3 12 × 10−6
4 4 × 10−3 6 × 10−3 24 × 10−6
5 4 × 10−3 8 × 10−3 32 × 10−6
Persamaan laju reaksi tersebut adalah.....
A. V = k [NO] [H2]
B. V = k [NO]2 [H2]
C. V = k [NO] [H2]2
D. V = k [NO]2 [H2]2
E. V = k [H2]2


Soal No. 3
Laju reaksi dari suatu gas dinyatakan sebagai ν = k [A][B]. Tentukan perbandingan laju reaksinya dibandingkan terhadap laju reaksi mula-mula jika:
a) volum yang ditempati gas-gas diperkecil menjadi 1/2 volum semula
b) volum yang ditempati gas-gas diperkecil menjadi 1/4 volum semula

Soal No. 4
Data hasil percobaan laju reaksi:
2NO (g) + 2H2 (g) → N2 (g) + 2H2 (g) + 2H2O (g)



Berdasarkan data tersebut orde reaksi total adalah...
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

Soal No. 5
Data percobaan untuk reaksi A + B → AB adalah sebagai berikut:
[A] (mol/L) [B] (mol/L) Laju (mol L−1s−1)
0,1 0,05 20
0,3 0,05 180
0,1 0,20 320
Orde reaksi terhadap A dan B berturut-turut adalah....
A. 2 dan 4
B. 2 dan 2
C. 2 dan 1
D. 1 dan 2
E. 1 dan 1
(Laju reaksi - umptn 96)
Soal No. 6
Diberikan reaksi antara gas A dan B sebagai berikut:
A + B → C + D

Jika persamaan kecepatan reaksinya adalah v = k [A][B]2 maka reaksi tersebut termasuk reaksi tingkat ke....
A. 0
B. 1
C. 2
D. 3
E. 4
Soal No. 7
Pada suhu 273°C, gas brom dapat bereaksi dengan gas nitrogen monoksida menurut persamaan reaksi:

2NO (aq) + Br2 (g) → 2NOBr (g)



Laju reaksi bila konsentrasi gas NO = 0,01 M dan gas Br2 = 0,03 M adalah...
A. 0,012
B. 0,36
C. 1,200
D. 4,600
E. 12,00
(Laju Reaksi - Un Kimia 2010 P04)


Soal No. 8
Nitrogen oksida, NO, bereaksi dengan hidrogen membentuk dinitrogen oksida N2O dan uap air menurut persamaan:

2NO (g) + H2O (g) → N2O (g) + H2O (g).

Pengaruh konsentrasi NO dan H2 terhadap laju reaksi ditemukan sebagai berikut:



Laju reaksi yang terjadi jika konsentrasi NO = 2 M dan konsentrasi H2 = 5 M adalah...(M.det−1)
Laju reaksi yang terjadi jika konsentrasi NO = 2 M dan konsentrasi H2 = 5 M adalah...(M.det−1)
A. 1/36
B. 1/18
C. 5/18
D. 5/18
E. 5/9

Soal No. 9
Setiap 15°C laju reaksi menjadi 2 kali lebih cepat dari mula-mula. Jika pada suhu 30°C reaksi berlangsung 12 menit, tentukan waktu reaksi pada suhu 75°C!
A. 1,5 menit
B. 3 menit
C. 6 menit
D. 12 menit
E. 15 menit

Soal No. 10
Reaksi akan berlangsung 3 kali lebih cepat dari semula setiap kenaikan 20°C. Jika pada suhu 30°C suatu reaksi berlangsung 3 menit, maka pada suhu 70°C reaksi akan berlangsung selama....
A.1/3 menit
B. 2/3 menit
C. 1 menit
D. 4 menit
E. 12 menit


Uraian
Laju reaksi terhadap 2HgCl2(aq) + C2O42-(aq) 2CO2 (g) + Hg2Cl2 (s) + 2Cl- (aq), diketahui dengan mengukur jumlah mol Hg2Cl2 yang mengendap per liter per menit, dan diperoleh data sebagai berikut.
Percobaan ke- [HgCl2] awal (M) [C2O42-]awal Laju pembentukan Hg2Cl2(M/menit)
1 0,105 0,15 1,8 x 10-5
2 0,105 0,30 7,1 x 10-5
3 0,052 0,30 3,5 x 10-5
Dari data tersebut, tentukan orde reaksi terhadap HgCl2 dan C2O42-, serta orde reaksi keseluruhan.(3)
Hitung nilai tetapan laju reaksinya(k) (1)
Hitung laju reaksi jika konsentrasi awal HgCl2 0,02 mol/liter dan C2O42- 0,22 mol/L. (1)
C3
3.7.1.2
Menentukan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan


Bentuk soal Skor Skor total Nilai
Pilihan ganda 10 15 nilai: (skor total)/1,5

Uraian 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


Kerjakanlah soal-soal berikut ini!

Nama:………………………………………

Soal No. 1
Data percobaan laju reaksi diperoleh dari reaksi:
A + B → C
sebagai berikut:
Nomor Percobaan [A] molar [B] molar Laju reaksi molar/detik
1 0,01 0,20 0,02
2 0,02 0,20 0,08
3 0,03 0,20 0,18
4 0,03 0,40 0,36
Rumus laju reaksinya adalah....
A. V = k [A]2 [B]
B. V = k [A] [B]2
C. V = k [A] [B]
D. V = k [A]2 [B]2
E. V = k [A]3 [B]

Soal No. 2
Dari reaksi:
2 NO(g) + 2H2(g) → N2(g) + 2H2O(g)
diperoleh data percobaan sebagai berikut:
Nomor Percobaan Konsentrasi (M) Laju reaksi (M.det-1)
NO H2
1 2 × 10−3 2 × 10−3 4 × 10−6
2 4 × 10−3 2 × 10−3 8 × 10−6
3 6 × 10−3 2 × 10−3 12 × 10−6
4 4 × 10−3 6 × 10−3 24 × 10−6
5 4 × 10−3 8 × 10−3 32 × 10−6
Persamaan laju reaksi tersebut adalah.....
A. V = k [NO] [H2]
B. V = k [NO]2 [H2]
C. V = k [NO] [H2]2
D. V = k [NO]2 [H2]2
E. V = k [H2]2


Soal No. 3
Laju reaksi dari suatu gas dinyatakan sebagai ν = k [A][B]. Tentukan perbandingan laju reaksinya dibandingkan terhadap laju reaksi mula-mula jika:
a) volum yang ditempati gas-gas diperkecil menjadi 1/2 volum semula
b) volum yang ditempati gas-gas diperkecil menjadi 1/4 volum semula

Soal No. 4
Data hasil percobaan laju reaksi:
2NO (g) + 2H2 (g) → N2 (g) + 2H2 (g) + 2H2O (g)



Berdasarkan data tersebut orde reaksi total adalah...
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

Soal No. 5
Data percobaan untuk reaksi A + B → AB adalah sebagai berikut:
[A] (mol/L) [B] (mol/L) Laju (mol L−1s−1)
0,1 0,05 20
0,3 0,05 180
0,1 0,20 320
Orde reaksi terhadap A dan B berturut-turut adalah....
A. 2 dan 4
B. 2 dan 2
C. 2 dan 1
D. 1 dan 2
E. 1 dan 1



Soal No. 6
Diberikan reaksi antara gas A dan B sebagai berikut:
A + B → C + D

Jika persamaan kecepatan reaksinya adalah v = k [A][B]2 maka reaksi tersebut termasuk reaksi tingkat ke....
A. 0
B. 1
C. 2
D. 3
E. 4
Soal No. 7
Pada suhu 273°C, gas brom dapat bereaksi dengan gas nitrogen monoksida menurut persamaan reaksi:

2NO (aq) + Br2 (g) → 2NOBr (g)



Laju reaksi bila konsentrasi gas NO = 0,01 M dan gas Br2 = 0,03 M adalah...
A. 0,012
B. 0,36
C. 1,200
D. 4,600
E. 12,00
(Laju Reaksi - Un Kimia 2010 P04)


Soal No. 8
Nitrogen oksida, NO, bereaksi dengan hidrogen membentuk dinitrogen oksida N2O dan uap air menurut persamaan:

2NO (g) + H2O (g) → N2O (g) + H2O (g).

Pengaruh konsentrasi NO dan H2 terhadap laju reaksi ditemukan sebagai berikut:



Laju reaksi yang terjadi jika konsentrasi NO = 2 M dan konsentrasi H2 = 5 M adalah...(M.det−1)
Laju reaksi yang terjadi jika konsentrasi NO = 2 M dan konsentrasi H2 = 5 M adalah...(M.det−1)
A. 1/36
B. 1/18
C. 5/18
D. 5/18
E. 5/9

Soal No. 9
Setiap 15°C laju reaksi menjadi 2 kali lebih cepat dari mula-mula. Jika pada suhu 30°C reaksi berlangsung 12 menit, tentukan waktu reaksi pada suhu 75°C!
A. 1,5 menit
B. 3 menit
C. 6 menit
D. 12 menit
E. 15 menit

Soal No. 10
Reaksi akan berlangsung 3 kali lebih cepat dari semula setiap kenaikan 20°C. Jika pada suhu 30°C suatu reaksi berlangsung 3 menit, maka pada suhu 70°C reaksi akan berlangsung selama....
A.1/3 menit
B. 2/3 menit
C. 1 menit
D. 4 menit
E. 12 menit


Uraian
Laju reaksi terhadap 2HgCl2(aq) + C2O42-(aq) 2CO2 (g) + Hg2Cl2 (s) + 2Cl- (aq), diketahui dengan mengukur jumlah mol Hg2Cl2 yang mengendap per liter per menit, dan diperoleh data sebagai berikut.
Percobaan ke- [HgCl2] awal (M) [C2O42-]awal Laju pembentukan Hg2Cl2(M/menit)
1 0,105 0,15 1,8 x 10-5
2 0,105 0,30 7,1 x 10-5
3 0,052 0,30 3,5 x 10-5
Dari data tersebut, tentukan orde reaksi terhadap HgCl2 dan C2O42-, serta orde reaksi keseluruhan.
Hitung nilai tetapan laju reaksinya(k)
Hitung laju reaksi jika konsentrasi awal HgCl2 0,02 mol/liter dan C2O42- 0,22 mol/L.







MATERI


PERSAMAAN LAJU REAKSI

Secara umum ditulis menurut persamaan reaksi sebagai berikut.
a A + b B c C + d D

dan persamaan laju reaksinya:


Orde reaksi hanya dapat ditentukan secara eksperimen. Orde reaksi pada reaksi keseluruhan disebut. Besarnya orde reaksi total adalah jumlah semua orde reaksi pereaksi. Jadi, orde reaksi total (orde reaksi) pada reaksi tersebut adalah m + n.













LAMPIRAN 11
(Soal PAS)


Kisi Soal
SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
Mata Pelajaran Kimia
Tahun Ajaran 2017/2018
Kelas XI Semester 1
Kompetensi Dasar Materi Tingkat Kognitif Indicator Bentuk soal Jumlah bulir soal Nomor soal
3.1 Menganalisis struktur dan sifat senyawa hidrokarbon berdasarkan kekhasan atom karbon dan golongan senyawanya - kekhasan atom karbon
- Alkane, alkena, alkuna: rumus umum, struktur, tata nama, sifat fisis dan kimia
- Keisomeran C3 Menjelaskan kekhasan atom karbon
Menentukan rumus umum ,struktur, tata nama, sifat fisis dan kimia alkane, alkena, dan alkuna
Menentukan keisomeran suatu senyawa hidrokarbon Piliham ganda
Dan urian Pilihan ganda (5)
Uraian (1) PG:1,2,3,4,5
U: 1
3.2 3.2 Menjelaskan proses pembentukan fraksi-fraksi minyak bumi, teknik pemisahan serta kegunaannya -Fraksi minyak bumi dan mutu bensin C2 Menjelaskan pengolahan fraksi minyak bumi
Menyebutkan angka oktan bahan bakar Pilihan ganda Pilihan ganda (3) Pg : 6,7,8
3.3. Mengidentifikasi reaksi pembakaran hidrokarbon yang sempurna dan tidak sempurna serta sifat zat hasil pembakaran (CO2, CO, partikulat karbon) - Pembakaran sempurna dan tidak sempurna
- Dampak pembakaran bahan bakar C3 Menjelaskan pembakaran sempurna senyawa karbon
Menjelaskan dampak pembakaran bahan bakar Pilihan ganda Pilihan ganda (2) PG: 9, 10
3.4 Menjelaskan konsep perubahan entalpi reaksi pada tekanan tetap dalam persamaan termokimia - Reaksi eksoterm dan endoterm
- Perubahan entalpi standar (ΔHº) untuk berbagai reaksi
a. ΔHºpembentukan
b. ΔHºpenguraian
c. ΔHºpembakaran C4 Membedakan reaksi eksoterm endoterm berdasarkan ciri-cirinya
Menghitung perubahan entlpi standar reaksi pembentukan, penguraian, dan pembakaran Pilihan ganda Pilihan ganda (4) PG: 11,12,13,14
3.5 Menjelaskan jenis entalpi reaksi, hukum Hess dan konsep energi ikatan Penentuan entalpi reaksi melalui percobaan (kalorimetri), Hukum Hess, dan energi ikatan
C2 Menentukan entalpi reaksi melalui percobaan (kalorimetri), Hukum Hess, dan energi ikatan Pilihan ganda dan uraian Pilihan ganda (4) PG: 15, 16,17
U:2
3.6 Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi menggunakan teori tumbukan Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi C4 Menganalisis factor-faktor yang mempengaruhi lau reaksi Pilihan ganda Pilihan ganda (1) PG: 18
3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan - Orde reaksi
- tetapan laju reaksi
C3 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi Pilihan ganda dan uraian Pilihan ganda (3) PG: 19, 20,21
U: 3
3.8 Menjelaskan reaksi kesetimbangan di dalam hubungan antara pereaksi dan hasil reaksi - Nilai tetapan kesetimbangan (Kc) dan tekanan gas (Kp)
- Kesetimbangan disosiasi dan derajat disosiasi dan perhitungannya C3 Menentukan nilai tetapan kesetimbangan Kc dan Kp
Menentukan kesetimbangan disosiasi dan derajat disosiasi dan perhitungannya Pilihan ganda dan uraian Pilihan ganda (3) PG: 22, 23,24
U: 4
3.9 Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan dan penerapannya dalam industri Pergeseran kesetimbangan (Asas Le Cahtalier, pengaruh perubahan konsentrasi, volume, tekanan, suhu dan katalisator) C4 Menganalisis pergeseran kesetimbangan Pilihan ganda Pilihan ganda (1) PG: 25

PENILAIAN AKHIR SEMESTER KELAS XI SEMESTER 1
PILIHAN GANDA
Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!
Kekhasan atom karbon yang menyebabkan unsur karbon memiliki berbagai macam bentuk senyawa adalah….
Memiliki 4 elektron valensi
Membentuk rantai karbon dengan berbagai bentuk
Memiliki konfigurasi electron belum stabil seperti gas mulia
Bentuk ruang ikatan pada karbon yaitu tetrahedron
Merupakan zat padat yang sangat stabil pada suhu kamar
Yang merupakan struktur dari 2 pentena adalah....
a. CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH3
b. CH3 – CH2 – CH = CH – CH3
c. CH3 – CH2 – CH2 – CH= CH2
d. CH2 = CH – CH2 – CH3
e. CH2 = CH – CH = CH2
3. Di antara senayawa berikut yang memiliki titik didih tertinggi adalah…
a. CH3 CH(CH3) CH3
b. CH3 CH2CH2CH3
c. CH3 CH2CH(CH3) CH3
d. CH3 (CH2)3CH3
e. (CH3)2CHC(CH3)3

4. Zat yang mempunyai rumus molekul C5H12 adalah
a. 2,2- dimetilpropana




b. 2-metil-1-butana
c. 2-metilpropana
d. 2,3-dimetil-1-butena
e. normal butane
5. Senyawa dibawah ini merupakan isomer dari buatana adalah …
a. butena
b. butuna
c.2-metilpropana
d. 2-metilbutana
e. 2,2-dimetilpentana
6. Pada pengolahan tahap pertama minyak bumi menghasilkan berbagai macam senyawa. Pengolahan tahap pertama dilakukan dengan….
a. ektraksi
b. kristalisasi
c. destilasi bertingkat
d. cracking
e. knocking
7. Polimerisasi pada proses cracking minyak bumi adalah proses ….
a. pembentukan ikatan rangkap pada hidrokarbon
b. penggabungan molekul kecil menjadi molekul besar
c. pembentukan alkil dari suatu hidrokarbon jenuh
d. pengubahan struktru hidroarbon menjadi isomernya
e. pembentukan struktru baru dari struktur yang ada
8. besin standar dengan angka oktan 80 mempunyai komposisi….
a. 80% isooktana dan 20% n-heptana
b. 80% n-heptana dan 20% isooktana
c. 80% n-oktana dan 20% n-heptana
d. 80% n-oktana dan 20% isooktana
e. 80% n-heksana dan 20% isooktana
9. Pembakaran sempurna senyawa karbon akan menghasilka gas karbon dioksida. Jika gas ini dialirkan ke dalam air kapur, hal yang teramati adalah ….
a. air kapur berubah warnanya menjadi merah
b. air kapur berubah warnanya menjadi biru
c. air kapur berubah warnanya menjadi putih dan keruh
d. air kapur menjadi dingin
e. air kapur menjadi panas
10. dampak pembakaran bahan bakar salah satunya adalah efek rumah kaca yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. Berikut ini yang bukan merupakan gas efek rumah kaca yaitu ….
a. SO2
b. NO
c. NO2
d. CO2
e. CH4
11. Pernyataan yang benar tentang reaksi endoterm adalah …
a. entalpi awal lebih besar dari entalpi akhir dan ∆H>0.
b. entalpi awal kurang dari entalpi akhir dan ∆H>0.
c. entalpi awal lebih besar dari entalpi akhir dan ∆H<0 .="" br=""> d. entalpi awal kurang dari entalpi akhir dan ∆H<0 .="" br=""> e. entalpi awal sama dengan entalpi akhir dan ∆H=0.
12. jika diketahui ∆Hco C= -393,5 kJ/mol. Berapa kalor yang terjadi pada pembakaran 1 kg arang, jika dianggap bahwa arang mengandung 48 % karbon dan Ar C= 12 ?
a. -15.740 kJ
b. 15.740 kJ
c. 480 kJ
d. -480 kJ
e. -15, 740 J
13. pada peruraian gas ammonia menjadi gas hydrogen dan gas nitrogen diperlukan kalor 46 kJ tiap mol ammonia. Berapa ∆Hfo gas ammonia ?
a.+ 23 kJ
b.– 23 kJ
c. ±23 kJ
d.-46 kJ
e. +46 kJ
14. Pada pembakaran gas metana (CH4) dibebaskan kalor 80,2 kJ. Maka, ∆Hco CH4 adalah …
a. 8,02 J
b. 80,2 kJ
c. 802 kJ
d. 8020 kJ
e. 8020 J
15. Di dalam suatu calorimeter bom direaksikan 0,16 gram gas metana (CH4) dengan oksigen berlebihan, sehingga terjadi reaksi
CH4 (g) + 2O2 (g) CO2 (g) + 2H2O (g)
Ternyata terjadi kenaikan suhu 1,56o C. Diketahui kapasitas kalor calorimeter adalah 958 J/0C, massa air di dalam calorimeter adalah 1000 gram dan kalor jenis air 4,18 J/g 0C. berapakah kalor pembakaran gas metana dalam kJ/mol ? (Ar C=12, H=1)
6520 J/mol
-1.494 kJ/mol
-1.494 J/mol
-8.014 kJ/mol
-8.014 J /mol
16. jika energy ikatan rata-rata C-H = 413kJ/mold dan C2H6 (g) 2C (g)
+ 6H (g). ∆H = 2.826 kJ, energy ikatan rata-rata C-C adalah …
a. 2.413 kJ/mol
b. 1.206,5 kJ/mol
c. 696 kJ/mol
d. 348 kJ/mol
e. 174 kJ/mol
17. perhatikan diagram energy berikut.
C (g) + O2 (g)
CO (g) + ½ O2 (g)
CO2 (g)
Hubungan yang benar dari diagram energy tersebut adalah …
∆H2 = ∆H3 + ∆H1
∆H3 = ∆H1 + ∆H2
∆H1 = ∆H3 + ∆H2
∆H2 = 2∆H3 - ∆H1
∆H2 = ∆H3 - 2∆H1
18. uap bensin lebih mudah terbakar daripada bensin cair. Factor yang menyebabkan perbedaan ini adalah …
a. konsentrasi
b. katalis
c. suhu
d. volume
e. luas permukaan
19. Berikut adalah table data laju reaksi:
2NO (g) + Br2 (g) 2NOBr (g)
[NO] (M) [Br2] (M) Laju reaksi (M/detik)
0,10 0,05 6
0,10 0,10 12
0,10 0,20 24
0,20 0,05 24
0,20 0,05 54
Rumus laju reaksinya adalah ….
r= k [NO] [Br2]
r= k [NO]2 [Br2] 2
r= k [NO] 2 [Br2]
r= k [NO] 2
r= k [NO] [Br2]2
20. dalam suatu bejana terjadi reaksi yang dinyatakan dengan persamaan:
2A (g) + B (g) C (g)
Persamaan laju reaksinya:
r= k [A] 2 [B]0

jika konsentrasi A dinaikkan 4 kali sedangkan B volumenya tetap, maka laju reaksinya menjadi ….
2 kali
4 kali
8 kali
16 kali
32 kali
21. Data hasil percobaan laju reaksi:
2NO (g) + 2H2 (g) → N2 (g) + 2H2 (g) + 2H2O (g)


Berdasarkan data tersebut orde reaksi total adalah...
2
3
4
5
0
22. Dalam ruang 5 liter direaksikan 0,5 mol N2 dengan 0,4 mol gas O2 menurut reaksi:
N2 (g) + O2 (g) ↔ 2NO (g)
Setelah tercapai keadaan setimbang terbentuk 0,2 mol gas NO. Harga Kc adalah.....
A. 1/2
B. 1/3
C. 1/4
D. 1/5
E. 2/5
23. Pada ruang tertutup terdapat mol gas NH3 yang terdisosiasi 50% menurut persamaan reaksi:
2NH3 (g) ↔ 2N2 (g) + 3H2 (g)
Jika tekanan di dalam ruang tersebut 6 atm, maka nilai Kp pada saat itu adalah ….
3/4
8/9
9/8
4/3
27/4
24. Dalam ruang 1 liter dipanaskan gas HI hingga terurai membentuk reaksi kesetimbangan:
2HI (g) ↔ H2 (g) + I2 (g)
Pada suhu tertentu, nilai tetapan Kc adalah 4. Persetase HI yang telah terurai yaitu….
20%
40%
60%
80%
100%

25. Dari reaksi setimbang:
Fe3+ (aq) + SCN- (aq) ↔ FeSCN2+ (aq)
Jika ditambah 1 tetes larutan jenuh FeCl3 maka ….
Jumlah ion SCN- akan bertambah
Jumlah ion Fe3+ akan berkurang
Jumlah ion FeSCN2+akan bertambah
Jumlah ion FeSCN2+ akan berkurang
Jumlah ketiga ion tetap

URAIAN
Tentukan dan tunjukkan jumlah atom karbon primer, sekunder, tersier dan kuartener dari senyawa 4-etil-2,2,4-trimetiloktana !
Diketahui :
∆Hfo H2O (g) = - 242 kJ/mol
∆Hfo CO2 (g) = - 394 kJ/mol
∆Hfo CH4 (g) = - 84kJ/mol

Hitunglah entalpi pembakaran CH4 !
Laju reaksi terhadap 2HgCl2(aq) + C2O42-(aq) 2CO2 (g) + Hg2Cl2 (s) + 2Cl- (aq), diketahui dengan mengukur jumlah mol Hg2Cl2 yang mengendap per liter per menit, dan diperoleh data sebagai berikut.
Percobaan ke- [HgCl2] awal (M) [C2O42-]awal Laju pembentukan Hg2Cl2(M/menit)
1 0,105 0,15 1,8 x 10-5
2 0,105 0,30 7,1 x 10-5
3 0,052 0,30 3,5 x 10-5
Dari data tersebut,
Tentukan orde reaksi terhadap HgCl2 dan C2O42-, serta orde reaksi keseluruhan.
Hitung nilai tetapan laju reaksinya(k)
Hitung laju reaksi jika konsentrasi awal HgCl2 0,02 mol/liter dan C2O42- 0,22 mol/L.

Campuran 0,008 mol gas SO2 dan 0,0056 mol gas O2 dimasukkan ke dalam suatu tempat tertutup yang bervolume 1 liter pada temperatur 1000K. Pada saat kesetimbangan dicapai, banyaknya gas SO3 yang ada 0,004 mol.
2SO2(g) + O2(g) ⇄ 2SO3(g)
Hitung konsentrasi SO2, O2 dan SO3 dalam kesetimbangan?
Tentukan Kc dari reaksi kesetimbangan!







KUNCI JAWABAN
Pilihan ganda
A
B
D
B
C
C
B
A
C
C
B
B
D
E
D
D
C
E
E
D
B
B
E
D
C

Uraian
Primer = 6, sekunder = 5, tersier= 0, kuarteer = 2
∆H= ∑∆Hfo sesudah - ∑∆Hfo sebelum
= (∆Hfo CO2 + 2∆Hfo H2O) – (∆Hfo CH4 + 2 ∆Hfo O2 )
= (-394 + 2(-242)) – (-84 + 2(0))
= (-394 – 484+84-0)
=-794 kJ
a. orde reaksi HgCl2 adalah 2, Sedangkan orde reaksi C2O4 adalah 1. Orde reaksi total yaitu 3.
K = 0,01088
95744 x 10-7
a. konsentrasi SO2¬ = 0,004 mol : 1 liter = 0,004 M; konsentrasi O2¬ = 0,0036 mol : 1 liter = ,0016 M; konsentrasi SO3 = 0,004 mol : 1 liter = 0,004M
kc = 1/ 0,0036













LAMPIRAN 12
(Analisis Soal)


Indikator
Soal Pedoman penilaian Tingkat kognitif Skor
Menjelaskan sifat senyawa ion Bagaimana sifat senyawa ion ?
Sifat-sifat senyawa ion C2 5
Menganalisis pembentukan ikatan kovalen tunggal. Gambarlah struktur lewis dari unsur H, O dan N !

Gambarlah pembentukan molekul H2 (gunakan struktur Lewis) ! Menggambarkan ikatan kovalen tunggal C2 5
3.5.3 Menganalisis pembentukan ikatan kovalen rangkap. Gambarlah pembentukan senyawa O2 dan N2 (gunakan struktur Lewis) ! apa perbedaannya ?

Menggambarkan ikatan kovalen tunggal C2 5
Menganalisis penyimpangan aturan oktet.
Buatlah struktur BCl3 dan SF6 ! dan jelaskan mengapa tidak sesuai aturan octet ?
Struktur BCl3 dan SF6
Alasan penyimpangan C3 4
Menganalisis polarisasi senyawa kovalen. Nyatakan apakah ikatan kovalen berikut polar atau non polar :
N-H
N-F
O=O
N-Cl
C-H
F-F C3 C3 6
Kisi-kisi soal uraian kelas X



ANALISIS BUTIR SOAL ESSAY

Satuan Pendidikan : SMA N 5 YOGYAKARTA
Nama Tes : TUGAS IKATAN KOVALEN
Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas/Program : X / MIPA 5
Tanggal Tes : 25 OKTOBER 2017
SK/KD : KD 3.5
No Butir Daya Beda Tingkat Kesukaran Kesimpulan Akhir
Koefisien Keterangan Koefisien Keterangan
1 0.738 Baik 0.776 Mudah Cukup Baik
2 0.761 Baik 0.785 Mudah Cukup Baik
3 0.894 Baik 0.868 Mudah Cukup Baik
4 0.663 Baik 0.846 Mudah Cukup Baik
5 0.274 Cukup Baik 0.936 Mudah Cukup Baik


Kisi-kisi soal kelas XI
Indikator Soal Tingkat kognitif

Menentukan orde reaksi berdasarkan datal hasil percobaan
Data percobaan laju reaksi diperoleh dari reaksi:
A + B → C
sebagai berikut:

Nomor Percobaan [A] molar [B] molar Laju reaksi molar/detik
1 0,01 0,20 0,02
2 0,02 0,20 0,08
3 0,03 0,20 0,18
4 0,03 0,40 0,36
Rumus laju reaksinya adalah....
A. V = k [A]2 [B]
B. V = k [A] [B]2
C. V = k [A] [B]
D. V = k [A]2 [B]2
E. V = k [A]3 [B]
( Ebtanas 2001)
Soal No. 2
Dari reaksi:
2 NO(g) + 2H2(g) → N2(g) + 2H2O(g)
diperoleh data percobaan sebagai berikut:
Nomor Percobaan Konsentrasi (M) Laju reaksi (M.det-1)
NO H2
1 2 × 10−3 2 × 10−3 4 × 10−6
2 4 × 10−3 2 × 10−3 8 × 10−6
3 6 × 10−3 2 × 10−3 12 × 10−6
4 4 × 10−3 6 × 10−3 24 × 10−6
5 4 × 10−3 8 × 10−3 32 × 10−6
Persamaan laju reaksi tersebut adalah.....
A. V = k [NO] [H2]
B. V = k [NO]2 [H2]
C. V = k [NO] [H2]2
D. V = k [NO]2 [H2]2
E. V = k [H2]2


Soal No. 3
Laju reaksi dari suatu gas dinyatakan sebagai ν = k [A][B]. Tentukan perbandingan laju reaksinya dibandingkan terhadap laju reaksi mula-mula jika:
a) volum yang ditempati gas-gas diperkecil menjadi 1/2 volum semula
b) volum yang ditempati gas-gas diperkecil menjadi 1/4 volum semula

Soal No. 4
Data hasil percobaan laju reaksi:
2NO (g) + 2H2 (g) → N2 (g) + 2H2 (g) + 2H2O (g)



Berdasarkan data tersebut orde reaksi total adalah...
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

Soal No. 5
Data percobaan untuk reaksi A + B → AB adalah sebagai berikut:
[A] (mol/L) [B] (mol/L) Laju (mol L−1s−1)
0,1 0,05 20
0,3 0,05 180
0,1 0,20 320
Orde reaksi terhadap A dan B berturut-turut adalah....
A. 2 dan 4
B. 2 dan 2
C. 2 dan 1
D. 1 dan 2
E. 1 dan 1
(Laju reaksi - umptn 96)
Soal No. 6
Diberikan reaksi antara gas A dan B sebagai berikut:
A + B → C + D

Jika persamaan kecepatan reaksinya adalah v = k [A][B]2 maka reaksi tersebut termasuk reaksi tingkat ke....
A. 0
B. 1
C. 2
D. 3
E. 4
Soal No. 7
Pada suhu 273°C, gas brom dapat bereaksi dengan gas nitrogen monoksida menurut persamaan reaksi:

2NO (aq) + Br2 (g) → 2NOBr (g)



Laju reaksi bila konsentrasi gas NO = 0,01 M dan gas Br2 = 0,03 M adalah...
A. 0,012
B. 0,36
C. 1,200
D. 4,600
E. 12,00
(Laju Reaksi - Un Kimia 2010 P04)


Soal No. 8
Nitrogen oksida, NO, bereaksi dengan hidrogen membentuk dinitrogen oksida N2O dan uap air menurut persamaan:

2NO (g) + H2O (g) → N2O (g) + H2O (g).

Pengaruh konsentrasi NO dan H2 terhadap laju reaksi ditemukan sebagai berikut:



Laju reaksi yang terjadi jika konsentrasi NO = 2 M dan konsentrasi H2 = 5 M adalah...(M.det−1)
Laju reaksi yang terjadi jika konsentrasi NO = 2 M dan konsentrasi H2 = 5 M adalah...(M.det−1)
A. 1/36
B. 1/18
C. 5/18
D. 5/18
E. 5/9

Soal No. 9
Setiap 15°C laju reaksi menjadi 2 kali lebih cepat dari mula-mula. Jika pada suhu 30°C reaksi berlangsung 12 menit, tentukan waktu reaksi pada suhu 75°C!
A. 1,5 menit
B. 3 menit
C. 6 menit
D. 12 menit
E. 15 menit

Soal No. 10
Reaksi akan berlangsung 3 kali lebih cepat dari semula setiap kenaikan 20°C. Jika pada suhu 30°C suatu reaksi berlangsung 3 menit, maka pada suhu 70°C reaksi akan berlangsung selama....
A.1/3 menit
B. 2/3 menit
C. 1 menit
D. 4 menit
E. 12 menit


Uraian
Laju reaksi terhadap 2HgCl2(aq) + C2O42-(aq) 2CO2 (g) + Hg2Cl2 (s) + 2Cl- (aq), diketahui dengan mengukur jumlah mol Hg2Cl2 yang mengendap per liter per menit, dan diperoleh data sebagai berikut.
Percobaan ke- [HgCl2] awal (M) [C2O42-]awal Laju pembentukan Hg2Cl2(M/menit)
1 0,105 0,15 1,8 x 10-5
2 0,105 0,30 7,1 x 10-5
3 0,052 0,30 3,5 x 10-5
Dari data tersebut, tentukan orde reaksi terhadap HgCl2 dan C2O42-, serta orde reaksi keseluruhan.(3)
Hitung nilai tetapan laju reaksinya(k) (1)
Hitung laju reaksi jika konsentrasi awal HgCl2 0,02 mol/liter dan C2O42- 0,22 mol/L. (1)
C3
3.7.1.2
Menentukan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan


ANALISIS BUTIR SOAL ESSAY

Satuan Pendidikan : SMA N 5 YOGYAKARTA
Nama Tes : TUGAS LAJU REAKSI
Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas/Program : Xi / MIPA 2
Tanggal Tes : 21 OKTOBER 2017
SK/KD : KD 3.7
No Butir Daya Beda Tingkat Kesukaran Kesimpulan Akhir
Koefisien Keterangan Koefisien Keterangan
1 0.773 Baik 0.859 Mudah Cukup Baik
2 0.747 Baik 0.667 Sedang Baik
3 0.696 Baik 0.788 Mudah Cukup Baik
4 0.743 Baik 0.923 Mudah Cukup Baik
5 0.686 Baik 0.577 Sedang Baik
6 0.606 Baik 0.692 Sedang Baik
7 0.662 Baik 0.404 Sedang Baik
8 0.899 Baik 0.449 Sedang Baik
9 0.741 Baik 0.596 Sedang Baik
10 0.658 Baik 0.296 Sulit Cukup Baik











LAMPIRAN 13
(Analisis SKL KI KD)



LAMPIRAN 15

ANALISIS KETERKAITAN SKL, KI, dan KD


Sekolah : SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI MIPA / 2
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Materi Pokok : Senyawa Hidrokarbon dan Minyak Bumi


Domain Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Lingkup Materi Indikator Teknik Penilaian
Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia,
berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Non tes
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
Non tes



Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab serta dampak fenomena dan kejadian. Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasankemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. Menganalisis struktur dan sifat senyawa hidrokarbon berdasarkan pemahaman kekhasan atom karbon dan penggolongan senyawanya






























Siswa mampu:

3.2 Menjelaskan proses pembentukan fraksi-fraksi minyak bumi, teknik pemisahan serta kegunaannya

3.3 Mengidentifikasi reaksi pembakaran hidrokarbon yang sempurna dan tidak sempurna serta sifat zat hasil pembakaran (CO2, CO, partikulat karbon)
Senyawa Hidrokarbon
Kekhasan atom karbon
Atom C primer, sekunder, tertier, dan kuarterner
Rumus umum, struktur dan tata nama alkana, alkena dan alkuna
Sifat-sifat fisis dan kimia alkana, alkena dan alkuna
Isomer (pengertian keisomeran, keisomeran pada alkana,alkena dan alkuna, keisomeran struktur, keisomeran geometri)
Reaksi senyawa hidrokarbon dan kegunaan alkena dan alkuna (seperti plastic)


Proses terbentuknya minyak bumi (proses dan komposis minyak bumi)
Fraksi minyak bumi dan mutu bensin (pengolahan, contoh hasil pengolahan, dan kegunaan)
Pembakaran sempurna dan tidak sempurna (Reaksi pembakaran hidrokarbon yang sempurna dan tidak sempurna)
Dampak pembakaran bahan bakar (dampak, cara mencegah dan solusi pembakaran bahan bakar) Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam senyawa karbon.
Membedakan atom C primer, sekunder, tersier dan kuarterner
Mengelompokan senyawa hidrokarbon berdasarkan kejenuhan ikatan
Memberi nama senyawa alkana, alkena dan alkuna








3.2.1 Mendeskripsikan proses pembentukan minyak bumi dan gas alam
Menjelaskan komponen-komponen utama penyusun minyak bumi
Menafsirkan bagan penyulingan bertingkat untuk menjelaskan dasar dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi
Membedakan kualitas bensin berdasarkan bilangan oktannya

Menganalisis dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan





Tes





Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan
kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai
pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. Membuat model visual berbagai struktur molekul hidrokarbon yang memiliki rumus molekul yang sama.
4.2 Menyajikan karya tentang proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi beserta kegunaannya.
4.3 Menyusun gagasan cara mengatasi dampak pembakaran senyawa karbon terhadap lingkungan dan kesehatan

Merancang dan melakukan percobaan untuk mengidentifikasi unsur C, H, dan O dalam senyawa karbon dalam diskusi kelompok di laboratorium.
Dengan menggunakan molymood mendiskusikan kekhasan atom karbon dalam diskusi kelompok.
Menentukan atom C primer, sekunder, tersier, dan kuartener dalam diskusi kelompok di kelas.
Dengan menggunakan molymood mendiskusikan jenis ikatan atom karbon pada senyawa alkana, alkena, dan alkuna.
Mendiskusikan tentang eksplorasi minyak bumi, fraksi minyak bumi, mutu bensin, dan dampak hasil pembakaran bahan bakar.
Mendiskusikan tentang mengidentifikasi kegunaan senyawa hidrokarbon dalam bidang pangan, sandang, papan dan dalam bidang seni dan estetika.
Presentasi hasil kerja kelompok.
Mendiskusikan tentang dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan.
Presentasi hasil diskusi. Tes Psikomotor




ANALISIS KETERKAITAN SKL, KI, dan KD

Sekolah : SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI MIPA / 1
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Materi Pokok : Termokimia


Domain Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Lingkup Materi Indikator Teknik Penilaian
Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia,
berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Non tes
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia Non tes




Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab serta dampak fenomena dan kejadian. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah 3.4 Menjelaskan konsep perubahan entalpi reaksi pada tekanan tetap dalam persamaan termokimia

3.5 Menjelaskan jenis entalpi reaksi, hukum Hess dan konsep energi ikatan
Menghubugkan energy, kalor, dan entalpi reaksi
Mengidentifikasi system dan ligkungan dari suatu reaksi kimia
Membedakan reaksi eksoterm dan endoterm berdasarkan percobaan
Menuliskan diagram energy eksoterm dan endoterm berdasarkan data percobaan entalpi
Menuliskan persamaan termokimia berdasarkan data entalpi dan kalor
Membedakan jenis-jenis entalpi reaksi standar (ΔHº) untuk berbagai reaksi. ΔHº pembentukan, ΔHº penguraian, ΔHº pembakaran, ΔHºpelarutan, ΔHºnetralisas
Menentukan nilai ΔH reaksi dengan menggunakan data entalpi pembentukan standar
Menghitung kalor reaksi berdasarkan rumus yang diketahui
Menentukan kapasitas kalor calorimeter berdasarkan data sekunder
Menentukan nilai ΔH reaksi dengan menggunakan hukum Hess
Menentukan nilai ΔH reaksi dengan menggunakan data energi ikatan




Perubahan entalpi reaksi
Kalorimeter
Hukum Hess
Energi ikatan

Menjelaskan hukum kekekalan energi
Membedakan sistem dan lingkungan
Membedakan reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm) dengan reaksi yang menerima kalor (endoterm).

Menghitung harga H reaksi melalui percobaan
kehidupan sehari-hari,
Menghitung harga H reaksi dengan menggunakan data entalpi pembentukan standar (
H ) diagram siklus dan diagram tingkat energi ikatan





Tes
Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan
kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai
pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan 4.4 Menyimpulkan hasil analisis data percobaan termokimia pada tekanan tetap

4.5 Membandingkan perubahan entalpi beberapa reaksi berdasarkan data hasil percobaan
. 4.4.1 Merancang dan melakukan percobaan tentang reaksi eksoterm dan reaksi endoterm dalam kelompok di laboratorium.
4.4.2 Menyimpulkan perbedaan antara reaksi eksoterm dan reaksi endoterm dari data percobaan.
4.5.1 Merancang dan melakukan percobaan untuk menentukan H reaksi dalam kalorimeter melalui kerja kelompok di laboratorium.
Tes Psikomotor


ANALISIS KETERKAITAN SKL, KI, dan KD

Sekolah : SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI MIPA / 1
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Materi Pokok : Laju Reaksi


Domain Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Lingkup Materi Indikator Teknik Penilaian
Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia,
berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya Non tes
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
Non tes



Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab serta dampak fenomena dan kejadian. Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah 3.6 Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi menggunakan teori tumbukan












3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan
. Pengertian dan pengukuran laju reaksi
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
Teori tumbukan dan hubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
Hukum laju reaksi
Orde reaksi
Penentuan laju reaksi Mengendalikan laju reaksi untuk mencegah kerusakan bahan pangan Menjelaskan pengaruh konsentrasi, luas permukaan bidang sentuh dan suhu terhadap laju reaksi
Membedakan diagram energi potensial dari reaksi kimia dengan menggunakan katalisator dan yang tidak menggunakan katalisator
Menjelaskan pengertian peranan katalisator dan energi pengaktifan dengan menggunakan diagram
Menghitung konsentrasi larutan ( molaritas larutan )
Menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi ( konsentrasi, luas permukaan, suhu dan katalis ) melalui percobaan
Menafsirkan grafik dari data percobaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi

Tes
Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan
kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai
pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan 4.6 Menyajikan hasil penelusuran informasi cara-cara pengaturan dan penyimpanan bahan untuk mencegah perubahan fisika dan kimia yang tak terkendali

4.7 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan orde reaksi.
4.6.1 mengidentifikasi reaksi yang menggunakan katalisator dan yang tidak menggunakan katalisator dengan menggunakan teori tumbukan melalui diskusi kelas.

4.7.1 menghitung dan membuat larutan dengan konsentrasi tertentu dalam kerja kelompok di laboratorium.
4.7.2 merancang dan melakukan percobaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dalam kerja kelompok di laboratorium.
4.7.3 menyimpulkan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
4.7.4 menghitung dan menentukan orde dan waktu reaksi berdasarkan data percobaan melalui diskusi kelas.
Tes Psikomotor


ANALISIS KETERKAITAN SKL, KI, dan KD

Sekolah : SMA NEGERI 2 PADANG

Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI MIPA / 1
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Materi Pokok : Kesetimbangan Kimia


Domain Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Lingkup Materi Indikator Teknik Penilaian
Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia,
berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya Non tes
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
Non tes



Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab serta dampak fenomena da kejadian.




Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah 3.8. Menjelaskan reaksi kesetimbangan di dalam hubungan antara pereaksi dan hasil reaksi
3.9 Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan dan penerapannya dalam industri
.






Kesetimbangan dinamis
Pergeseran arah kesetimbangan
Tetapan kesetimbangan (Kc dan Kp) Menjelaskan kesetimbangan dinamis
Menjelaskan tetapan kesetimbangan
Meramalkan arah pergeseran kesetimbangan dengan azas Le-Chatelier
Menganalisa pengaruh perubahan suhu, konsentrasi, tekanan dan volume pada pergeseran kesetimbangan melalui percobaan
Menjelaskan kondisi optimum untuk memproduksi bahan-bahan kimia di industri yang di dasarkan pada reaksi kesetimbangan
Menafsirkan data percobaan mengenai konsentrasi pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang untuk menentukan derajad disosiasi dan tetapan kesetimbangan
Menghitung harga Kc berdasarkan konsentrasi zat dalam kesetimbangan
Menghitung harga Kc berdasarkan Kp dan sebaliknya


Tes
Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan
kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai
pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan 4.8 Menyajikan hasil pengolahan data untuk menentukan nilai tetapan kesetimbangan suatu reaksi


4.9 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan kesetimbangan. 4.8.1 merancang dan melakukan percobaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi arah pergeseran kesetimbangan dalam kerja kelompok di laboratorium.
4.8.2 menyimpulkan factor-faktor yang mempengaruhi arah pergeseran kesetimbangan.
4.9.1 menghitung harga Kc, Kp dan derajat disosiasi melalui diskusi.
4.9.2 menghitung harga Kc, Kp.
4.9.3 menghitung harga Kc berdasarkan Kp atau sebaliknya. Tes Psikomotor


ANALISIS KETERKAITAN SKL, KI, dan KD

Sekolah : SMA NEGERI 5 YOYAKARTA

Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/1
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Materi Pokok : Asam dan Basa


Domain Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Lingkup Materi Indikator Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian
Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia,
berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia




Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab serta dampak fenomena dan kejadian. Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah Siswa mampu:
3.10 Menjelaskan konsep asam dan basa serta kekuatannya dan kesetimbangan pengionannya dalam larutan

Perkembangan konsep asam dan basa
Indikator
pH asam lemah, basa lemah, dan pH asam kuat basa kuat
Reaksi netralisasi
Nilai pH larutan garam
garam yang bersifat netral, asam maupun basa Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Arrhenius.
Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Bronsted-Lowry.
Menuliskan persamaan reaksi asam dan basa menurut Bronsted-Lowry dan menunjukkan pasangan asam dan basa konjugasinya.
Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Lewis.
Mengidentifikasi sifat larutan asam dan basa dengan berbagai indikator.
Memperkirakan pH suatu larutan elektrolit yang tidak dikenal berdasarkan hasil pengamatan trayek perubahan warna berbagai indicator asam dan basa.
Menghubungkan kekuatan asam atau basa dengan derajat pengionan (α) dan tetapan asam (Ka) atau tetapan basa (Kb).
3.10.8 Menghitung pH larutan asam atau basa yang diketahui konsentrasinya Tugas
Merancang percobaan pemuatan indikator alam
Merancang percobaan kekuatan asam dan basa
Observasi
Sikap ilmiah dalam melakukan percobaan dan presentasi, misalnya: melihat skala volume, cara menggunakan pipet, cara menimbang, keaktifan, kerja sama, komunikatif, dan peduli lingkungan, dsb)
Portofolio
Laporan percobaan
Tes tertulis uraian
Pemahaman konsep asam basa
Menghitung pH larutan asam/basa lemah dan asam/basa kuat
Menganalisis kekuatan asam basa dihubungan dengan derajat ionisasi ( α ) atau tetapan ionisasi (Ka )

Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan
kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai
pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan 4.10 Menganalisis trayek perubahan pH beberapa indikator yang diekstrak dari bahan alam melalui percobaan
4.10.1Merancang dan melakukan percobaan untuk mengidentifikasi asam dan basa dengan berbagai indikator.
4.10.2 Menyimpulkan sifat asam atau basa dari suatu larutan.
4.10.3 Merancang dan melakukan percobaan untuk memperkirakan pH suatu larutan elektrolit yang tidak dikenal berdasarkan hasil pengamatan trayek perubahan warna berbagai indicator asam dan basa melalui kerja kelompok di laboratorium.
4.11.1 Menyimpulkan trayek perubahan warna larutan asam dan basa.




ANALISIS KETERKAITAN SKL, KI, dan KD


Sekolah : SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/2
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Materi Pokok : Hidrolisis


Domain Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Lingkup Materi Indikator Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian
Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia,
berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia




Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab serta dampak fenomena dan kejadian. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah 3.11 Menganalisis kesetimbangan ion dalam larutan garam dan menentukan pH-nya Sifat garam yang terhidrolisis
Tetapan hidrolisis (Kh)
pH garam yang terhidrolisis 3.11.1 Menentukan ciri-ciri beberapa jenis garam yang dapat terhidrolisis dalam air melalui percobaan
3.11.2. Menentukan sifat garam yang terhidrolisis dari persamaan reaksi ionisasi.
3.11.3. Menghitung pH larutan garam menurut jenis garam yang terhidrolisis.
3.11.4. Menganalisis grafik hasil titrasi asam kuat dan basa lemah, asam lemah dan basa kuat untuk menjelaskan larutan penyangga dan hidrolisis.
Tugas
Merancang percobaan identifikasi pH gram
Observasi
Sikap ilmiah dalam melakukan percobaan dan presentasi, misalnya: cara menggunakan kertas lakmus, indikator universal atau pH meter; keaktifan, kerja sama, komunikatif, dan peduli lingkungan, dsb)
Portofolio
Laporan percobaan
Tes tertulis uraian
Menganalisis grafik hubungan perubahan harga pH pada titrasi asam basa untuk menjelaskan sifat garam yang terhidrolisis
Menentukan tetapan hidrolisis (Kh) dan pH larutan garam yang terhidrolisis melalui perhitungan

Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan
kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai
pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan 4.11 Melaporkan percobaan tentang sifat asam basa berbagai larutan garam
4.11.1 Merancang percobaan untuk menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis.
4.11.2 Melakukan, percobaan untuk menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis.
4.11.3 Menyimpulkan hasil percobaan untuk menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis.
4.11.4 Menyajikan hasil percobaan untuk menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis.


ANALISIS KETERKAITAN SKL, KI, dan KD

Sekolah : SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/2
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Materi Pokok : Larutan Penyangga

Domain Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Lingkup Materi Indikator Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian
Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia,
berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia




Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab serta dampak fenomena dan kejadian. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah 3.12 Menjelaskan prinsip kerja, perhitungan pH, dan peran larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup
Sifat larutan penyangga
pH larutan penyangga
Peranan larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup
3.12.1. Menganalisis larutan penyangga dan bukan penyangga melalui percobaan.
3.12.2. Menghitung pH atau pOH larutan penyangga.
3.12.3. Menghitung pH larutan penyangga dengan menambahkan sedikit asam atau sedikit basa atau dengan pengenceran
3.12.4. Menjelaskan hasil larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup.
Tugas
Merancang percobaan larutan penyangga
Observasi
Sikap ilmiah dalam melakukan percobaan dan presentasi, misalnya: cara menggunakan kertas lakmus, indikator universal atau pH meter; melihat skala volume, cara menggunakan pipet, keaktifan, kerja sama, komunikatif, dan peduli lingkungan, dsb)
Portofolio
Laporan percobaan
Tes tertulis uraian
Menganalisis data untuk menyimpulkan larutan yang bersifat penyangga
Menghitung pH larutan penyangga
Menganalisis grafik hubungan perubahan harga pH pada titrasi asam basa untuk menjelaskan sifat larutan penyangga

Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan
kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai
pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan Membuat larutan penyangga dengan pH tertentu 4.12.1 Merancang, percobaan untuk menentukan sifat larutan penyangga.
4.12.2 Melakukan percobaan untuk menentukan sifat larutan penyangga.
4.12.3 Menyimpulkan hasil percobaan untuk menentukan sifat larutan penyangga.
4.12.4 Menyajikan hasil percobaan untuk menentukan sifat larutan penyangga.







ANALISIS KETERKAITAN SKL, KI, dan KD

Sekolah : SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/2
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Materi Pokok : Titrasi


Domain Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Lingkup Materi Indikator Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian
Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia,
berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia




Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab serta dampak fenomena dan kejadian. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah 3.13 Menganalisis data hasil berbagai jenis titrasi asam-basa.
Titrasi asam basa
Kurva titrasi Menentukan konsentrasi asam atau basa dengan titrasi.
Menentukan kadar zat melalui titrasi.

Tugas
Merancang percobaan titrasi asam basa
Membuat kurva/grafik titrasi
Observasi
Mengamati sikap ilmiah dalam melakukan percobaan dan presentasi, misalnya: merangkai alat titrasi melihat skala volume, cara mengisi buret, cara menggunakan pipet, cara menimbang, keaktifan, kerja sama, komunikatif, dan peduli lingkungan, dsb)
Portofolio
Laporan percobaan
Kurva titrasi
Tes tertulis uraian
Menentukan konsentasi pentiter atau zat yang dititer
Menganalisis kurva titrasi dan menentukan titik ekivalen melalui titik akhir titrasi
Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan
kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai
pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan 4.13 Menyimpulkan hasil analisis data percobaan titrasi asam-basa.



4.13.1 Merancang dan melakukan percobaan titrasi untuk menentukan asam atau basa.
4.13.2 menyimpulkan hasil percobaan.
4.13.3 Membuat grafik titrasi dari data hasil percobaan.




ANALISIS KETERKAITAN SKL, KI, dan KD

Sekolah : SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/2
Tahun Pelajaran : 2017/ 2018
Materi Pokok : Koloid

Domain Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Lingkup Materi Indikator Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian
Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia,
berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia




Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab serta dampak fenomena dan kejadian. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah 3.14 Mengelompokkan berbagai tipe sistem koloid, dan menjelaskan kegunaan koloid dalam kehidupan berdasarkan sifat-sifatnya
Sistem koloid
Sifat koloid
Pembuatan koloid
Peranan koloid dalam kehidupan sehari-hari dan industri. 3.14.1. Mengklasifikasikan suspensi kasar, larutan sejati, dan koloid berdasarkan data hasil pengamatan (efek Tyndall, homogen/heterogen, dan penyaringan)
3.14.2. Mengelompokkan jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase pendispersi
3.14.3. Mendeskripsikan sifat-sifat koloid (efek Tyndall, gerak Brown, dialisis, elektroforesis, emulsi, koagulasi)
3.14.4. Mendeskripsikan sifat-sifat koloid (efek Tyndall, gerak Brown, dialisis, elektroforesis, emulsi, koagulasi)
3.14.5. Menjelaskan koloid liofob dan liofil
3.14.6. Menjelaskan proses pembuatan koloid
3.14.7. Mendeskripsikan peranan koloid di industri kosmetik, makanan, dan farmasi
Tugas
Membuat peta konsep tentang sistem koloid, sifat-sifat koloid, pembuatan koloid dan peranannya dalam kehidupan.
Merancang percobaan pembuatan koloid
Observasi
Sikap ilmiah dalam melakukan percobaan dan presentasi, misalnya: cara menggunakan senter (effek Tyndall), keaktifan, kerja sama, komunikatif, tanggung jawab, dan peduli lingkungan, dsb)
Portofolio
Peta konsep
Laporan percobaan
Tes tertulis uraian
Pemahaman sistem koloid, sifat-sifat koloid, dan pembuatan koloid serta peranannya dalam kehidupan.


Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan
kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai
pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan 4.14 Membuat makanan atau produk lain yang berupa koloid atau melibatkan prinsip koloid
4.14.1 menjelaskan proses pembuatan koloid melalui percobaan.















LAMPIRAN 14
(Laporan Mingguan Pelaksanaan PLT)


LAPORAN MINGGUAN PELAKSANAAN PLT
Universitas Negeri Yogyakarta


Nomor Lokasi : Nama Mahasiswa : Shaaliyah Novita Faradina
Nama Sekolah/Lembaga : SMA Negeri 5 Yogyakarta NIM : 14303241042
Guru Pembimbing : Kasimn, S.Pd Fak/Jur/Prodi : MIPA/Pendidikan Kimia/
Dosen Pembimbing : Heru Pratomo Al, M. Si
MINGGU I
No. Hari/ Tanggal Materi Kegiatan Hasil Hambatan Solusi
1. Jumat, 15 September 2017 Pembuatan program semester Dibuat program semester kelas XI semester 1 Silabus yang digunakan masih edisi revisi 2016 sementara silabus telah di revisi kembali (silabus revisi 2017) Mencari referensi silabus dari berbagai sumber termasuk teman satu program studi
2. Sabtu, 16 September 2017 Acara Dies Natalis



Konsultasi dengan guru pembimbing Mengikuti kegiatan dies natalis SMA Negeri 5 Yogyakarta berupa senam pagi dan pentas seni
Konsultasi dengan guru pembimbing terkait persiapan mengajar(format silabus, jadwal mengajar, materi ajar, dan RPP) serta membuat jadwal ketercapaian persiapan mengajar Belum beradaptasi dengan siswa dan guru Memperbanyak komunikasi dengan guru, siswa, serta seluruh warga sekolah
3. Minggu, 17 September 2017 Membuat program semester Melanjutkan membuat program semester (rincian materi sesuai KD)
3. Senin, 18 September 2017 Upacara bendera







Jadwal piket lobi depan

Menjaga ujian


Administrasi perpustakaan
Asistensi praktikum kimia


Melanjutkan membuat program semester Mengikuti pelaksanaan upacara






Menjaga meja piket lobi depan
Menerima tamu yang datang

Menjaga ujian agama Islam kelas XII

Pengecapan buku

Membantu guru membimbing siswa dalam mengikuti kegiatan praktikum

Membuat program semester kelas XI semester 1 (menyesuaikan JP denga materi) Belum beradaptasi dengan siswa dan guru






Belum memahami tugas piket lobi depan








Belum mengetahui materi praktikum
Tidak ada laboran kimia




Memperbanyak komunikasi dengan guru, siswa, serta seluruh warga sekolah serta membantupersiapan upacara

Memperbanyak komunikasi dengan guru piket yang menjaga





Berkomunikasi dengan guru terkait materi praktikum
Membantu persiapan praktikum
5. Selasa, 19 September 2017 Observasi kelas

Piket harian perpustakaan
Melanjutkan membuat program semester Observasi kelas XI IPA 1

mengurusi buku peminjaman
membuat program semester kelas XI semester 2 (menyesuaikan JP dengan materi) Tidak ada kursi yang kosong (sisa)
Siswa tidak kondusif

Terdapat perbedaan antara materi dalam buku kimia kelas XI edisi revisi dengan silabus revisi 2017
Jumlah jam cadangan menjadi sangat banyak Meminjam kursi di tempat lain
Membantu pengkondisian
Materi menyesuaikan dengan silabus 2017


Setiap KD diselngi dengan jam khusus latihan soal
6. Rabu, 20 September 2017 Pagi simpatik
Observasi kelas



Administrasi perpustakaan

Asistensi praktikum



Melanjutkan membuat program semester
Observasi kelas XI IPA 5




memotong label buku berupa nomor dan barcode
Membantu guru membimbing siswa dalam mengikuti kegiatan praktikum


membuat program semester 2 (menyesuaikan JP dengan materi)
Siswa cenderung pasif (jarang bertanya)
Ketika guru meninggalkan siswa tidak terkondisikan
Setelah istirahat siswa tidak terkondisikan (masih ada siswa yang makan)




Tidak ada laboran
Guru membentuk kelompok diskusi agar siswa dapat berperan aktif dalam belajar
Membantu pengkondisian





Membantu persiapan praktikum
7. Kamis, 21 September 2017 Membuat silabus kelas XI Membuat sialbus kelas XI Menyesuaikan kata operasioanl yang tepat dalam indikator dengan kompetensi dasar Mengacu taksonomi Bloom


Minggu II
No. Hari/ Tanggal Materi Kegiatan Hasil Hambatan Solusi
1. Jumat 22 September 2017 Membuat modul kelas XI
Membuat prota kelas XI Membuat modul kelas XI tentang laju reaksi
Membuat prota kelas XI Belum mendapatkan format prota dari guru Berkomunikasi dengan guru pembimbng terkait format prota dan prosem
2. Sabtu, 23 September 2017 Administrasi perpustakaan
Observasi kelas Melakukan pengecapan buku
Melakukan observasi kelas XI IPA 2


3. Minggu, 24 September 2017 Membuat ringkasan materi untuk kelas XI
Membuat soal tes peningkatan mutu
membuat ringkasan materi kelas XI bab laju reaksi dan kesetimbangan
dibuat soal tes peningkatan mutu untuk kelas X bab 1 dan 2 dengan tigkat kognitif minimal C3
Hasil kuantitatif: soal uraian berjumlah 5



Soal dibuat membutuhkan waktu yag lama karena kurangnya penguasaan materi



Mempelajari kembali materimmateri
4. Senin,25 September 2017 Konsultasi dengan guru pamong

Jadwal piket UKS
Observasi kelas XI

Membuat ringkasan materi untuk kelas XI
Melanjutkan soal TPM



Administrasi buku UKS
Hasil kualitatif: Observasi kelas XI IPA 1
membuat rigkasan materi kelas XI tentang kesetimbangan
menambah soal uraian sejumlah 2 soal dan direvisi soal sebelumya









soal kurang









soal ditambah
5. Selasa, 26 September 2017 Melanjutkan soal TPM
Membuat ringkasan materi kelas X menambah soal uraian sejumlah 1 soal
membuat ringkasan materi kelas X ikatan kimia soal kurang soal ditambah
6. Rabu, 27 September 2017 Membuat RPP
Asistensi praktikum

Administrasi kelas membuat RPP (proses)
asistensi praktikum kimia materi elektrolisis dan sel volta
membuat daftar penilaian kelas X dan XI Membutuhkan waktu yang lama untuk membuat RPP Menyediakan waktu khusus untuk membuat RPP
7. Kamis, 28 Septemer 2017 Observasi kelas XI
Membuat media ajar observasi kelas XI ipa 2
Hasil kualitatif: mencari video pembelajaran laju reaksi

Minggu III
No. Hari/ Tanggal Materi Kegiatan Hasil Hambatan Solusi
1. Jumat, 29 September 2017 Membuat RPP kelas XI membuat RPP kelas XI untuk hari Selasa dan Sabtu Membutuhkan waktu yang lama untuk membuat RPP Menyediakan waktu khusus untuk membuat RPP
2. Sabtu, 30 September 2017 Membuat RPP kelas X
Pengajian Machetar membuat RPP kelas X untuk hari Rabu
mengikuti kegiatan pengajian machetar Membutuhkan waktu yang lama untuk membuat RPP Menyediakan waktu khusus untuk membuat RPP
3. Minggu, 1 Oktober 2017 Upacara Peringatan G30-SPKI
Membuat media ajar Mengikuti upacara G30-SPKI
Membuat media ajar untuk kelas XI berupa PPT

Media ajar kurang menarik siswa

Membuat media yang menarik
4. Senin, 2 Oktober 2017 Jadwal piket uks

Mendampingi guru


Membuat LKPD
Mempelajari materi Menjaga ruang uks dan administrasi buku uks (buku sakit, minta obat, dll)
mendampingi guru mengajar kelas XI

Membuat LKPD
Mempelajari materi yang diajarkan yaitu laju reaksi keas XI



Ada siswa yang kurang memahami materi yag disampaikan



- ikut membantu bila siswa ada yang kesulitan memahami pelajaran
5. Selasa, 3 Oktober 2017 Mendampingi guru


Mempelajari materi

Mengajar kelas 11
Membuat media ajar
Mempelajari materi kelas X mendampingi guru mengajar kelas X (ikut membantu bila siswa ada yang kesulitan memahami pelajaran)

mempelajari materi laju reaksi kelas XI

mengajar kelas 11
membuat media ajar ppt kelas X
mempelajari materi kimia kelas 10 tentang ikatan ion











banyak siswa yang mengantuk dan bosan











membuat media yang menarik dan mengeraskan suara
6. Rabu, 4 Oktober 2017 Administrasi perpustakaan

mengajar kelas 10
Asistensi praktikum barkodnisasi (menempel barkod perpustakaan pada buku)
mengajar kelas 10 MIPA 5
mendampingi praktikum kimia kelas 12 materi sel volta dan sel elektrolisis


masih terdapat siswa yang belum paham materi sebelumnya


mengingatkan kembali materi selanjutnya
7. Kamis, 5 Oktober 2017 Membuat media ajar
Mendampingi guru membuat media ajar (ppt)
mendampingi guru mengajar kelas XI materi ajar laju reaksi - Media kurang menarik


Membuat media yang menarik

Minggu IV
No. Hari/ Tanggal Materi Kegiatan Hasil Hambatan Solusi
1. Jumat, 6 Okt 2017 Mengoreksi jawaban
Membuat RPP kelas XI
Membuat media ajar
Mempelajari materi Koreksi jawaban ujian TPM kelas X
membuat RPP kelas XI 2 pertemuan
membuat media ajar PPT

mempelajari materi faktor laju reaksi dan teori tumbukan membutuhkan waktu yang lama untuk membuat RPP menyediakan waktu khusus untuk membuat RPP
2. Sabtu, 7 Okt 2017 Membuat RPP kelas X

Mengajar kelas XI dibuat RPP kelas X tentang ikatan kovalen 1 x pertemuan
mengajar kelas XI materi membutuhkan waktu yang lama untuk membuat RPP menyediakan waktu khusus untuk membuat RPP
3. Minggu, 8 Okt 2017 Mengoreksi LKPD mengoreksi 34 LKPD siswa kelas X Masih terdapat jawaban sisiwa yang salah Membetulkan jawaban siswa
4. Senin, 9 Oktober 2017 Jaga piket UKS


Membuat media ajar menjaga uks dan administrasi buku uks (buku sakit, minta obat, dll)
Hasil kuantitatif: dibuat 1 media ajar kelas XI tentang laju reaksi Media kurang menarik Membuat media yang menarik
5. Selasa, 10 Okt 2017 Mempelajari materi ajar kelas XI
Mengajar kelas XI

Membuat media ajar
materi laju reaksi (faktor-faktor tumbukan dan persamaan laju)
materi laju reaksi (faktor-faktor tumbukan dan persamaan laju)
membuat media ajar kelas X berupa PPT
6. Rabu, 11 Okt 2017 Mempelajari materi ajar kelas X

Mengajar kelas X

materi ikatan kimia (melanjutkan pembentukan ikatan ion dan ikatan kovalen)
materi ikatan kimia (melanjutkan pembentukan ikatan ion dan ikatan kovalen) Masih terdapat siswa yang kurang memahami materi dan enggan bertanya Melakukan pendekatan dengan siswa yang kurang memahami materi
7. Kamis, 12 Okt 2017 - - - -

Minggu V
No. Hari/ Tanggal Materi Kegiatan Hasil Hambatan Solusi
1. Jumat, 13 Okt 2017 Membuat media ajar kelas XI membuat media ajar kelas XI orde reaksi Media kadang kurang menarik Membuat media yang menarik siswa
2. Sabtu, 14 Okt 2017 Mempelajari materi ajar
Mengajar kelas XI materi laju reaksi ( latihan soa orde reaksi) mempelajari materi laju reaksi (orde reaksi)
mengajar materi laju reaksi (orde reaksi) -siswa kurag kondusif -meningkatkan keterampilan dalam mengelola kelas
3. Minggu, 15 Okt 2017 - - - -
4. Senin, 16 Oktober 2017 Membuat media ajar untuk kelas XI
Membuat RPP kelas X membuat media ajar kelas XI orde reaksi
membuat RPP kelas X ikatan kovalen Media kadang kurang menarik siswa
Membutuhkan waktu yang lama untuk embuat RPP Membuat meda yang menarik
Menyediakan waktu khusus untuk membuat RPP
5. Selasa, 17 Okt 2017 Mempelajari materi ajar kelas XI
Mengajar kelas XI Mempelajari materi ajar kelas XI
Hasil kualitatif: Mengajar materi kelas XI (latihan soal orde reaksi) Materi ajar lumayan sulit Memperbayak mempelajari materi
6. Rabu, 18 Okt 2017 Mengajar kelas X Mengajar kelas X materi ikatan kovalen tunggal dan rangkap. Masih terdapat siswa yang kurang memahami materi dan enggan bertanya Melakukan pendekatan dengan siswa yang kurang memahami materi
7. Kamis, 19 Okt 2017 - - - -


Minggu VI
No. Hari/ Tanggal Materi Kegiatan Hasil Hambatan Solusi
1. Jumat, 20 Okt 2017 Membuat soal laju reaksi dibuat soal laju reaksi sebanyak 11 soal Kurangnya referensi soal Menyiapkan buku kimia
2. Sabtu, 21 Okt 2017 Mempelajari materi ajar
Mengajar kelas XI materi laju reaksi ( latihan soal orde reaksi) mempelajari materi laju reaksi (orde reaksi)
Hasil kualitatif: mengajar materi laju reaksi ( latihan soal orde reaksi) Kurangya referensi buku Menyiapkan buku kimia
3. Minggu, 22 Okt 2017 - - - -
4. Senin, 23 Oktober 2017 Mendampingi guru praktikum kelas XI materi laju reaksi
Mengoreksi laporan praktikum kelas XII
Membuat LKPD praktikum kelas XI Mendampingi guru praktikum kelas XI materi laju reaksi, hadir 24 absen nihil
Mengoreksi laporan praktikum kelas XII
Membuat LKPD praktikum kelas XI
5. Selasa, 24 Okt 2017 Mengajar kelas XI
Membuat media kelas X
Mempelajari materi kelas X Praktikum kelas XI IPA 2 materi laju reaksi
Membuat media kelas X materi ikatan kovalen koordinasi dan polar-non polar
Mempelajari materi kelas X ikatan kovalen koordinasi dan polar-non polar Kurang referensi buku kimia Menyipakan buku kimia
6. Rabu, 25 Okt 2017 Mengajar kelas X
Membuat media ajar kelas XI
Mempelajari materi
Mengajar kelas X materi ikatan kovalen koordinasi dan polar-non polar
Membuat media ajar kesetimbangan kelas XI
Mempelajari materi kelas XI yaitu kesetimbangan Masih terdapat siswa yang kurang memahami materi dan enggan bertanya Melakukan pendekatan dengan siswa yang kurang memahami materi
7. Kamis, 26 Okt 2017 Mengajar kelas XI
Mengajar kelas XI IPA 1 materi kesetimbangan Masih terdapat siswa yang kurang memahami materi dan enggan bertanya Melakukan pendekatan dengan siswa yang kurang memahami materi

Minggu VII
No. Hari/ Tanggal Materi Kegiatan Hasil Hambatan Solusi
1. Jumat, 27 Okt 2017 Mempelajari materi Dipelajari materi kelas XI materi kesetimbangan -Banyak soal perhitungan yang tidak mudah Berlatih soal sebanyak mungkin
2. Sabtu, 28 Okt 2017
3. Minggu, 29 Okt 2017
4. Senin, 30 Oktober 2017 Mempelajari materi
Membuat media Mempelajar materi kelas XI yaitu kesetimbangan
membuat media ppt kelas XI Masih terdapat siswa yang kurang memahami materi dan enggan bertanya Melakukan pendekatan dengan siswa yang kurang memahami materi
5. Selasa, 31 Okt 2017 Konsultasi dengan guru pamong
Mengajar kelas XI Diperoleh tugas untuk PLT berupa perangkat pembelajaran
Mengajar kerlas XI IPA2 materi kesetimbangan Membutuhkan waktu yang lama untuk membuat perangkat pembelajaran Menyediakan waktu khusus untuk membuat perangkat pembelajaran
6. Rabu, 01 Nov 2017 Mengajar kelas X
Menganalisis soal
Mengajar kelas X materi ikatan kimia
Menganalisis soal PTS kelas XI essay sebanyak 25 soal Masih terdapat siswa yang kurang memahami materi dan enggan bertanya Melakukan pendekatan dengan siswa yang kurang memahami materi
7. Kamis, 02 Nov 2017 Inventaris perpustakaan
Mengoreksi jawaban LKPD Mendata buku fiksi dan non fiksi
Mengoreksi jawaban LKPD kelas X materi ikatan kimia Buku kurang tertata

Beberapa jawaban peserta didik masih salah Melakukan penataan ulang buku fiksi dan non fiksi
Membetulkan jawaban eserta didik yang salah

Minggu VIII
No. Hari/ Tanggal Materi Kegiatan Hasil Hambatan Solusi
1. Jumat, 03 Nov 2017 Adminsitrasi guru Dianalisis ketrekaitan SKL-KI-KD semester 2
diedit RPP semester 2 (milik guru) sebanyak 4 RPP Kurikulum yang digunakan merupak kuritlas edisi lama Menyesuaikan dengan kurtilas edisi revisi
2. Sabtu, 04 Nov 2017 - - - -
3. Minggu, 05 Nov 2017 Membuat soal PAS Membuat 25 soal pilihan ganda dan 4 essay PAS beserta kisi dan jawaban Kurangnya referensi soal Menyiapkan buku-buku soal kimia
4. Senin, 06 Nov 2017 Membuat soal kesetimbangan
Membuat media Membuat 10 soal kesetimbangan kimia
Membuat media ajar Kurangnya referensi soal Menyiapkan buku-buku soal kimia
5. Selasa, 07 Nov 2017 Mengajar kelas XI
Membuat media ajar Mengajar kerlas XI IPA 2 materi kesetimbangan
Membuat media ajar kelas X -kelas kurang kondusif, banyak yang tidur membuat media ang menarik dan meningkatkan keterampila dalam mengelola kelas
6. Rabu, 08 Nov 2017 Mengajar kelas X Mengajar kelas X materi ikatan kimia Banyak yang belum memahami materi Memperjelas materi yang disampaikan da melakukan pendekatan bagi siswa yang kurang paham
7. Kamis, 09 Nov 2017 Mempersiapkan praktikum Mempersipakna praktikum ikatan kimia (ikatan kovalen polar dan non polar) kurangnya ketersediaan bahan praktikum

tidak adanya laboran Menggunakan bahan alternative/ menyesuaikan dengan bahan yang ada
Membantu guru mempersiapkan bahan dan alat praktikum

Minggu IX
No. Hari/ Tanggal Materi Kegiatan Hasil Hambatan Solusi
1. Jumat, 10 Nov 2017 Membuat soal kesetimbangan
Membuat media Membuat 10 soal kesetimbangan kimia
Membuat media ajar Kurangnya referensi soal Menyiapkan buku-buku soal kimia
2. Sabtu, 11 Nov 2017 Mengajar kelas XI Mengajar kerlas XI IPA 2 materi kesetimbangan
Membuat media ajar kelas X -banyak siswa yang kurang paham Memperjelas penyampaian materi
3. Minggu, 12 Nov 2017 Membuat soal PAS Menyempurnakan soal PAS beserta kisi dan jawaban Banyak kesalahan dalam penulisan Mengecek dan memperbaiki kesalahan penulisan
4. Senin, 13 Nov 2017 Penataan perpustakaan Perpustakaan terlihat rapi dan bersih Banyak buku yang tidak sesuai dengan table di almari Penataan ulang da menyesuaikan tabel almari dengan buku
5. Selasa, 14 Nov 2017 - - - -
6. Rabu, 15 Nov 2017 Penarikan PLT Penarikan PLT oleh dosen pembimbing diikuti oleh kepala sekolah, wakasek kurikulum, 4 orang guru, dan 27 mahasiswa (1 ijin, 1 alpha) - -












LAMPIRAN 15
(Catatan Harian PLT)




LEMBAGA PENGEMBANGAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
CATATAN HARIAN PLT

TAHUN:2017

NAMA MAHASISWA : SHAALIYAH NOVITA FARADINA NAMA SEKOLAH : SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
NO. MAHASISWA : 14303241042 ALAMAT SEKOLAH : Jl. NYI PAMBAYUN
FAK/JUR/PR.STUDI : MIPA/ PENDIDIKAN KIMIA/PENDIDIKAN KIMIA

No. Hari, tanggal Pukul Nama Kegiatan Hasil Kualitatif/ Kuantitatif Keterangan/ Paraf DPL
1.















2.






Jumat/15- 9- 2017















Sabtu, 16 September 2017 08.00 – 09.00









19.00 – 20.00


20.00-21.00


06.30-08.30


09.00-10.00



Penyerahan PPL









Mempelajari buku panduan PLT 2017

Mempelajari contoh laporan PLT

Mengikuti acara dies-natalis SMA Negeri 5 Yogyakarta
Konsultasi dengan GPL Hasil Kualitatif : diterima oleh Kepala Sekolah
Hasil Kuantitatif : dihadiri oleh mhs : 29 orang, DPL : 1 orang, wakasek bagian urikulum 1 orang
Hasil Kualitatif : dibuat program semester kelas XI semester 1 (mencari referensi silabus kurtilas)
Hasil kualitatif: dipelajari buku panduan PLT 2017

Hasil kualitatif: contoh laporan PLT

Hasil Kuantitatif: diikuti oleh seluruh warga SMA Negeri 5 Yogyakarta
Hasil kualitatif: mendapat kejelasan format silabus, jadwal mengajar, materi ajar, dan RPP



10.00-11.30


Pembuatan jadwal Hasil kualitatif: telah dibuat jadwal ketercapaian persiapan mengajar ( program semester, silabus, modul, dan RPP))
3. Minggu, 17 September 2017 20.00-22.00 Melanjutkan membuat program semester Hasil kualitatif : dibuat program semester (membuat rincian materi sesuai KD)
4. Senin, 18 September 2017
































07.00-08.30




09.00-09.30




09.30-10.40








10.40-11.00





14.00-16.30







20.30-22.30


Upacara Bendera




Jadwal piket lobi depan




menjaga ujian








Administrasi perpustakaan





Asistensi praktikum kimia







Melanjutkan membuat program semester


Hasil kualitatif: diikuti oleh seluruh warga SMA Negeri 5 Yogyakarta beserta PLT UNY

Hasil kualitatif: Administrasi piket lobi depan SMA Negeri 5 Yogyakarta

Hasil kuantitatif: menjaga ujian agama bab ayat-ayat tentang toleransi antaragama diikuti oleh siswa XII IPA 1,sebanyak 25 siswa, 1 absen karena ijin

Hasil Kualitatif: administrasi perpustakaan ( pengecapan buku teks pelajaran baru kurtilas 2013)

Hasil kualitatif: dilaksanakan praktikum kimia tentang penurunan titik beku
Hasil kuantitatif: diikuti oleh kelas XII IPA 3, XII IPA 6, dan XII IPA 7

Hasil kualitatif: dibuat program semester kelas XI semester 1 (menyesuaikan JP denga materi)
5. Selasa, 19 September 2017 07.00-09.35





09.35-10.00



10.00-11.00





21.00-23.00 Observasi kelas





Piket harian perpustakaan



Melanjutkan membuat program semester




Melanjutkan membuat program semester
Hasil kualitatif: observasi kelas XI IPA 1, materi pelajaran: sistem periodik dan sifat unsur, metode pembelajaran diskusi

Hasil kualitatif: mengurusi administrasi buku perpustakaan

Hasil kualitatif: dibuat program semester kelas XI semester 2 (menyesuaikan JP denga materi)

Hasil kualitatif: dibuat program semester kelas XI semester 2 (menyesuaikan JP dengan materi)

6. Rabu, 20 September 2017 06.10-07.10

08.30-11.15







11.15-12.00





14.00-16.30








20.00-21.00 Pagi simpatik

Observasi kelas







Administrasi perpustakaan





Asistesi praktikum








Melanjutkan membuat program semester
Hasil kualitatif:

Hasil kualitatif: observasi kelas X IPA 5, materi pelajaran: sistem periodik dan sifat unsur, metode pembelajaran diskusi
Hasil kuantitatif: 33 siswa hadir, 1 absen

Hasil kualitatif: Inventaris buku (memotong label buku berupa nomor dan barcode


Hasil kualitatif: dilaksanakan praktikum kimia tentang penurunan titik beku
Hasil kuantitatif: diikuti oleh 26 siswa kelas XII IPA 1, XII IPA 2, XII IPA 4, dan XII IPA 5

Hasil kualitatif: dibuat program semester 2 (menyesuaikan JP dengan materi)

7. Kamis, 21 September 2017 12.00-18.00 Membuat silabus kelas XI Hasil kualitatif: dibuat silabus kelas XI
8. Jumat, 22 September 2017 16.00-19.00




19.00-21.00 Membuat modul kelas XI




Membuat prota
Hasil kualitatif: dibuat modul kelas XI materi laju reaksi (pengertian dan hukum)

Hasil kualitatif: dibuat program tahunan kelas XI
9. Sabtu, 23 September 2017 08.00-10.00


10.15-11.45 Administrasi perpustakaan


Observasi kelas Hasil kualitatif: dilakuakn pengecapan buku

Hasil kualitatif: observasi kelas di XI IPA 2, materi termokimia (energi ikatan), metode tanya jawab soal

10. Minggu, 24 September 2017 12.00-17.00




17.00-19.00 Membuat ringkasan materi untuk kelas XI



Membuat soal tes peningkatan mutu Hasil kualitatif: membuat ringkasan materi kelas XI bab lajureaksi da kesetimbangan

Hasil kualitatif: dibuat soal tes peningkatan mutu untuk kelas X bab 1 dan 2 dengan tigkat kognitif minimal C3
Hasil kuantitatif: soal uraian berjumlah 5
11. Senin, 25 September 2017 08.00-09.00





09.00-12.00


13.15-14.00






15.00-17.00



21.00-23.00 Konsultasi dengan guru pamong




Jadwal piket UKS


Observasi kelas XI






Membuat ringkasan materi untuk kelas XI


Melanjutkan soal TPM
Hasil kualitatif: didapatkan kejelasan tentang perangkat pembelajaran, dan konsultasi soal tes penigkatan mutu

Hasil kualitatif: administrasi buku UKS

Hasil kualitatif: Observasi kelas XI IPA 1, materi termokimia( energi ikatan)

Hasil kuantitatif: 20 siswa hadir 1 absen

Hasil kualitatif : dibuat rigkasan materi kelas XI tentang kesetimbangan

Hasil kualitatif: ditambah soal uraian sejumlah 2 soal dan direvisi soal sebelumya
12. Selasa, 26 September 2017 08.30-09.30


21.00-22.00 Melanjutkan soal TPM


Membuat ringkasan materi kelas X Hasil kualitatif: ditambah soal uraian sejumlah 1 soal
Hasil kualitatif: dibuat ringkasan materi kelas X ikatan kimia
13. Rabu, 27 September 2017 09.00-10.00


14.00-16.00



18.00-21.00 Membuat RPP


Asistensi praktikum



Administrasi kelas Hasil kualitatif: dibuat RPP (proses)

Hasil kualitatif: asistensi praktikum kimia materi elektrolisis dan sel volta

Hasil kualitatif: dibuat daftar penilaian kelas X dan XI
14. Kamis, 28 Septemer 2017 08.00-09.30


09.50-11.25





15.00-17.00 Konsultasi dengan dosen pembimbing

Observasi kelas XI





Membuat media ajar Hasil kualitatif: konsultasi kemajuan PLT

Hasil kualitatif : observasi kelas XI ipa 2, materi termokimia( energi ikatan)
Hasil kuantitatif: 20 siswa hadir 1 absen

Hasil kualitatif: mencari video pembelajaran laju reaksi

Hasil kuantitatif: didapatka 5 video
15. Jumat, 29 September 2017 08.00-11.00



17.00-21.00 Membuat RPP kelas XI



Membuat media XI Hasil kualitatif: dibuat RPP kelas XI untuk hari Selasa
Hasil kuantitatif: 1 RPP

Hasil kualitatif: dibuat RPP kelas XI untuk hari Sabtu

Hasil kuantitatif: 1 RPP
16. Sabtu, 30 September 2017 08.00-11.00




19.30-20.30 Membuat RPP kelas X




Pengajian Machetar Hasil kualitatif: dibuat RPP kelas X untuk hari Rabu

Hasil kuantitatif: 1 RPP

Hasil kuantiitatif:diiku oleh seluruh warga SMA Negeri 5 Yogyakarta
17. Minggu, 1 Oktober 2017 07.00-09.00



19.00-21.00 Upacara Peringatan G30-SPKI


Membuat media ajar Hasil kuantitatif: diikuti oleh seluruh warga SMA Negeri 5 Yogyakarta

Membuat media ajar untuk kelas XI
18. Senin, 2 Oktober 2017 07.30-10.30




12.25-13.35





16.00-18.00

19.00-21.00
Jadwal piket uks




Mendampingi guru





Membuat LKPD

Mempelajari materi Hasil kualitatif: menjaga uks dan administrasi buku uks (buku sakit, minta obat, dll)

Hasil kualitatif: didampingi guru mengajar kelas XI (ikut membantu bila siswa ada yang kesulitan memahami pelajaran)

Membuat LKPD

Hasil kualitatif: Mempelajari materi yang diajarkan yaitu laju reaksi keas XI
19. Selasa, 3 Oktober 2017 08.35-10.35






11.40-12.00

12.15-13.30




17.00-19.00



19.01-20.00 Mendampingi guru






Mempelajari materi

Mengajar kelas 11




Membuat media ajar



Mempelajari materi kelas X
Hasil kualitatif: didampingi guru mengajar kelas X (ikut membantu bila siswa ada yang kesulitan memahami pelajaran)

Hasil kualitatif: dipelajari materi laju reaksi kelas XI

Hasil kualitatif: mengajar kelas 11
Hasil kuantitatif: hadir 26 siswa, absen nihil

Hasil kualitatif: membuat media ajar ppt kelas X


Hasil kualitatif: mempelajari materi kimia kelas 10 tentang ikatan ion
20. Rabu, 4 Oktober 2017 08.00-09.30



09.50-11.05




14.00-16.00


Administrasi perpustakaan



Mengajar kelas 10




Asistensi praktikum Hasil kualitatif: barkodnisasi (menempel barkod perpustakaan)

Hasil kualitatif: mengajar kelas 10 MIPA 5
Hasil kauntitatif: hadir 34 siswa, absen nihil

Hasil kualitatif: Asistentsi praktikum kimia kelas 12 materi sel volta dan sel elektrolisis
21. Kamis, 5 Oktober 2017 07.30-09.00


09.55-11.05 Membuat media ajar


Mendampingi guru Hasil kualitatif: membuat media ajar (ppt)

Hasil kualititatif: mendampingi guru mengajar kelas XI materi ajar laju reaksi

22. Jumat, 6 Oktober 2017 07.00-08.30



12.00-17.00


18.00-20.00


20.00-22.30 Mengoreksi jawaban



Membuat RPP kelas XI


Membuat media ajar


Mempelajari materi Hasil kuantitatif: dikoreksi jawaban ujian TPM 17 siswa kelas XI

Hasil kuantitatif: dibuat RPP kelas XI 2 pertemuan

Hasil kualitatif: membuat media ajar

Hasil kualitatif: mempelajari materi faktro laju reaksi dan teori tumbukan
23 Sabtu, 7 Oktober 2017 05.30-09.00



12.50-14.00 Membuat RPP kelas X



Mengajar kelas XI Hasil kuantitatif: dibuat RPP kelas X tentang iaktan kovalen 1 x pertemuan
Hasil kualitatif: mengajar kelas XI materi
24 Minggu, 8 Oktober 2017 19.00-20.00 Mengoreksi LKPD Hasil kuantitatif: mengoreksi 34 LKPD siswa kelas X
25 Senin, 9 Oktober 2017 08.00-10.00




16.00-20.00 Jaga piket UKS




Membuat media ajar
Hasil kualitatif: menjaga uks dan administrasi buku uks (buku sakit, minta obat, dll)

Hasil kuantitatif: dibuat 1 media ajar kelas XI tentang laju reaksi
26 Selasa, 10 Oktober 2017 08.00-10.00




12.15-13.30






16.00-21.00
Mempelajari materi ajar kelas XI



Mengajar kelas XI






Membuat media ajar
Hasil kualitatif: materi laju reaksi (faktor-faktor tumbukan dan persamaan laju)

Hasil kualitatif: materi laju reaksi (faktor-faktor tumbukan dan persamaan laju)
Hasil kuantitatif: Hadir 25,absen 1

Hasil kuantitatif: dibuat 1 media ajar kelas X
27 Rabu, 11 Oktober 2017 07.30-09.30




09.55-11.35 Mempelajari materi ajar kelas X



Mengajar kelas X


Hasil kualitatif: materi ikatan kimia (melanjutkan pembentukan ikatan ion dan ikatan kovalen)

Hasil kualitatif: materi ikatan kimia (melanjutkan pembentukan ikatan ion dan ikatan kovalen)
Hasil kuantitatif: 33 hadir dan 1 absen

28 Kamis, 12 Oktober 2017 09.00-13.00

19.00-23.00 Pembuatan Laporan PLT

Pembuatan Laporan PLT Hasil kualitatif: mencicil membuat laporan PLT
29 Jumat, 13 oktober 2017 14.00-16.00 Membuat media ajar kelas XI Hasil kualitatif: membuat media ajar kelas XI orde reaksi

30 Sabtu, 14 oktober 2017 09.00-11.00



12.50-14.00 Mempelajari materi ajar



Mengajar kelas XI materi laju reaksi ( latihan soa orde reaksi) Hasil kualitatif: mempelajari materi laju reaksi (orde reaksi)

Hasil kualitatif: mengajar materi laju reaksi (orde reaksi)
Hasil kuantitatif: hadir 25 siswa, absen 1 siswa
31 Minggu, 15 Oktober 2017 17.00-22.00
Pembuatan Laporan PLT Hasil kualitatif: mencicil membuat laporan PLT
32 Senin, 16 Oktober 2017 17.00-19.00


20.00-22.00 Membuat media ajar untuk kelas XI

Membuat RPP kelas X Hasil kualitatif: membuat media ajar kelas XI orde reaksi
Hasil kualitatif: membuat RPP kelas X ikatan kovalen
33 Selasa, 17 Oktober 2017 08.00-10.00


11.15-13.15 Mempelajari materi ajar kelas XI

Mengajar kelas XI Hasil kualitatif: Mempelajari materi ajar kelas XI
Hasil kualitatif: Mengajar materi kelas XI (latihan soal orde reaksi)
34 Rabu, 18 Oktober 2017 08.45-11.15 Mengajar kelas X Mengajar kelas X materi ikatan kovalen tunggal dan rangkap.


35 Kamis, 19 Oktober 2017 - - -
36 Jumat, 20 oktber 2017 19.00-21.00 Membuat soal laju reaksi Hasil kuantitatif: dibuat soal laju reaksi sebanyak 11 soal
37 Sabtu, 21 oktober 2017 09.00-11.00



12.50-14.00 Mempelajari materi ajar



Mengajar kelas XI materi laju reaksi ( latihan soal orde reaksi) Hasil kualitatif: mempelajari materi laju reaksi (orde reaksi)

Hasil kualitatif: mengajar materi laju reaksi ( latihan soal orde reaksi)
Hasil kuantitatif: hadir 25 siswa, absen 1 siswa
38 Minggu, 22 Oktober 2017 - - -
39 Senin, 23 Oktober 2017 12.15-13.30




13.30-15.30

17.00-20.00 Mendampingi guru praktikum kelas XI materi laju reaksi


Mengoreksi laporan praktikum kelas XII

Membuat LKPD praktikum kelas XI
Mendampingi guru praktikum kelas XI materi laju reaksi, hadir 24 absen nihil

Mengoreksi laporan praktikum kelas XII

Membuat LKPD praktikum kelas XI
40 Selasa, 24 Oktober 2017 12.00-13.15


17.00-19.00




19.00-21.00 Mengajar kelas XI


Membuat media kelas X




Mempelajari materi kelas X Praktikum kelas XI IPA 2 materi laju reaksi

Membuat media kelas X materi ikatan kovalen koordinasi dan polar-non polar

Mempelajari materi kelas X ikatan kovalen koordinasi dan polar-non polar
41 Rabu, 25 Oktober 2017 09.30-11.15



17.00-19.00


19.30-21.30 Mengajar kelas X



Membuat media ajar kelas XI

Mempelajari materi Mengajar kelas X materi ikatan kovalen koordinasi dan polar-non polar

Membuat media ajar kesetimbangan kelas XI

Mempelajari materi kelas XI yaitu kesetimbangan
42 Kamis, 26 Oktober 2017 09.45-10.30 Mengajar kelas XI

Mengajar kelas XI IPA 1 materi kesetimbangan



43 Jumat, 27 Oktober 2017 17.00-19.00 Mempelajari materi kelas XI Mempelajari materi kelas XI materi kesetimbangan kimia -
44 Sabtu, 28 Oktober 2017 09.00-11.00

19.00-21.00 Membuat laporan PLT

Membuat laporan PLT - -
45 Minggu, 29 oktober 2017 18.00-22.00 Membuat laporan PLT - -
46 Senin, 30 Oktober 2017 17.00-19.00

19.00-22.30

Mempelajari materi

Membuat media


Mempelajar materi kelas XI yaitu kesetimbangan

membuat media ppt kelas xi

47 Selasa, 31 Oktober 2017 08.15-10.00



12.00-13.15


17.00-19.00


19.30-21.30 Konsultasi dengan guru pamong


Mengajar kelas XI


Membuat media ajar


Mempelajari materi Diperoleh tugas untuk PLT berupa perangkat pembelajaran

Mengajar kerlas XI IPA 2 materi kesetimbangan

Membuat media ajar materi ikatan kimia

Mempelajari materi ikatan kimia
48 Rabu, 1 November 2017 08.45-11.15


17.00-19.00


Mengajar kelas X


Menganalisis soal Mengajar kelas X materi ikatan kimia

Menganalisis soal essay PTS kelas XI dengan program unbusso
49 Kamis, 2 November 2017 07.30-10.30


11.00-14.00 Inventaris perpustakaan


Mengoreksi jawaban LKPD Mendata buku fiksi dan non fiksi

Mengoreksi jawaban LKPD kelas X materi ikatan kimia
50 Jumat, 3 November 2017 08.00-13.00


18.30-21.30 Administrasi guru


Menganalisis keterkaitan SKL-KI-KD

Mengedit RPP semester 2 (milik guru)
51 Sabtu, 4 November 2017 - - - -
52 Minggu, 5 November 2017 19.00-24.00 Membuat soal PAS Membuat soal PAS beserta kisi dan jawaban
53 Senin, 6 November 2017 17.00-19.00

19.00-22.00 Membuat soal

Membuat media Membuat soal untuk materi kesetimbangan

Membuat media ajar untuk kelas XI materi kesetimbangan
54 Selasa, 7 November 2017 12.00-13.15

19.00-21.00
Mengajar kelas XI

Membuat media ajar Mengajar kerlas XI IPA 2 materi kesetimbangan
Membuat media ajar kelas X materi ikatan kimia
55 Rabu, 8 November 2017 08.45-11.15


11.30-13.00 Mengajar kelas X


Konsultasi dengan dosen pembimbing Mengajar kelas X materi ikatan kimia

Evaluasi tampilan mengajar di kelas
56 Kamis, 9 November 2017 09.00-12.00 Mempersiapkan praktikum Mempersiapkan alat dan bahan untuk praktikum ikatan kimia (kovalen polar dan non polar)
57 Jumat, 10 November 2017 11.00-13.00

17.00-19.00

19.00-22.00 Konsultasi dengan dosen pembimbing

Membuat soal

Membuat media Konsultasi pembuatan laporan PLT

Membuat soal untuk materi kesetimbangan

Membuat media ajar untuk kelas XI materi kesetimbangan
58 Sabtu, 11 November 2017 12.00-13.15
Mengajar kelas XI Mengajar kerlas XI IPA 2 materi kesetimbangan
59 Minggu, 12 November 2017 18.00-19.00 Membuat soal PAS Menyempurnakan soal PAS beserta kisi dan jawaban
60 Senin, 13 November 2017 08.00-14.00 Penataan perpustakaan Menata perpustakaan baik buku maupun rak
61 Selasa, 14 November 2017 - - - -
62 Rabu, 15 November 2017 09.00.10.00







17.00-24.00 Penarikan PLT







Membuat laporan PLT Penarikan PLT oleh dosen pemimbing lapangan sekolah diikuti oleh kepala sekolah, wakasek kurikulum, 4 guru pembimbing dan 27 mahasiswa, 1 ijin, 1 alfa